Gadisku Super Polos

Gadisku Super Polos
Ep 25_Rachel Sakit


__ADS_3

Seminggu telah berlalu setelah kepulangan Gian ke negara X..Rachel kembali sendirian di apartemen nya..dia juga sibuk dengan pekerjaannya sehingga lupa akan kesehatannya.


Akhir-akhir ini Rachel sering pusing..dia terlalu banyak lembur demi bisa kembali lagi ke negara X dan menyelesaikan pekerjaan nya di sini.


"Kepalaku kenapa sakit sekali.. ssshhh.."


Mau tak mau Rachel ijin cuti karena kepalanya benar-benar sakit..dia menghubungi Stella untuk memintakan ijin cuti karena sakit.


Tentu itu membuat para rekan timnya panik dan khawatir..tapi Rachel bilang hanya sakit kepala saja jadi mereka bernafas lega setelah itu.


Rachel memilih merebahkan tubuhnya di atas ranjang..dia sangat pusing ingin tidur saja.


*


*


"Kenapa Rachel tidak mengangkat teleponnya..apa masih sibuk?"


Gian di negara X khawatir karena sudah mendekati Jan istirahat di tempat Rachel namun gadis itu tidak mengangkat teleponnya.


"Sebaiknya aku tanyakan pada bodyguard saja"


Gian menghubungi bodyguard yang selalu setia menjaga Rachel dari jauh..dia menanyakan apakah masih belum istirahat sehingga Rachel tidak mengangkat teleponnya.


Bodyguard itu menjawab bahwa sejak pagi tadi belum melihat Rachel keluar dari apartemen dan itu tentu membuta seorang Gian kelabakan..apa terjadi sesuatu pada kekasihnya.

__ADS_1


"Sial.."


Akhirnya Gian memutuskan untuk terbang menggunakan jet pribadi nya ke London..dia membawa hey pribadi nya sendiri tanpa di bantu pilot ataupun yang lainnya.


Setelah mengudara cukup lama akhirnya Gian sampai di apartemen Rachel..dia bergegas masuk setelah membuka kata kuncinya.


Gian mencari keberadaan Rachel di kamar dan menemukan nya tengah berbaring di ranjang.. perlahan dia mulai mendekati Rachel.. wajahnya tampak pucat..dia mengulurkan tangannya untuk menyentuh keningnya dan..panas..Rachel demam.


"Achel..maafkan aku"


Gian melepas jasnya dan menyisakan kemejanya..dia menggulung lengan kemejanya sebatas siku kemudian dia mengambil kompresan untuk mengompres Rachel agar panasnya turun.


"A hek bangunlah..kau kenapa sebenarnya..maaf aku meninggalkan mu sendirian di saat seperti ini"


Rachel mulai mengerjap beberapa kali..dia masih pusing.. kepalanya berdenyut-denyut.. sepertinya dia masuk angin karena tak memperhatikan kesehatan tubuhnya.


"Harum masakan..siapa yang memasak..apa ada maling?"


Dengan tertatih Rachel bangun dari tempat tidur dan berjalan dengan berpegang pada sisi tembok agar tak jatuh karena saat ini kepala nya sakit sekali.


Sampailah Rachel di ambang pintu..bau masakannya semakin kuat.. seketika Rachel diam..benarkah yang ada di pikirannya saat ini..apakah dia datang..jika benar dia akan sangat senang.


Rachel berjalan pelan-pelan mendekati dapur dan dapat melihat seorang pria tampan berperawakan tinggi dan kekar tengah memakai celemek dan berkutat dengan kompor.


"Gian" panggil Rachel pelan.

__ADS_1


Gian merasa ada yang memanggilnya dia berbalik dna terkejut melihat Rachel tengah menatapnya namun seketika dia tersenyum manis dan mendekat setelah masakannya siap.


"Kau sudah bangun.. bagaimana perasaan mu?"


"Masih pusing..kau datang..sejak kapan?"


"Sejak kau tak keluar dari apartemen tadi pagi dan tak mengangkat panggilan dariku..kau membuatku khawatir Achel..jangan seperti ini lagi ya.. perhatikan juga kesehatan mu atau tidak aku akan membawamu paksa dari sini"


"Iya maaf Achel salah..mungkin Achel kebanyakan lembur karena saking senengnya"


"Baiklah makan dulu aku sudha membuat bubur untuk mu"


Gian menuntun Rachel menuju kursi di bar mini yang ada di dapur..dia dengan telaten menyuapi Rachel..tak berapa lama kemudian bubur itu tandas.. Gian senang setidaknya Rachel masih ada selera untuk makan.


"Minum obatnya dan istirahatlah..aku akan di sini hingga kau sembuh..aku jadi ragu untuk membiarkanmu di sini Achel..kau tak ada sodara di sini..aku tak bisa selalu mendampingi mu setiap saat..itu membuat ku resah Achel"


Rachel memeluk Gian dengan hangat.. sebenarnya dia juga ingin sekali kembali dengan Gian tapi dia harus menyelesaikan pekerjaan nya hingga akhir karena Tidka akan lama lagi pekerjaan itu selesai.


"Achel tau..Achel juga ingin seklai ikut denganmu kembali ke negara X tapi Achel belum bisa karena pekerjaan Achel tinggal sebentar lagi hanya tersisa beberapa bukan lagi..bisakah kau bersabar hingga pekerjaan Achel selesai Gian?"


"Huhhh..berat meninggalkan mu sendirian Achel tapi baiklah untuk kali ini aku akan membiarkan mu tapi jika kau sakit lagi maka saat itu juga aku akan datang dan Membawa mu kembali ke negara X.. mengerti?"


"Iya Achel mengeti Gian.. terimakasih sudah mengerti Achel"


"Sama-sama"

__ADS_1


__ADS_2