
Sudah dua hari setelah kejadian itu dan kaki Rachel pun sudah semakin membaik tidak seperti sebelumnya yang bengkak juga Rachel mengalami demam tinggi pada malamnya.
Malam itu........
Di saat Gian tengah bersiap untuk tidur karena kebetulan dia baru saja lembur di ruang kerjanya..Rachel tidur dengannya karena Gian tidak mau jauh-jauh dari Rachel.
Selesai mengganti pakaiannya dia melihat Rachel sudah tidur karena efek obatnya juga sangat keras hingga membuatnya tidur lebih awal.
"Sleep well baby..love you"
Gian hendak membaringkan tubuhnya tapi tertahan oleh rintihan Rachel..dia menoleh ke arah Rachel dan benar saja gadis itu bergetar hebat.
"Achel..hey bangun Achel..astaga kau demam"
Gian mengambilkan kompresan untuk Rachel..dia tak tenang ketika Rachel sakit..dia tak tau jika akan berdampak sampai seperti ini..lihat saja apa yang akan dia lakukan pada kedua wanita itu.
"Badannya basah haishhh bagaimana ini tidak mungkin aku meminta pelayan untuk mengganti pakaiannya..sial.."
Mau tak mau Gian mengganti semua pakaian Rachel..sekuat tenaga dia tahan hasrratnya sebagai seorang laki-laki.
"Shitt kenapa harus sekarang..oh God aku tersiksa"
Gian terus mengontrol dirinya sendiri..melihat seberapa mulus tubuh sang kekasih hasrrat sialannya semakin kuat menjalar.
"Tahan bodoh..jangan buat masalah"
Akhirnya setelah melalui pergulatan batin Gian berhasil mengganti semua pakaian Rachel menjadi yang baru agar Rachel nyaman.
__ADS_1
"Semoga kau tak sakit lagi sayang,aku janji akan melakukan apapun untuk kebahagiaan mu..takan ku biarkan siapapun menyakiti mu dan keluarga kita..kau tenang saja "
Gian terjaga sepanjang malam untuk bersiap jika Rachel membutuhkan sesuatu.
Paginya.......
"Gian apa kau akan ke kantor?" tanya Rey.
"Tidak dad.. semalam Rachel demam jadi Gian tidak akan meninggalkannya"
"Baiklah..kau cutilah sebentar dan urus Rachel supaya cepat sembuh dad juga kasihan melihatnya"
"Ya dad..Gian tau"
Setelah selesai sarapan Gian menuju kamarnya dengan membawa serta bubur untuk Rachel.
"Sayang bangunlah..sudah pagi"
Rachel mengerjapkan matanya..perlahan dia membuka matanya dan melihat Gian yang tengah tersenyum manis melihatnya.
"Morning"
"Morning too Gian"
"Bangun yuk sarapan dulu"
"Hm.. terimakasih"
__ADS_1
"Tidak masalah"
Gian membantu Rachel bangun..dia melhat kaki Rachel juga sudah semakin membaik tak seperti kemarin yang bengkak.
"Bagaimana kakimu apa masih sakit?" tanya Gian sambil menyuapkan bubur.
"Sudah lebih baik Gian.. terimkasih sudah merawat Achel"
"Sama-sama sayang"
Tak terasa semangkuk bubur telah habis berpindah ke perut Rachel..Gian mengambilkan air putih untuk Rachel..setelahnya Gian menyeka tubuh Rachel karena belum bisa mandi dan itu pesan dari dokter yang memeriksa keadaan kaki Rachel kemarin.
"Biar Achel saja Gian..kau sudah sarapan?"
"Sudah tidak apa-apa..diamlah..aku sudah sarapan tadi dengan yang lainnya"
"Hm.. baiklah"
Selesai menyeka tubuh Rachel Gian mengambilkan pakaian untuk Rachel termasuk pakaian dalamnya..Gian ingin terbiasa melakukan hal kecil seperti itu itung-itung berlatih sebelum sah.
"Gantilah pakaianmu aku kwoyar dulu 10 menit lagi aku kemari oke"
"Iya sayang terimakasih ya"
"Sama-sama sayang"
Gian keluar dari kamar dna menuju dapur untuk mengembalikan mangkuk bekas bubur tadi kemudian dia bergegas menuju ruang kerjanya dan melihat laporan yang sudah masuk ke email-nya.
__ADS_1
"Ternyata dia belum kapok juga..hm kita lihat saja seberapa hebatnya kau "