Gadisku Super Polos

Gadisku Super Polos
Ep 33_Pertarungan Genie dan Rachel.


__ADS_3

Dua bulan telah berlalu semenjak kejadian di hotel


Gian semakin benci jika ada pertemuan di hotel..dia akan langsung membatalkan kerjasamanya jika sang klien berani melakukan itu.


"Gian 3 hari lagi ulang tahun perusahaan bukan.. bagaimana persiapannya?" tanya Rey.


"Semua hampir selesai dad..hanya tinggal 5 persen saja" jawab Gian.


"Baguslah..lalu bagaimana apa kau masih belum mau menikahi Rachel..boy ini sudah sangat lama dan kau masih belum berani melamarnya?"


"Dad.. c'mone aku butuh waktu juga Achel pasti belum siap"


"Kata siapa Achel belum siap?"


"Sudahlah dad..biar ini jadi urusan kami"


"Terserah kau saja..dad hanya mengingatkan mu boy..jika terlalu lama yang ada Rachel akan semakin berpikir yang tidak-tidak tentang mu karena sampai detik ini juga kau belum memberi kepastian akan hubungan kalian"


"Tenang saja dad..besok aku akan melamarnya secara resmi..aku tak ingin kehilangan Rachel"


"Bagus kalau begitu..jangan buang kesempatan ini"


Obrolan berlanjut..mereka membahas mengenai perusahaan dan harga saham dan yang berhubungan dengan pekerjaan pastinya.. bukankah mereka membosankan.


*


*


Di tempat lain Rachel dan Genie saat ini tengah berada di butik..mereka berdua oergi tanpa ijin pada Gian..Rachel sudah beberapa kali bilang pada Genie untuk mengabari Gian tapi dasar Genie dia tidak akan mau karena sudah pasti dia akan di marahi habis-habisan oleh Gian.


"Genie aku beritahu Gian saja ya.. perasaan kaka tidak enak"

__ADS_1


"Sudahlah ka.. sekali-kali kita bebas tanpa pengawasan kan tidak masalah..Genie janji tidak akan lama dan mengulanginya lagi"


"Ishhhh y sudah cepatlah Kaka hanya takut Gian marah sama kita"


"Iya ka..santai saja"


Mereka berdua menghabiskan waktu 4 jam hanya untuk memilih gaun yang akan mereka kenakan di hari ulang tahun perusahaan nanti..Genie sangat antusias karena dia sangat suka dengan pesta.


Tibalah saatnya mereka berdua pulang.. setelah puas berburu gaun,mereka langsung pulang karena tidak ingin kena semprot Gian.


"Tenang saja ka..pasti ka Gian tidak akan lama marahnya.. percaya deh sama Genie"


"Iya Gen.. semoga saja"


Mobil yang mereka tumpangi melewati sebuah jalan yang tidak terlalu ramai.. sebenarnya sudah biasa mereka lewat sana tapi entahlah kali ini perasaan ke-dua nya tidak enak.


Tanpa mereka sadari ternyata sebuah motor mengikuti mereka dari mereka keluar butik..Genie belum menyadari karena itu hanya motor biasa..Rachel mulai tidak tenang..dia mengirim sebuah pesan pada Gian dan mengatakan maaf karena tidak ijin terlebih dahulu.


Awalnya Gian ingin marah tapi segera di tepis ketika mendengar suara panik dari kedua perempuan kesayangannya itu.


"Jangan panik ka..kita harus tenang..Kaka bisa bela diri?"


"Bisa"


"Baiklah kita keluar saja..sudah terlanjur juga..ayo ka kau bisa memegang pistol?"


"P.. pistol..b..bisa"


"Baiklah.. it's time to play"


Genie dan Rachel keluar.. sebenarnya Rachel khawatir Genie akan terluka tapi ya sudahlah sudah terlanjur basah juga..sedangkan Gian yang mendengar semua perkataan Genie sedari awal langsung tancap gas menuju lokasi mereka.

__ADS_1


"Katakan" ucap Genie padat dan singkat.


"Kill you girls"


"Cih.. membosankan"


"Wow sepertinya kau sudah Tidka sabar Bermain dengan kami"


"Up to you bastard"


Rachel hanya mendengarkan..dia tak perlu khawatir berlebihan lagi karena dia Sudah melihat langsung bagaimana Genie mampu membuat dua orang itu marah.


Rachel bersiap dengan tetap di sisi Genie.. perkelahian 2 lawan 2 pun berlangsung..di lelaki itu ternyata cukup tangguh..Genie melawan satu laki-laki yang banyak omong Sedati tafi..dia menendang dna membogem tanpa peduli tempat yang dia bogem.


"Ini karena kau sudah berani menghalangi perjalanan ku brengsek"


Bughhhhh...


"Ini karena kau sudah berani bicara sembarangan"


Bughhhhh...


Genie terus menyerang membabi-buta.. lawannya tak terlalu kuat tidak seperti laki-laki yang melawan Rachel dia cukup tangguh dan bisa mengimbangi pertarungan nya.


"Ayolah cantik lebih baik kau pasrah saja..kau itu hanya wanita dan wanita itu tempatnya di bawah laki-laki kemudian wanita itu hanya boleh mendessah nikmat saja.. menyerah lah" ucap laki-laki itu berusaha membuat fokus Rachel berantakan.


Rachel tak menggubris perkataan laki-laki itu..dia tetap fokus..menendang telurnya hingga membuat sang pemilik telur menjerit kesakitan.


"Lain kali mulutmu harus lebih disiplin lagi bodoh" ucap Rachel setelah berhasil menumbangkan laki-laki itu.


Rachel berbalik hendak menemui Genie namun teriakan Genie menghentikan langkah nya dan berlaik seketika...

__ADS_1


"KA ACHEL AWASSSSS"


DOR....


__ADS_2