Gadisku Super Polos

Gadisku Super Polos
Ep 30_Bertemu Naomi dan Vivi


__ADS_3

Rachel dan Laura juga Genie hari ini berniat untuk bershopping di pusat perbelanjaan..Gian dan Rey sebenarnya tidak rela jika di tinggalkan oleh para wanitanya tapi demi kebahagiaan wanita mereka akhirnya mereka mengijinkan tapi dengan pengawasan ketat tentunya.


"Akhirnya kita bisa bershopping juga..mommy jadi berasa seperti muda lagi hahahha" ucap Laura di sertai gelak tawanya.


"Mom jangan buat malu..Genie malu nanti jodoh Genie kabur bagaimana?"


"Anak ini..sudah ayo kita bershopping dulu..habiskan uang pria-pria itu"


Akhirnya Genie dan Rachel hanya menurut saja..mereka mengelilingi store tas bermerek..Genie memilih tas yang dia inginkan selama ini..sementara Rachel dia hanya memilihkan sesuatu untuk Gian.


"Sepertinya ini bagus untuk Gian..Achel pilih ini saja lah"


Rachel menuju tempat kasir dan membayarnya..kemudian Rachel duduk di sofa yang sudah tersedia di sana.


Rachel menghubungi Gian karena sedari tadi ponselnya terus bergetar menandakan ada yang menghubungi nya dan Rachel tau persis siapa yang menghubungi nya hingga berkali-kali.


"Hallo sayang..ada apa?"


"Sayang kau kapan kembali aku sudah merindukanmu tau"


"Astaga sayang..aku dan mommy juga Genie baru saja memilih tas pasti akan sedikit lama..maaf ya bersabarlah sayang hm?"


"Cepatlah kembali sayang aku kangen"


Rachel hanya tersenyum geli mendengar rengekan Gian yang seperti anak kecil..dia terhibur dengan tingkah Gian.


"Baiklah akan ku usahakan secepatnya pulang..sudah dulu ya"


"Iya sayang..love you"


"Love you more"


Di saat Rachel tengah menunggu Genie dan Laura tiba-tiba ada seseorang yang menghampirinya..Rachel terkejut karena kakinya tiba-tiba ditendang dengan keras dan itu sukses membuat nya meringis kesakitan.


"Dasar anak tidak tau diri..kau disini enak-enakan berbelanja sementara Daddy tengah menghadapi masalah karena perusahaan hampir bangkrut..apa kau tak punya rasa kasian sedikit saja hah..anak tak tau diri kau" ucap wanita itu langsung menghina Rachel.


"Jadi dia sudah sukses tapi tidak tau balas Budi terhadap Orangtua nya.. benar-benar memalukan.." ucap salah seorang lagi ikut menghina nya.


Rachel yang tau suara siapa itu hanya diam tak membalas dan tak menanggapi nya..biarkan saja..dia hanya menatap mereka berdua sekilas.

__ADS_1


"Hey kau tak dengar apa kataku hah?"


"Dia tuli Naomi jadi tidak mendengar mu..hajar saja kalau begitu"


"Ya kau benar Vivi..ayo kita beri dia pelajaran"


Mereka bersua hendak menghajar Rachel tapi tertahan oleh bodyguard yang Gian siapkan jika terjadi hal seperti ini.


"Lepaskan aku brengsek..arghhhh sakit" teriak Naomi.


"Hey kalian lepaskan aku..bernainya kalian memegang tangan ku hah..kalian tidak tau siapa aku hah" timpal Vivi.


"Diam dan keluar" ucap bodyguard Gian dengan nada dinginnya.


"Nona baik-baik saja..apa ada yang terluka nona?"


"Tidak ada..bawa mereka pergi"


"Baik nona..saya permisi"


Rachel hanya mengangguk sambil duduk kembali..dia memegangi kakinya yang sakit dan membiru akibat tendangan hills Naomi yang begitu keras.


Rachel meminta kompresan es batu pada karyawan toko..dia benar-benar kesakitan..tak lama kemudian Laura dan Genie datang menghampirinya dan melihat Rachel tengah mengompres kakinya.


"Astaga Achel kau kenapa sayang..kenapa bisa kakimu jadi begini?" tanya Laura dengan nada khawatir.


"Ada sedikit masalah mom..tapi Achel baik-baik saja ko"


"Hey bagaimana bisa kau bilang ini baik-baik saja sedangkan lihatlah astaga kakimu bengkak bisa habis mommy di marahi Gian sayang"


"Tidak akan mom..biar Achel yang menjelaskan nanti"


"Huhhh sudah ayo pulang..Genie bantu kakakmu berjalan..belanjaan biar di bawa bodyguard saja"


"Iya mom"


Genie membantu Rachel berjalan..ketika bangun dari duduknya Rachel meringis..dia benar-benar keskaitan namun dia paksakan untuk berjalan.


"Ka Achel nggak kenapa-kenapa kan..apa perlu kita ke dokter saja.. sepertinya sakit sekali Genie lihat"

__ADS_1


"Tidak apa-apa Genie..ayo pulang sebelum kakakmu menutup mall ini"


"Ya Kaka benar..ayo.. pelan-pelan ka"


Laura menghubungi dokter keluarga nya untuk memeriksa keadaan kaki Rachel sementara dia dan Rachel juga Genie sudah di jalan menuju rumah.


Sampailah mereka di rumah..mereka di sambut oleh Rey dan Gian..ketika Rachel turun Gian menghampirinya dan melihat keanehan dengan cara berjalan Rachel.


"Kau kenapa sayang..kenapa jalanmu begitu?"


"Aku tidak apa-apa sayang..bantu aku masuk"


"Baiklah..kau hutang penjelasan padaku"


"Iya sayang"


Gian menuntun Rachel untuk duduk di sofa..dia mengambil kompresan untuk mengompres kaki Rachel yang bengkak.


"Kenapa bisa seperti ini Achel?"


"Maaf"


"Why..?"


"Don't be mad..promise" sambil mengacungkan kelingkingnya.


Gian mengangguk tanda setuju..kemudian dia mulai mengompres kaki Rachel.


"Tadi Achel ketemu Naomi dan Vivi di pusat perbelanjaan"


Kegiatan Gian seketika berhenti..dia menatap Rachel dengan tatapan sulit di artikan..dia tak percaya jika Rachel bisa bertemu dengan wanita ular itu lagi.


"Lalu"


"Achel awalnya tidak tau kalau itu mereka karena di saat itu Achel tengah membalas pesan darimu dan tiba-tiba kaki Achel di tendang dengan keras hingga jadi begini..maaf Achel lalai"


"Ini bukanlah kesalahan mu sayang..biarkan ini menjadi urusanku"


"Sudah tidak usah di bahas lagi..yang ada mereka akan semakin membenciku"

__ADS_1


Gian hanya diam dia tak berkata apa-apa lagi..yang pasti dia akan membalasnya entah dengan cara apa nanti.


__ADS_2