
Rachel dan Gian sudah semakin dekat..bahkan jika yang tidak tau status mereka pasti akan mengira sepasang kekasih..Rachel nyaman denagn sikap ramah Gian begitupun sebaliknya Gian juga nyaman dengan sikap Rachel yang apa adanya.
Mereka semakin akrab.. seperti saat ini..Gian mengajarkan bagaimana cara memakai ponsel..Rachel senang bisa belajar banyak dari Gian yang memang super sabar dalam menghadapi kelemotan dan kebodohan Rachel.
"Sekarang kau coba menelfon ku" ucap Gian.
"Baiklah"
Rachel mulai mengusap layar ponselnya..dia mencari simbol seperti gagang pintu..setelah beberapa detik mencari akhirnya Rachel menemukan simbol itu..Rachel mulai menekan simbol itu kemudian menekan angka 1 sedikit lama dan Tara..panggilan pertama adalah Gian.
"Woahhhh Achel berhasil..yeyyyy Achel bisa Gian.."
Gian menatap gemash tingkah Rachel yang menurutnya menggemaskan..seperti sang mommy yang dulu bisa membuka pintu kamar sang Daddy.
Gian tertawa saat di ceritakan pengalaman itu..tapi dalam diri Gian semoga tiada lagi yang seperti Mommy nya..kasihan.
"Wah kau sudah semakin pintar saja"
"Ini karena mu Gian.. terimakasih ya sudah mengajarkan Rachel"
"Sama-sama"
Skip>>>>>>>
"Sialan..apa dia mati..atau masih hidup..bodoh..kenapa aku bisa lalai"
Seorang wanita cantik yang kini tengah merasa ketakutan setiap harinya setelah melakukan sesuatu yang melanggar hukum.
"Aku harus apa..seharusnya aku bereskan terlebih dulu sebelum pergi arghhhhh sialan"
Kamar yang awalnya rapih kini telah berantakan karena ulahnya..dia tak tau apakah perbuatan nya dulu akan ketahuan oleh orang lain..tapi sepertinya tidak..karena saat itu tiada seorang pun yang melihat kejadian itu.
"Ok Cintya kau harus rileks..jangan panik santai saja..semuanya akan baik-baik saja.. percayalah"
__ADS_1
Ya wanita cantik yang tengah gundah gulana itu adalah Cintya anak dari seorang pengusaha yang bisa di bilang cukup terkenal yaitu Keeneth Amstrong dan Viola Janner seorang sosialita yang angkuh nan sombong.
Tok..tok..tok..
"Cintya keluar nak"
"Sebentar mom"
Cintya keluar dari kamar nya dan menwmui sang Mommy..ibu Cintya menatap kamar putrinya lalu menggelengkan kepalanya..ada saja tingkah anaknya ini .
"Kali ini apa lagi yang kau lakukan?" tanya sang mama.
"Nothing mom"
"Don't lie to me..tell me now"
"Oke..aku melakukan sesuatu karena terlalu mabuk"
"Apa itu?"
"Ok mommy pegang kata-kata mu"
Mereka menuju meja makan..sudah satu Minggu ini Cintya tidak nafssu makan..entahlah mungkin karena rasa takutnya selalu menggerogoti nya.
Skip>>>>>>>
"Dad Naomi mau belanja minta uang"
"Baiklah..jangan boros-boros"
"Iya dad"
Setelah mendapatkan kemauannya Naomi pergi menuju pusat perbelanjaan..dia mau foya-foya..sudah cukup selama ini dia dan Mommy nya bersembunyi sekarang waktu nya dia beraksi menghabiskan uang sang Daddy.
__ADS_1
"Hm..ada tas limited edition..beli saja lah toh Daddy tidak akan marah"
Naomi menuju toko tas bermerek..dia melihat tas yang ingin dia beli selama ini.. limited edition gaes.
"Mba bungkus ini.. cepat"
"Baik nona"
Naomi masih menunggu di sofa depan kasir..dia tak mau berusaha payah menunggu barang yang dia pesan..biarkan karyawan toko saja yang menghampirinya.
"Ini nona.. terimakasih sudah berbelanja di store kami"
"Ya"
Naomi pergi dari store tas bermerek itu dan menuju store pakaian tentu saja yang bermerek dia tak mau terlihat sudah di hadapan orang lain.
Naomi masih memilih-milih dress yang sesuai dengan kemauannya..setelah memilih 5 pasang dress akhirnya Naomi duduk lagi dan menunggu pesanannya di antar..itulah sifat Naomi tidak mau susah.
Setelah puas berbelanja akhirnya Naomi memutuskan untuk pergi ke restoran..dia sudha mengahabiskan ratusan juta hanya untuk sebuah tas dan juga 5 pasang dress.. benar-benar pemborosan.
"Biarkan saja..jika Daddy marah aku akan melakukan aktingku seperti dulu-dulu hahaha..puas-puaskanlah Naomi sekarang kau adalah orang kaya.."
Di saat Naomi hendak menuju meja nya tiba-tiba dari arah lain dia menabrak seorang pria..sialnya pria itu cuek bahkan melewati nya begitu saja.
"Sialan..kurang ajar..beraninya dia mengacuhkan ku setelah berbuat begini..sial"
Sementara itu pria yang tadi bertabrakan dengan Naomi terlihat masuk kedalam mobil mewahnya..dia hendak menuju tempat janjiannya dengan seseorang.
"Semoga tidak terlambat"
Tanpa sadar dia menjatuhkan kartu namanya saat bertabrakan dengan Naomi tadi..Naomi yang saat itu hendak melangkah tiba-tiba melihat sebuah kertas kecil seperti kartu nama..dia mengambilnya dan melihat.
"Hmm..orang kaya.. baiklah aku simpan saja siapa tau berguna suatu saat nanti"
__ADS_1
Naomi memutuskan untuk kembali ke mejanya lagi dan menyantao makanannya..dia tak peduli dengan sekitarnya..bodo amat yang penting sekarang hidupnya sudah mulia.