Gadisku Super Polos

Gadisku Super Polos
Ep 54_Mengeksekusi.


__ADS_3

Gian dan Richie saat ini tengah berada di markas kematian negara A..Gian tidak akan membiarkan dia bedebah itu tidur nyenyak setelah membuat ulah dan hampir membuat Rachel depresi.


"Mau kau apakan dua bedebah itu?" tanya Richie yang sudah berada di depan Naomi dan Ken.


"Bermain sebentar,kau mau ikut?"


"Boleh kalau tidak keberatan"


"Silahkan..kau tangani perempuan itu dan cari tau informasi mengenai kejadian itu pasti dia tau karena dia anak dari Maxton"


"Tenang saja..aku punya cara tersendiri untuk mengorek informasi itu"


"Baiklah silahkan kau bermain dengan wanita ular itu"


Gian membawa Ken yang sudah tak mempunyai tenaga menuju kandang Leon..di sana juga ada Coco, Wolfy,Tiger dan juga beberapa ikan Piranha yang sudah menanti kedatangannya sejak lama..(Leon and the geng the return ya gaes alias keturunannya).


"Leon..Daddy pulang" ucap Gian ketika melihat Leon menyambutnya.


Leon mendekati Gian dan mendusel di kaki Gian meminta di elus-elus kepalanya..manja sekali si Leon ini.


"Kau merindukanku boy?"


Leon mengaum rendah sebagai jawaban.


"Kau pintar..apa kau sudah lapar boy?"


Leon mengaum lagi sedikit keras sambil memandangi tawanan Gian.


"Rileks boy kau akan mendapatkan nya..dia berani melukai anggota keluarga Wilson..kita apakan dia boy..apa kau mau menelannya bulat-bulat?"


Leon menggelengkan kepalanya sambil masih menatap tajam pada Ken yang sudah ketakutan melihat binatang buas itu.


Gian bangkit dan mengelus Leon sekali lagi..setelahnya Gian menyuruh anak buahnya untuk mengikat Ken..dia sudah tak ingin bermain-main lagi..sudah waktunya permainan inti di mulai.


"Apa tujuanmu melakukan hal ini?" tanya Gian masih santai sambil mengasah belati kecil nan tajamnya.


"Tujuanku hanya satu..membuat Rachel menyesal telah berbuat semaunya sendiri hahahaha..kenapa kau begitu bodoh tertipu oleh wanita murahan seperti Rachel hah..dia suka gonta ganti pasangan dan berkali-kali menerima panggilan sebagai pemuas ranjang hidung belang" Ken mencoba mempengaruhi Gian dengan memfitnahnya berharap agar dia di lepaskan.

__ADS_1


Gian selesai mengasah belatinya..dia melihat mata pisaunya mengkilap dan sepertinya sudah siap di gunakan untuk merobek mulut tak disiplinnya Ken.


"Apakah belatiku sudah tajam?" ucap Gian dan seketika.


Crashhhh.....


"Arkhhhhhh..apa yang kau lakukan?" teriak Ken ketika telinganya lepas dan di jadikan bahan uji coba ketajaman mata pisaunya.


"Upss..sepertinya sudah sangat tajam..baguslah..Ah..maaf apa kau kesakitan?" tanya Gian dengan wajah yang di buat terkejut.


"Kau gila hah arghhh..kenapa kau melakukan itu brengsek"


"Oh maaf aku tidak menyesal telah melakukan itu.. sepertinya kau sudah tak sabar ya merasakan kenikmatan pisauku.. baiklah sesuai keinginan mu"


Gian memotong telinga Ken yang sebelah lagi dan melemparkannya pada Leon yang masih setia menunggu nya,dia sangat menurut menantikan bagiannya.


Crashhh......


"Arghhhh..sakit brengsek arghhhhhhh"


Puas melihat kedua daun telinga Ken hilang kini Gian berpindah melihat tangan Ken yang sudah berani menyentuh putrinya.


Krakkk....


"Arkhhhhhh"


Krakkk....


"Arkhhhhhh..ampuni akuuuu arghhhhhh"


Dua jari tangan Ken telah patah di buatnya..Gian tertawa mendengar kata ampun dari mulut busuknya..dia berhenti sejenak dan menatap Ken.


"Kau bilang ampun..tapi apakah kau mengampuni anakku ketika kau mendengarnya menangis..apa kau mengampuni dan membiarkan nya bertemu dengan orangtua nya saat itu juga hah..JAWAB BRENGSEK"


Ken hanya diam tak menjawab..dia memang sudah salah mencari lawan..niatnya ingin membuat Rachel jera malah dia sendiri yang berakhir di tangan Gian si the next hungry Lion.


"Ampun..am..Puni aku..ku..moho..n..aku..ber..sala..h" Ken tak punya tenaga untuk sekedar menjawab sakit sekali ingin dia cepat mati namun tidak kunjung menghampiri.

__ADS_1


"Satu kesempatan yang ku berikan dulu ternyata kau sia-siakan maka terimalah balasannya..kau yang memulai kau juga yang harus mengakhirinya"


Gian menghajar Ken yang sudah tak memiliki tenaga lagi.


Bughhhhh....


Bughhhhh....


Bughhhhh....


Dua bogem mentah dan satu tendangan Gian mendarat mulus di wajah,perut,dan ******** Ken hingga membuat Ken amat sangat tersakiti.


Gian tak mau mendengarkan lagi pembelaan dari Ken..Gian ingin segera mengakhiri sumber masalah karena jika di lepaskan maka akar itu akan tumbuh lagi dan kembali menjadi tunas yang baru.


"Aku tak akan membiarkan bajingan seperti mu berkeliaran di sekitar Rachel dan keluarga ku..asal kau tau Rachel bukanlah wanita yang bisa bergonta ganti pasangan karena aku selalu menjaganya dengan ketat..dia bahkan tak pernah keluar dari apartemen saat di London..dia selalu menjaga diri dari laki-laki seperti kalian yang hanya akan bersenang-senang jika sudha puas maka kalian tinggalkan..kau tau aku orang pertama yang menyentuhnya..aku sangat bangga dan bahagia bisa menjafi yang pertama untuk nya..aku juga tau kau sudah lama mendambakan memiliki tubuh Rachel demi memuaskan rasa penasaran mu kan..hahahhaa"


Ken pucat mendengar semua kata-kata Gian..memang dia sangat penasaran dengan Rachel dan ingin merasakan bagaimana rasanya tubuh Rachel namun sangat sulit untuk menjangkaunya..beberapa kali dia pernah memberikan makanan atau minuman yang sudah dia campur dengan obat Laknat namun selalu gagal.


"Am..pu..ni a..ku tua..n uhukkk..am..pun"


"Tiada lagi kata ampun untukmu bedebah.. kesempatan yang aku berikan ternyata tak kau gunakan dengan baik maka terima saja balasannya..nikmatilah akhir dari hidupmu bedebah"


Gian meninggalkan Ken yang sudah tak berdaya lagi setelah memberi perintah pada Leon untuk mengeksekusi nya.


Meal Time buat Leon gaes😚.


#Di sisi lain ruangan.......


"Kau,ibumu dan ayahmu sama saja.. sama-sama tidak tau malu..rasakan lah akibat jika kau mengusik keluargaku jallang" ucap Richie dingin melihat tajam pada Naomi yang sudah babak belur.


"Tolong..ampuni..aku..tuan..aku..bersalah"


"Tidak ada kata maaf untuk mu jallang.. nikmatilah saat-saat terakhir mu..setelah kepergian mu maka kedua orangtuamu akan menyusul mu juga..kau tenang saja segera ku kirimkan mereka untuk menemanimu"


Naomi hanya menangis ketakutan.. tubuhnya sudah remuk di gilir 3 orang pengawal Gian..tak hanya di situ saja..Naomi bahkan mendapat perlakuan kasar ketika membuat tiga pengawal Gian tak puas..dia di Jambak,di tampar,di pukuli bahkan tidak segan-segan untuk membuatnya berteriak kesakitan ketika daerah sensitif nya di tendang..dia sudah tak memiliki tenaga lagi.


Richie yang melihat tubuh polos Naomi tak tergoda sekalipun..dia malah jijik melihatnya..ingin muntah mendengar suara dessahan dan kesakitan Naomi..telinganya seakan menolak mendengar suara Naomi.

__ADS_1


"Habisi dia dengan perlahan..berikan kematian paling menyakitkan untuk nya..dia harus merasakan balasan atas segala perbuatannya pada adikku Rachel"


__ADS_2