
#1 Bukan kemudian......
Gian selalu setia menanti Rachel di rumah sakit.. anak-anaknya sudah bisa meninggalkan rumah sakit karena kondisi mereka sudah sangat baik..terutama si cantik Calista..dia sudah bisa lepas dari selang-selang yang menempel di tubuhnya juga sudah bisa keluar dari inkubator.
"Gian sebaiknya kau istirahat nak.. bagaimana jika kau sakit apa kau mau Rachel tidak ada yang menjaga?" bujuk Laura untuk kesekian kalinya pada Gian.
"No mom..Gian akan selalu di samping Achel..Gian tak ingin meninggalkan nya sendiri"
"Gian jangan keras kepala begini nak..mommy tau kau khawatir dengan Rachel tapi apa kau mau ketika Rachel nanti sadar kau malah terbaring tak berdaya menggantikannya hah.. bagaimana dengan ketiga anakmu siapa yang akan menjaga mereka jika kau tumbang?"
"Baiklah..Gian akan istirahat di sini.. mom sebaiknya istirahat juga"
Laura akhirnya memilih meninggalkan Gian..dia akan melihat ketiga cucunya yang sudah siap keluar dari rumah sakit..di sana sudha ada Rey,Vallery dan Willy yang slalu menjaga dan memantau perkembangan ketiga cucunya.
"Hubby"
"Baby.. bagaimana Gian apa dia masih kekeh?"
"Tidka,dia sedang beristirahat di ruangan Rachel.. bagaimana cucu-cucu kita by?"
"Mereka sudah baik-baik saja baby..tenanglah mereka sudah bisa keluar dari ruangan ini"
"Syukurlah..semoga dengan sembuhnya cucu-cucu kita maka Rachel juga akan sembuh by"
"Aamin"
#Di Tempat Lain......
"Rich bagaimana keadaan gadis yang katanya mirip mommy mu?" tanya Jacob ayah Richie.
"Dia masih koma dad dari kabar yang terakhir Rich dengar"
"Astaga..bisakah kau antarkan Daddy bertemu dengan gadis itu?"
"Buat apa dad?"
__ADS_1
"Dad penasaran dengan gadis itu..dia bahkan bisa membuatmu bersemangat lagi"
"Ya dad benar..dia memang gadis penyemangat Rich"
Akhirnya keduanya menuju rumah sakit tempat dimana Rachel di rawat..sudah sebulan lamanya Richie jarang mengunjungi Rachel karena kesibukannya di perusahaan dan juga pencarian sang adik.
Sampailah mereka di rumah sakit.. Richie dan ayahnya menuju ruangan dimana Rachel di rawat.
"Genie" panggil Richie.
"Ka Rich.."
"Bagaimana keadaan Rachel?"
"Ka Achel masih sama ka..masuklah di dalam juga ada ka Gian"
"Gian..siapa?"
"Yang menghamili ka Achel..nanti saja Genie ceritakan"
"Genie..siapa mereka?"
"Ini ka Richie pria yang membantu ka Achel selama Kaka tidak ada" jawab Genie ketus.
"Oh..sialhkan masuk tuan-tuan"
Richie dan ayahnya menyalami Gian..ada tatapan amarah dari Richie untuk Gian..Gian pun sebaliknya ada sesuatu yang sulit di jelaskan oleh kata-kata.
"Gian..ayah dari ketiga anak Rachel" Gian memperkenalkan diri pada Richie
"Richie..orang yang selalu menjaga Rachel"
Cengkraman keduanya semakin erat..Richie terlihat marah pada Gian entahlah naluri kelelakiannya mengatakan ingin melindungi Rachel dari pria seperti Gian yang tega menyakiti hati dan perasaan wanita.
Gian pun merasakan gelagat aneh pada Richie.. seolah-olah Richie adalah musuh terbesarnya saat ini.
__ADS_1
"Rachel kenapa kau jadi seperti ini..padahal kau sudah berjanji untuk membesarkan anak-anak bersama-sama..bangunlah Kaka selalu menantikan mu Achel" ucap Richie yang membuat Gian terbelalak.
"Hey apa maksudmu membesarkan anak-anak ku bersama-sama hah?" tanya Gian emosi.
"Karena kau tidak ada maka tanggung jawab terhadap anak-anak mu menjadi tugasku dari usia 4 bulan kehamilannya..kau mau marah silahkan tapi ingat aku takkan membiarkan laki-laki seperti mu menyakiti Rachel lagi ingat itu" tantang Richie.
Gian terdiam mendengar kata-kata Richie.. memanglah dia salah sudah menyakiti Rachel bahkan tidak mengakui ankanya sendiri..sungguh apakah Rachel masih bisa memaafkannya nanti.
Genie melihat kondisi di ruangan itu semakin memanas akhirnya angkat bicara..karena Genie tak ingin Rachel terganggu oleh perdebatan dua laki-laki itu.
"Jika kalian masih ingin berdebat silahkan keluar dari sini" ucap Genie tegas.
Gian dan Richie terdiam mendengar kata-kata Genie..mereka salah sudah membuat onar di dalam kamar rawat Rachel.
"Rich sudah jangan membuat masalah..ini urusan keluarga kau tak berhak ikut campur nak" ucap ayah Richie mengingatkan.
"Huhhhh sorry dad.. Rich hanya ingin melindungi Rachel dari pria seperti dia (menunjuk Gian)..Rich merasa Rachel itu seperti adik Rich dad"
"Daddy tau..Daddy juga merasakan hal yang sama nak..tapi kita tidak boleh gegabah dan terlalu ikut campur dalam Masalah mereka"
"Sorry dad"
"Sudahlah lebih baik kita pulang dulu..kita cari tau asal usul Rachel..Daddy melihatnya seperti melihat mommy mu Rich..sangat mirip"
Akhirnya mereka berpamitan pada Gian dan Genie..walau masiha a kekesalan di hati kedua pemuda itu tapi tidak ada yang bisa mereka lakukan selain diam karena tak mungkin membuat onar lagi di saat Rachel masih terbaring koma.
#Skip......
"Ka Gian Genie pulang dulu..jagain ka Achel baik-baik ini kesempatan terakhir yang Genie kasih buat Kaka buktiin bahwa Kaka bener-bener udah berubah"
"Iya..makasih Gen..maafian Kaka"
Genie tak menjawab dia keluar dari ruangan Rachel.. sebenarnya jauh dalam lubuk hatinya Genie sudah memaafkan Gian tapi jika mengingat lagi tangis pilu Rachel sakit hati itu kembali terngiang-ngiang dalam benaknya.
"Maafin Kaka Gen..Kaka akan berusaha keras untuk membuat Rachel memaafkan Kaka"
__ADS_1