Gadisku Super Polos

Gadisku Super Polos
Ep 24_Kerja Tim


__ADS_3

Selesai membantu para pekerja dalam mengaduk adonan semen Rachel duduk di tempat para pekerja beristirahat..Rachel tak sungkan ataupun merasa berbeda..semua sama saja baginya.. sama-sama mengais rejeki.


"Pak kira-kira 15 unit ini selesai nya berapa lama ya?" tanya Rachel mencairkan suasana.


"Kalau hanya perumahan biasa paling sekitar tidak lama nona tapi karena ini kan perumahan mewah jadi kemungkinan 5 bulan lebih dan juga kami senang banyak pekerja yang terlibat dan itu sudah ada tugasnya masing-masing" ucap salah seorang pekerja.


"Oh..baiklah..kami nggak nuntut cepat selesai biarpun lama asalkan aman dan nyaman kami sudah sangat senang..mau itu satu bulan atau 1 tahunpun asalkan hasilnya tidak mengecewakan kami tidak apa-apa pak"


"Iyavnona..kami beruntung bisa bekerja deengan kalian"


"Sama pak..saya dan tim juga senang bekerja dengan kalian para pekerja keras yang tangguh"


Obrolan masih terus berlanjut para pekerja senang karena Rachel sangat baik pada mereka semua..mereka janji akan menyelesaikan pekerjaan mereka dengan baik dan secepatnya.


Sedangkan tak jauh dari tempat Rachel berbincang dengan para pekerja tampak seorang pria dengan pakaian rapih tengah melihat interaksi antara dia dan para pekerja..garis bibir nya tertarik ke atas..dia senang akhirnya Rachel bisa bersosialisasi dengan yang lain.


"Aku bangga padamu Achel..kau yang terbaik"


Pria itu berbalik dan meninggalkan lokasi pembangunan..dia tadi hanya ingin mengecek secara langsung pembangunan itu karena dia tak ingin kecolongan..di saat dia sampai ternyata dia melihat Rachel tengah mengaduk semen..sedikit terkejut dan ingin marah tapi hanya sebentar karena setelah dia pikirkan lagi ternyata itu adalah strategi tim Rachel dalam membangun kedekatan dengan para pekerja hingga tak menimbulkan jarak.


"Tuan kita mau kemana setelah ini?" tanya sang supir.


"Apartemen"


"Baik"


Gian..ya pria itu adalah Gian..tadinya dia ingin melihat sendiri bagaimana prosesnya tapi dia malah terkejut melihat kekasihnya ikut bekerja..lihat saja nanti jika sudah pulang hmm.


Setelah bersih-bersih sebentar akhirnya Gian memilih memasak untuk makan malamnya bersama Rachel nanti..dia tau Rachel pasti lelah setelah seharian meninjau dan turun langsung melakukan pekerjaan berat itu walau tak terlalu berlebihan.


*


*


"Mom aku nggak mau di jodohkan titik"

__ADS_1


"Kau harus mau karena kau satu-satunya anak mommy dan Daddy"


"No..aku nggak akan mau terserah kalau kalian marah tapi yang pasti aku nggak akan mau di jodohkan..aku bisa cari pendamping hidup sendiri"


"Alexa"


"Terserah mommy dan Daddy jika mommy masih kekeh silahkan mommy sendiri yang melakukan perjodohan itu.. Lexa pamit"


"Selangkah kamu oergi dari rumah ini maka kau bukan anakku lagi" ucap sang daddy


"Ok..saya permisi tuan..nyonya"


Alexa memilih meninggalkan rumah dan status nya sebagai anak tunggal..dia lebih baik hidup sendiri dengan hasil kerja keras nya daripada hidup mewah bergelimang harta namun penuh tekanan dan aturan.


"Ok Lexa waktunya berdiri sendiri dengan kedua kaki mu..you can do it"


*


*


Tak berapa lama kemudian Gian datang menghampiri Rachel yang tampak lelah..kasihan kekasihnya pasti bekerja keras hari ini.


"Kau sudah pulang..sini"


Gian merentangkan tangannya dan Ra hek langsung masuk kedalam pelukan hangat nan nyamannya..lelahnya hilang setelah mencium aroma Gian.


"Maaf tidak bisa memasak lagi..aku payah"


"Hey..kau itu hebat bukan payah..sudah mandilah lalu makan"


"Kau sudah makan?"


"Belum..aku menunggumu"


"Astaga Gian.. seharusnya kau makan dulu dan isi perut mu nanti kau sakit bagaimana..besok kan kau akan kembali"

__ADS_1


"Hey aku baik-baik saja..sudah mandi sana sebelum aku mandikan"


"Ishhh mesum"


Rachel memilih ke kamar mandi dan membersihkan diri..dia tak mau berendam karena kasihan pada Gian yang sudah menunggunya..apalagi Gian juga belum makan.


Selesai dengan emua urusan kamar mandinya Ra hek menghampiri Gian di meja makan dan mulai menyantap makanan yang Gian buat.


"Enak sekali..kau memang the best koki Gian.."


"Hahaha..bayaranku mahal loh..kau sanggup?"


"Haha..berapa yang harus ku bayar tuan?"


"Cukup berikan anak-anak yang lucu untukku"


"Uhukk..uhukk"


Rachel tersedak makanannya setelah mendengar perkataan Gian.. ada-ada saja tingkah konyolnya..hishhh.


"You ok..minumlah"


"Uhukk..IM ok..thanks"


Seelah reda mereka melanjutkan makannya lagi..selesai dengan urusan meja makan kini keduanya berdiri di balkon kamar..mereka menikmati suasana malam di kota itu.


"Bagaimana pekerjaannya..lancar?"


"Lancar..kerja tim kami sangat memuaskan..mungkin kurang dari setahun ini aku akan kembali..kau senang?"


"Itu yang ku harapkan..segeralah kembali"


"Bersabarlah..sebentar lagi selesai dan aku akan kembali padamu"


"I love you Rachel"

__ADS_1


"Love you more Gian"


__ADS_2