Gadisku Super Polos

Gadisku Super Polos
Ep 57_Bukan Malam Pertama


__ADS_3

Acara telah selesai..waktu menunjukkan pukul 11 malam..Gian dan Rachel kini tengah berada di kamar hotel milik mereka.. anak-anak bersama para Oma dan aunty mereka.. benar-benar pengertian.


"Sayang kau mau mandi dulu hm?" tanya Gian yang kini tengah memeluk Rachel dari belakang.


"Gian hentikan..aku mau mandi dulu"


"Apanya yang berhenti sayang?" Gian semakin gencar menciumi tengkuk Rachel.


"Ah..emhh..s..stop .. please"


"Why honey?"


"Im so tired,setelah mandi saja Gian please"


"Fine..aku pegang kata-katamu honey"


Akhirnya Rachel terbebas dari suami mesumnya..dia bergegas menuju kamar mandi dna membersihkan diri..iniq bukan yang pertama buat mereka tapi yang kedua karena yang pertama karena tragedi obat Laknat itu.


"Gian selalu bisa membuatku tak berdaya..ayo Achel kau bisa..dia sumimu kalian sudha sah..oh God..kenapa rasanya gugup sekali"


Rachel mandi untuk menghilangkan rasa gugupnya..dia tak akan menolak jika Gian memintanya malam ini..sudah jadi kewajiban nya sebagai seorang istri untuk melayani kebutuhan suami apalagi kebutuhan biologis nya.


Dia tak mau jika dia menolak malah akan menjadi Boomerang baginya.. laki-laki yang selalu di tolak istri bisa saja jajan di luaran sana karena merasa sang istri todka memenuhi kebutuhan biologis nya..dan Rachel Tidka mau itu terjadi.


Selesai dengan urusan mandinya Rachel keluar dengan sudah memakai lingeri merah yang kontras dengan warna kulitnya.


"Ok Achel now you ready to action..you can do it Achel"


Sebenarnya Rachel masih trauma dengan kejadian dulu tapi jika tidak di lawan mana bisa trauma itu pergi..dia bukanlah wanita munafik yang sok jual mahal dan tak mau memberi haknya oada sang suami dengan alasan belum siap,masih trauma dan sebagainya.


Baginya jika sudha sah maka kewajiban istri adalah menuruti sang suami..siap tak siap maka dia harus siap..jika sekaang dia tak siap lalu kapan dia akan siap apakah menunggu suaminya jajan dulu baru bilang siap.. realitinya memang sama-sama membutuhkan.


"Kau sudah selesai honey?"


"Ya..kau tak mandi?"

__ADS_1


"Ok aku mandi dulu.. persiapkan dirimu"


"Okey master"


Gian masuk kedalam kamar mandi dan mulai membersihkan diri..dia juga tau Rachel pasti tengah gugup karena ini bukan yang pertama untuk nya bedanya dulu dia dan Rachel dalam pengaruh obat Laknat itu namun sekarang mereka sama-sama dalam keadaan sadar sepenuhnya.


"Jika memang Rachel menolak maka aku tak akan memaksakan kehendak pada nya..aku tau kejadian dulu cukup mengguncang nya dan aku tak mau egois untuk memaksanya..biarkan seperti air mengalir saja"


Selesai denagn urusan mandinya Gian keluar dengan hanya menggunakan lilitan handuk di pinggangnya..Rachel melihat Gian hanya dengan handuk yang menutupi area intinya saja langsung gugup dan berdebar-debar.


"Kalau kau lelah tidur saja..aku tak akan memaksamu untuk melakukan nya jika kau belum siap honey"


Rachel terkejut dengan penuturan Gian..dia tak menyangka kalau Gian akan mengerti dirinya tapi dia tau Gian pasti tersiksa menahannya..tak ada alasan lagi untuknya menolak.


"Aku siap Gian"


Gian berhenti melangkah dan melihat Rachel dengan tatapan menelisik..benar tak ada keraguan di sorot matanya.


"You sure honey?"


"Ya..aku siap..tak ada alasan lagi untuk menolak karena kau begitu pengertian.. lakukanlah buat traumaku hilang Gian"


Gian dan Rachel melakukan kegiatan panasnya denagn menciptakan kenangan baru yang hanya akan mereka ingat selamnya dan membuang kenangan buruk yang pernah mereka lalui.


Malam itu sepasang suami istri itu terlelap dengan kebahagiaan di malam pengantin mereka..tak akan ada yang bisa meruntuhkan cinta di antara mereka..sejauh mereka terpisah jika memang mereka jodoh maka mereka pasti akan di persatukan lagi.


#Skip........


"Kau yakin dia tak tau jika aku yang menyuruhmu memberikan obat itu?" tanya seorang wanita yang tengah berhadapan dengan seorang wanita lain.


"Aku yakin..kau tenang saja..sejauh ini dia tak mencari kebenaran tentang malam itu..meski aku gagal setidaknya dia sudha menghancurkan seorang wanita"


"Biarkan saja..aku memang ingin menghancurkan wanita itu..jika bisa akan ku bunuh wanita itu saat ini juga"


"Apa kau ada masalah dengan wanita itu..kau mengenalnya?"

__ADS_1


Wanita itu tersenyum..dia sangat mengenal wanita itu..karena ibu wanita itu telah menghancurkan kebahagiaan keluarga nya..dia tak terima dengan kehancuran keluarganya..dia akan membalas dendam pada wanita itu.


"Aku sangat tau dan kenal siapa wanita itu..sudahlah lebih baik kau pergi dari negara ini sebelum kau tertangkap dan membocorkan semuanya"


"Baiklah Cintya aku akan berlibur ke luar negeri..kau jaga diri baik-baik.. rahasia mu aman bersamaku"


"Baiklah hati-hati Kelly" mereka berpisah karena tak mau terlihat oleh anak buah pria yang dulu akan mereka hancurkan..mereka berdua sangat tau jika mengganggu keluarga Wilson maka kematian adalah hukuman yang tepat.


"Aku harus secepatnya menyingkirkan wanita itu jika tidak maka rahasiaku akan terbongkar" ucap Cintya setelah selesai mengirim pesan pada seseorang untuk melenyapkan Kelly.


Setelah itu Cintya kembali ke rumahnya..rumah yang dulunya lengkap dengan kehadiran Orangtua nya kini hanya ada dia dan ibunya..dia merindukan keharmonisan keluarga nya namun semua telah pupus sejak dia tau anak dari mantan kekasih ayahnya masih hidup dna ayahnya berusaha mencarinya.


"Aku akan membawa ayah kembali ke rumah ini..tenang mom sebentar lagi anak itu akan lenyap bersama dengan kembali nya kebahagiaan kita.. Cintya berjanji mom"


#Skip..........


"Good morning honey.. bagaimana tidurmu?"


"Oh God..morning too husband..badanku remuk semua karenamu"


"Hahahha.. maafkan aku jika tak bisa menahannya..kau terlalu indah untuk di anggurkan"


"Mulutmu manis sekali tuan suami"


"Aku selalu manis honey"


"Ya tuan kepedean..bantu aku mandi..badanku serasa patah"


Gian tertawa mendengar celotehan istrinya..dia senang akhirnya dia dan Rachel bisa kembali bersama setelah pejalanan panjang yang mereka lalui selama ini.


Selesai dengan urusan mandi keduanya kini tengah menyantap sarapan yang sudah mereka pesan..Rachel benar-benar seperti ornag kelaparan yang tak makan selama tiga hari..apakah Gian keterlaluan hingga Istri nya begitu terlihat kelaparan.


"Honey apa kau kelaparan?"


"Kau pikir setelah kau menerjangku berkali-kali perutku masih bisa kondusif..tenagaku sudah habis kau kuras sebagai kuda di atas ranjang tuan suami"

__ADS_1


"Hahahahhaha..hahahaha maaf honey..aku tak bisa mengontrol diri hahahha sorry"


Mereka makan dengan saling lempar candaan kadang Gian membuat Rachel kesal dengan celotehan nya..entahlah kehidupan mereka kini lebih berwarna dengan bersatunya ikatan di antara keduanya.


__ADS_2