Gadisku Super Polos

Gadisku Super Polos
Ep 50_Penculikan Calista


__ADS_3

Seminggu sudah Rachel di rumah masa kecil Gian..selama seminggu juga sikap Rachel lebih hangat walau masih ada ketus nya tapi Gian tak mempermasalahkan itu,yang penting setiap dia tanya Rachel pasti menjawab entah itu dengan ketus atau nada biasa..itu sudah satu kemajuan kecil baginya.


"Aku berangkat kerja dulu ya..titip anak-anak" ucap Gian menghampiri Ra hek yang masih di meja rias.


"Tenang saja mereka anak-anak ku" jawab Achel dengan ketus.


"Haha..iya iya baiklah aku pergi...take care .kalau ada apa-apa kabari aku..bye honey"


Gian akhirnya pergi setelah melabuhkan kecupan di kepala Rachel yang membuat Rachel merona dan menghangat hatinya.


Setelah Gian benar-benar pergi Rachel selesai bersolek dia akan membawa anak-anak untuk cek kesehatan tentu di temani Laura dan Genie pastinya.. Rachel tidak pernah pergi sendiri karena dia masih belum mengenal lingkungan sekitar.


"Achel apa kau sudha siap nak?" tanya Laura sambil menggendong Calista.


"Sudah mom..ayo" sambil meraih tas dan perlengkapan anak-anak nya.


Mereka bertiga berangkat setelah berpamitan dengan Rey..awalnya Rey ingin ikut namun dia ada urusan di kantor dengan Gian jadi terpaksa dia urungkan niatnya.


Sampailah mereka bertiga di rumah sakit tempat Rachel melahirkan kemarin..tak perlu mengantri karena Gian sudah membuat janji terlebih dahulu jauh-jauh hari sebelum nya.


"Selamat pagi nyonya Rey,nona Genie,dan nona Rachel" sapa sang dokter ramah pada ketiga wanita itu.


"Pagi dok"


"Baiklah..sekarang jadwal nya nona Rachel cek kesehatan juga baby imunisasi kan?"


"Benar dok"


"Baiklah biar baby imunisasi dulu baru setelah itu anda melakukan cek kesehatan..tidak apa-apa kan nona?"


"Tidak apa-apa dok"


Akhirnya para baby mwlakuakn imunisasi terlebih dahulu sebelum sang ibu melakukan cek kesehatan..selesai dengan urusan imunisasi kini giliran Rachel.


Tak berapa lama kemudian akhirnya selesai dengan segala urusannya..Rachel sudah benar-benar pulih dan fit seperti sedia kala..Laura dan Genie tentu sangat senang mendengar hal itu.


Ketiganya memutuskan untuk mampir ke restoran dulu karena jujur mereka kelaparan karena tadi belum sempat sarapan.


"Kau pesan apa Achel?"


"Pasta saja mom lebih simple"


"Ok..kau Genie?"


"Samakan saja mom..biar simple"


"Fine kita makan pasta saja pagi ini"


Akhirnya mereka makan pasta di pagi hari ini..biasanya mereka hanya sarapan sandwich atau roti selai dan nasi goreng karena itu lebih sehat.


"Mom Achel ke toilet sebentar ya..titip baby"

__ADS_1


"Pergilah..biar mom dan Genie yang menjaga mereka"


"Ok..Achel pergi dulu"


Setelah kepergian Rachel..Laura menerima telepon dari nomor tak di kenal..dia bernajak ke tempat yang sedikit sepi karena musik di restoran itu terlalu keras di telinga Laura.


Tinggallah Genie seorang di meja bersama ketiga baby itu..Genie yang haus terpaksa memesan minuman lagi dan meninggalkan ketiga baby yang masih terlelap itu.


Tanpa Genie sadari ada seseorang yang mendekati ketiga bayi itu.


Skip>>>>>>


"Bagaimana pekerjaan mu Gian?" tanya Rey pada Gian.


"Sepeti biasa dad"


"Bagaimana perkembangan hubungan mu dengan Rachel?"


"Sudah banyak kemajuan dad..1 bulan lagi kami akan menikah"


"Good job..lebih cepat lebih baik"


"Ya dad"


Rey dan Gian saking bertukar ide tentang membuka cabang baru perusahaan di negara A..mereka berdua begitu serius hingga suara telepon membuyarkan keseriusan di antara mereka berdua.


"Sebentar dad Gian angkat telepon dulu"


"Ya"


"Hallo Achel ada apa?"


"...."


"Apaaa..kenapa bisa seperti itu?"


"....."


"Ok baiklah kau tenang saja..biar aku yang urus masalah ini"


"...."


"Jangan khawatir aku akan menemukannya.. percayalah"


Sambungan telepon terputus..Gian mengusap wajah nya kasar..terlihat sekali Gian tengah marah..Rey menyadari ada ketegangan di wajah Gian.


"Ada apa son?"


"Calista.."


"Why?"

__ADS_1


"Di culik dad"


"What...kenapa bisa begitu?"


"Gian tak tau dad..kita pulang"


"Ya"


Gian dan Rey menuju rumah nya..mereka terlihat menahan amarahnya..siapa yang berani melakukan hal bodoh itu pada keluarganya..sialan tidak akan dia maafkan.


Sampailah mereka berdua di rumah..mereka turun dari mobil dan berlari masuk kedalam rumah dan menemukan Laura dan Genie tengah mencoba menahan Rachel yang hendak pergi.


"Achel..hey kenapa..mom ada apa?"


"Achel tadi menerima telepon dari seseorang Gian dan tiba-tiba Achel langsung ingin pergi"


"Lepaskannnn..aku ingin bertemu anakkuuu.. lepasssss" teriak Rachel berusaha memberontak dari rengkuhan Gian.


"Achel sadarlah.. jangan seperti ini..ada apa Achel?"


"Anakku..hiks..anakku"


Sampai akhirnya Rachel tak sadarkan diri karena lelah dan begitu syok menerima kenyataan bahwa anaknya di culik.


"Achel"


"Bawa ke kamarmu Gian"


"Iya mom"


Gian membawa Rachel ke kamar mereka..dia membaringkan Rachel perlahan..Gian mengambil minyak telon untuk merangsang Rachel.


Setelah beberapa saat kemudian Rachel sadar..Gian memeluknya erat.


"Katakan padaku..ada apa?"


Anakku Gian..anakku"


"Aku tau sayang..katakan ada apa?"


"Dia..mereka..hiks..mereka.. menculik anakku Gian..anakku hiks huhuhuhu"


"Siapa mereka sayang,katakan"


"Ken..Naomi.. mereka..mereka hiks.."


"Baiklah aku mengerti..kau tenang saja aku akan membawa anak kita kembali dengan selamat.. istirahatlah"


"Tidak Gian..jika aku tidak datang maka anakku hiks...huhuhuhu..aku ingin mencari anakku Gian"


"Tenangkan dirimu sayang..jangan seperti ini"

__ADS_1


Gian terpaksa menyuntikkan obat penenang pada Rachel agar Rachel lebih tenang..dia tak mau Rachel sakit karena masalah anak mereka.


"Tenang saja sayang..aku akan membunuh siapapun yang melakukan hal ini pada kita..aku bersumpah atas nama anak kita"


__ADS_2