
"Kami pulangggggg" ucap Gian setelah berhasil mendaratkan kakinya di atas lantai mengkilap ruang tamu kediaman Rey.
Laura, Nila, Arny juga para suami langsung menoleh kearah suara..mereka terkejut karena melihat anak dan cucunya sudah sampai di rumah dengan selamat..mereka bergegas menghampiri Gian dan keluarga kecilnya.
"Oh My God triple.. Grandma Miss you all" ucap Laura berjalan dengan cepat dan langsung merengkuh tubuh ketiga bocah gembul itu.
"Kalian sudah kembali..kenapa cepat sekali?" tanya Rey menggendong Calista dan menciumi seluruh wajah bocah gembul itu.
"Astaga dad..2 Minggu di sana apa masih kurang lama?" ucap Gian ketus.
"Hahahha dad tau kau pasti kurang puas karena ada ketiga bocah ini kan maka dari itu kau pulang lebih cepat hahaha" ejek Rey ketika tau inti permasalahannya.
Gian hanya mendengus mendengar kata-kata Daddy nya..yang Rey ucapkan itu benar semua..dia tak puas karena ketiga bocah itu selalu saja mengacaukan momen intim nya dengan Rachel yang sudah semakin banyak mengingat kembali jati dirinya.
"Sudahlah dad..aku titip ketiga bocah itu..aku mau bikin cucu keempat buat kalian..ayo honey"
Sedangkan Rachel jangan di tanya wajahnya berubah merona karena perkataan Gian yang terlalu blak-blakan pada orangtuanya juga di tambah uncle dan auntynya.
"Baiklah..pergilah buatkan cucu keempat buat kami" ucap Erick menimpali.
__ADS_1
"Ya benar buatkan cucu keempat buat aunty" tambah Nila.
"Benar Gian semangat jangan kasih kendor" tambah Bastian.
"Jangan sampai encok Gian..kasihan Rachel nya" tambah lagi Arny.
Laura hanya geleng-geleng kepala melihat tingkah suami dan adik iparnya.. benar-benar tidak ada yang berubah..dari dulu selalu saja begitu.
"Baiklah dad,mom,uncle, aunty..kami masuk dulu..bye anak-anak Daddy jangan nakal" pamit Gian pada semuanya dan menyeret Rachel lembut.
Rachel hanya tersenyum menanggapi Gian yang blak-blakan.. dia tak tau lagi sejak dia sudah bisa mengingat kembali tentang mereka kini dia semakin di buat malu oleh Gian.
Sampailah Gian dan Rachel di kamar mereka..Gian langsung menyerang Rachel dengan ciuman panasnya..sungguh hassrat yang telah dia pendam sejak di tempat berliburnya kemarin kini harus di tuntaskan jika tidak maka dia akan semakin uring-uringan.
"Maaf honey..aku tak sabar lagi menuntaskan sesuatu yang sudah sejak lama aku pendam"
"Iya tapi pelan-pelan sayang"
"Ok i'll be slowly honey"
__ADS_1
Benar saja Gian semakin lembut memainkan bibirnya dan tangannya jangan di tanya.. tangannya sudah berkeliaran bebas ntah kemana menjelajahi surga dunia dan pemandangan tiada duanya bagi dirinya.
Gian mulai membuang seluruh penutup yang ada di tubuh masing-masing..dengan tidak sabarnya Gian menyobek kain mahal yang harganya mungkin bisa membeli 5 buah sepeda motor.
"Aku sudah tak tahan honey..aku akan memulai nya"
"Baiklah do it sayang"
Akhirnya pertempuran panas di atas ranjang pun terjadi oleh dua insan yang kini tengah di mabuk cinta dan gairrah.
Gian begitu bahagia karena sang istri sudah semakin membaik kondisinya juga ingatan masa lalunya sudah mulai terlihat jelas..hal itu lah yang membuat gairrah Gian memuncak karena dia tak perlu lagi terlalu khawatir jika ingin bercinta dengan sang istri di karenakan masalah kondisinya.
"Honey ah kau sungguh luar biasa" ucap Gian saat merasakan kenikmatan yang sesungguhnya.
Mereka berdua melakukan penyatuan berkali-kali selama tenaga mereka masih ada..Gian benar-benar membalas kekesalan nya sewaktu liburan kemarin.
**
**
__ADS_1
Maaf author belum bisa up banyak di karenakan masih dalam kondisi berdukacita..jika sudah lebih membaik author akan fokuskan ke novel ini.
πππ.