Gadisku Super Polos

Gadisku Super Polos
Ep 58_Mencari Bukti Masa Lalu


__ADS_3

"Richie bagaimana perkembangan nya?" tanya sang ayah.


"Masih belum menemukan petunjuk dad..tapi Gian juga membantu mengurus masalah ini.. kemungkinan untuk mendapat petunjuk lebih besar" jelas Richie pada sang ayah.


"Baiklah..dad tak sabar untuk membunuh Maxton Miller sialan itu..balaskan kesakitan mommy dan adik mu nak"


"Of course dad..tenang saja Rich akan membalasnya berkali-kali lipat dari yang mommy dan Bella dapatkan"


Richie dan ayahnya menuju ruang makan..mereka sarapan bersama dengan sang nenek..neneknya lah yang selalu menguatkan dan memberi semangat pada kedua pria itu jika dalam keterpurukan.


Dulu saat tau Liona meninggal tuan Jacob bahkan hampir depresi karena tak terima dengan kematian mantan istrinya..nenek atau ibu dari Liona selalu menguatkannya dan mengingatkan nya bahwa ada seorang anak yang masih harus dia jaga dan cari keberadaan nya selain Richie.


Meskipun dia mantan menantu keluarga Collins namun tak sekalipun mereka menganggap mantan mertua dan menantu..ibu Liona selalu menganggap nya sebagai menantu di rumah itu hingga kini.


"Rich apa kau sudah menemukan bukti-bukti nya nak?"


"Belum Grandma.. bersabarlah suami Bella juga ikut andil dalam mencari bukti-bukti itu" jelas Richie memberi penjelasan pada sang nenek.


"Baiklah..lakukan perlahan dan tetap aman.. Grandma tak mau kalian terluka..cukup kehilangan Bella saja yang pernah kita alami dan jangan lagi Grandma tak sanggup"


"Iya Grandma..kami akan berhati-hati..kami tau Maxton Miller itu sangat licik tapi dia tak tau Keluarga Wilson lebih cerdik..tenang saja jika keluarga Wilson turun tangan maka di pastikan akan terbuka semua Grandma"


"Ya kau benar Rich.. keluarga kita beruntung Bella mendapatkan seorang laki-laki yang begitu menyayanginya"


#Skip......


"Hubby kapan Gian dan Achel akan kembali.. sepertinya Calista rindu dengan Mommy nya"


"Nanti siang katanya baby..hey cucu Grandpa jangan nakal ya..mommy dan Daddy mu sedang buat adik untuk mu"


Plak....


Satu pukulan mendarat di bahu Rey tentu saja itu dari Laura..memang siapa lagi yang berani dengan Rey jika bukan sang pawang yaitu Laura.


"Kalau bicara itu di filter Pak tua" sengit Laura yang kesal dengan celotehan suaminya.


"Hehe sorry baby..memang begitu kan..kita juga pernah baby"

__ADS_1


"Sekali lagi kau bicara begitu jatah Jono selama sebulan hangus"


"Oh no baby..ok aku diam"


Mereka bermain dengan Calista sedangkan Denish dan Danish tengah sibuk bersama aunty mereka yaitu Genie,Via,dan Grace..mereka begitu tergila-gila dengan bayi tampan itu.


#Di kamar Genie.....


"Woahhhh lihatlah caranya menguap benar-benar elegan" cetus Genie yang kagum dan gemas dengan kedua bayi tampan itu.


"Kau benar Genie..wah..mereka memang benar keturunan keluarga Wilson..lihatlah menawan,elegan,dan juga berkharisma..aku jatuh cinta pada ketiga bayi ini" ucap Via yang tak kalah gemash nya.


"Kalian terlalu lebay.. mereka memang tampan dan menggemaskan karena orangtua nya juga begitu huh..dasar kalian..hey boy jangan dengarkan aunty somplak kalian ya..mereka memang setengah gila" celetuk Grace.


Via dan Genie hanya memberangut mendengar kata-kata Grace..di sini Grace itu lebih pendiam dna irit bicara tapi jika sudah akrab maka cerewetnya melebihi emak-emak yang nggak dapet bansos.


Mereka bertiga bermain dengan kedua bayi gembul itu hingga tak terasa hari sudah mulai siang..Rachel dan Gian juga baru saja kembali..hal pertama yang mereka cari adalah ketiga buah hatinya.


"Denish, Danish, Calista Daddy pulang sayang"


Gian sudha berada di kamar anak-anaknya namun kosong..dia tau ini pasti ulah Grandma dan para aunty nya.


Ceklek.....


"Hey girls.. anak-anak ku mana?" tanya Gian yang baru masuk kedalam kamar Genie.


"Astaga boy lihatlah Daddy mu sudah datang..menyebalkan bukan" celetuk Genie yang tak suka waktu bermainnya di ganggu.


"Hey anak nakal kau tak suka Kaka kembali hah..adik kamvret kau"


"Ishhh lagian kenapa cuma sehari sih di hotelnya..kenapa nggak seminggu aja coba kan kita bisa puas main sama tiga keponakan kita" ucap Via juga kesal dengan Gian.


"Benar..kami masih ingin bermain jadi pergi saja sana" timpal Grace menambahkan.


Gian tak percaya dengan pendengaran nya.. apakah dia sedang di usir ketiga adiknya..astaga benar-benar tidak bisa di biarkan ini.


"Hey bocah nakal..aku itu Daddy nya anak-anak kalian tak boleh dekat-dekat awas minggir nanti anaku ketularan somplak nya"

__ADS_1


Ketiga wanita itu langsung menghadiahkan Bogeman untuk Gian..Gian meringis mendapatkan bogem mentah dari tiga gadis garang yang menjelma sebagai aunty si kembar.


"Hey ampun..ampun..oke..aku menyerah..astaga gadis-gadis ini menyeramkan sekali"


Gian memutuskan untuk meninggalkan kamar Genie karena ada tiga gadis garang yang siap menghajarnya..dia kembali ke kamarnya dan menemukan Rachel baru selesai mandi.


"Honey apa kau menggodaku hm?"


"Ishhh apa sih sayang..kau itu ada-ada saja.. sana mandi"


"Honey aku menginginkan nya"


"No mandi dulu"


"Pleaseeee"


"Astaga kenapa aku serasa mempunyai 4 bayi sekarang"


"Karena aku bayi besarmu"


"Huhh.. terserahlah"


Gian menggendong Rachel menuju peraduannya..mereka mengulangi lagi kegiatan panas nya hingga sore menjelang.


Rachel bangun karena dadanya terasa sakit akibat belum memerah ASI nya..dia lupa tadi habis mandi dia ingin memerah ASI nya namun karena bayi besar nya dia jadi lupa dan lihatlah sekarang dia kesakitan.


"Haishhhh benar-benar bayi besarku yang manja"


#Skip........


"Astaga dompetku dimana ya..hishhh kenapa selalu kelupaan..kemarin ponsel tertinggal di supermarket dan untungnya ada laki-laki yang berbaik hati mengembalikan ponselku..sekarang dompet aishhh benar-benar ceroboh kau Lexa"


Akhirnya Alexa memutuskan untuk kembali ke rumah sewanya dan mengambil dompetnya..dia hendak bekerja di cafe karena dari situlah dia bisa bertahan hidup..dia tak mau keluarganya mencampuri urusan nya..dia ingin bebas melakukan apapun sesuai keinginan nya.


Sesampainya di rumah dia menuju kamarnya dan mengambil dompetnya benar saja dompetnya masih ada di atas meja nakas di kamarnya.


"Untung bukan di tempat lain..aku benar-benar sudha semakin tua seperti nya"

__ADS_1


Setelah mengambil dompetnya Alexa kembali ke tempat kerjanya..dia mulai bekerja melayani pengunjung juga membersihkan meja-meja yang kotor.


Dia tak malu meskipun anak orang kaya namun dia bukan pemilik kekayaan itu jadi dia akan mencari kekayaannya sendiri dari hasil keringatnya sendiri bukan hanya mengandalkan keluarga.


__ADS_2