
#Flashback Penyiksaan Naomi.....
Richie berjalan menuju ruangan dimana Naomi berada..tangannya sudah gatal ingin menghajar orang yang sudah berani membuat sang adik hampir depresi.
"Bawa perempuan jallang itu ke hadapan ku"
Anak buah Gian membawa Naomi pada Richie.. Richie hanya duduk sambil melihat Naomi berteriak-teriak meminta di lepaskan juga sumpah serapah dan umpatan-umpatan untuk nya.
"Lepaskannnn akuuuu brengsek arghhhhh..lepaskannnn"
"Sialan kalian semua..aku akan membunuh kaliannnnnn arghhh.."
"Aku bersumpah akan membunuh kalian jika aku bisa lepas dari sini..brengsek kalian arghhhh"
Kira-kira begitulah ucapan,umpatan,dan sumpah serapah yang Naomi lontarkan..Richie hanya mendengarkannya dengan malas dan menganggap hanya suara kodok saja.
"Sudah puas ngocehnya..jika belum silahkan lanjutkan lagi aku masih bisa mendengarkan mu"
"Lepaskan aku sialannnnnn"
"Hey yang sialan itu kau bukan aku..apa kau sudah hilang akal karena di tahan di sini..wah benar-benar hebat"
"Apa maumu brengsekkk"
"Hey nona santai sedikit..jangan terlalu emosi nanti cepat tua bagaimana..apa kau tak malu dengan para binatang buas itu yang melihatmu berteriak-teriak sedari tadi haah"
"Urus saja urusan sialan..cepat lepaskan akuuuu"
"Hishhhh benar-benar kau audha tak sabar ya untuk bermain..baiklah ayo kita mulai permainannya..kalian bertiga (Memanggil 3 orang pengawal Gian)"
"Ya tuan"
"Apa kalian mau bermain sebentar dengan dia?"
"Bolehkah tuan"
Sure..lakukanlah..anggap aku tak ada..nikmati sepuas kalian lakukan apapun yang ingin kalian lakukan padanya"
"Terimakasih tuan..ayo kita bermain"
Tiga anak buah Gian langsung bermain dengan buas..mereka bahkan tidak peduli dengan keberadaan Richie yang masih menonton dengan anteng.
"Arghhhh lepaskan akuuu..menjauh arghhh jangan sentuh aku brengsek"
"Jangan mendekat arghhhhhh jangannnnn"
Richie hanya diam..tak tergoda..dia malah jijik mendengar suara Naomi..dia ingin muntah.
Richie mengambil ponselnya dan berkirim pesan dengan Rachel..dia sudah merindukan adik kecilnya..astaga apakah dia sangat lebay,baru berpisah 2 jam saja sudha rindunya setengah mati.
'Bella kau sedang apa, princess dan Prince rewel tidak?'
5 menit kemudian
__ADS_1
'**Aku sedang bermain dengan mereka ka,mereka sangat lucu dan tidak rewel sama sekali,kapan Kaka dan Gian pulang?'
'Sebentar lagi Kaka dan Gian pulang'
'Baiklah makan siang di rumah awas jangan sampai terlambat'
'Siap Bu bos**'
Setelah berkirim pesan Richi melihat lagi ketiga anak buah Gian yang masih asik bermain.. sepertinya sebentar lagi akan selesai.
Benar saja 10 menit setelahnya mereka sudah selesai.
"Maaf tuan sudah membuat anda menunggu lama"
"Santai saja..apa kalian menikmatinya?"
"Hehe iya tuan.. terimakasih"
"Hahaha tidak apa-apa..baiklah siapkan semua yang ku perlukan untuk menghajar wanita itu"
"Baik tuan"
Setelah semuanya siap Richie mengambil satu belati yang sudah di asah terlebih dahulu..kecil,tipis,namun sangat tajam..wah Gian memang sudah mempersiapkan segala sesuatunya dengan baik.
Richie mendekat kepada Naomi yang sudah tergolek lemah di lantai penjara markas kematian milik Rey.
"Apa kau masih sanggup bermain nona?"
"Hahaha sudah tidak usah banyak bicara lagi..apa kau ada campur tangan dalam kematian Liona ibu Rachel?"
"Untuk..apa..kau..berta..nya..tentang..jallang..itu..hah?"
Srettt....
Richie merobek tulang pipi Naomi.
"Arghhhhh sakit"
"Itulah akibatnya karena kau berani menghina wanita itu..kau tau siapa wanita itu..dia adalah ibu kandung ku yang ayahmu pisahkan dengan cara liciknya..cih..aku ingin sekali membunuh kalian semua saat ini juga"
"Hahahaha..jadi kau anak jallang itu hahahaha"
Crashhh.....
Richie memotong jari tangan Naomi.
"Arghhhhhh...sialannn kau.."
"Aku sudah bilang jangan menghina nya karena dia lebih terhormat darimu..katakan jika kau ingin hidup lebih lama"
"Hahaha tidak..akan.. arghhhhhh"
Crashhh.....
__ADS_1
Richie lagi-lagi memotong jari tangan Naomi tanpa bekas kasih..kelima jari tangan Naomi sudah hilang..Tiger setia di samping Richie..walau baru pertama melihat Richie namun aura seperti Gian, Gio,dan Rey terpancar dari wajahnya maka dari itu Tiger tak banyak tingkah.
"Kau mau langsung mati atau kematian menyakitkan?"
"Bunuh aku sialan.. uhukk"
"Tidak semudah itu nona.. baiklah kau tak mau bicara maka selamanya akan ku buat kau bungkam"
Sreeet.....
Robek sudah mulut Naomi..tak bisa di gunakan lagi karena Richie benar-benar membuat Naomi bungkam selamanya.
"Ambilkan pedang itu..aku akan memberikan kematian yang sangat menyakitkan untuk jallang seperti nya"
"Baik tuan"
Anak buah Gian mengambil pedang yang di minta Richie dan memberikannya pada Richie..Richie tersenyum miring melihat betapa tajam dan mengkilap nya pedang di tangannya.
"Wah..Gian memang terbaik..good job"
Naomi mendelik melihat pedang yang ada di tangan Richie..habislah kali ini..dia sudah salah mencari lawan..andai dia bisa memutar kembali waktu dia pasti tak akan pernah mau mempunyai masalah dengan Rachel dan keluarga nya.
"Habisi dia dengan perlahan..berikan kematian paling menyakitkan untuk nya..dia harus merasakan balasan atas segala perbuatannya pada adikku Rachel"
#Flashback end.......
Sebelum meninggalkan Naomi Richie memotong tangan dan kakinya terlebih dahulu sebagai tanda pembalasan untuk adiknya.
Anak buah Gian langsung mengeksekusi Naomi..mereka menghajar habis Naomi yang sudah tak bisa berbuat apapun lagi.. Richie keluar dari ruangan penyiksaan itu.
"Ternyata hanya kotoran saja..cih..aku harap kalian semua akan mendapatkan balasan yang setimpal atas semua penderitaan adik dan ibu ku..menderita lah kalian di neraka"
Richie menuju ruangan dimana Gian beristirahat jika telah melakukan eksekusi..ketika masuk terlihat Gian sudah duduk sambil memegang ponselnya dan tersenyum.
"Apa kau sudah mulai gila?" tanya Richie yang baru masuk.
"Brengsek kau..aku hanya sedang melihat ketiga anakku yang sangat aktif.. bagaimana apa menyenangkan?"
"Membosankan..tidak ada satupun informasi yang dia ucapkan..aku bukan tipe pria penyabar jadi jika dia masih bungkam maka akan ku buat dia bungkam selamanya"
"Hahaha terserah kau saja.. sebaiknya kita pulang saja Rachel sudah menunggu di rumah"
"Oke"
Gian dan Richie pulang..mereka rindu dengan Rachel..lebay sekali dua orang itu padahal baru saja meninggalkan rumah 3 jam yang lalu.
Sampailah mereka di rumah..Richie turun terlebih dahulu dan membuat Gian berteriak tidak terima karena di dahului oleh Richie.
"Heyyy sialan kau..jangan mengambil jatahku brengsekkk arghhh"
Gian ikut berlari dan masuk kedalam..Richie sudah memeluk Rachel dengan mengejek Gian..Gian kesal karena jatahnya di ambil oleh Richie.
"Kalian ini sudah besar masih saja cemburu- cemburuan begitu..memalukan" ucap Laura yang baru sampai dan melihat tingkah kedua orang itu.
__ADS_1