
Hari semakin gelap..Rachel pulang dengan kondisi yang sedikit kusut karena hari ini benar-benar lelah.
Dia masuk kedalam apartemen..kaki ini dia tak melepaskan pakaiannya karena dia sangat lapar jadi dia memilih makan dulu sebelum berendam.
"Achel lelah sekali..lapar juga..ah..ada makanan apa ya di lemari?"
Rachel tampak membuka lemari penyimpanan makanan..dia tak menyadari ada seseorang yang tengah memperhatikannya sedari tadi.
"Kau sedang apa Achel?"
"Mencari makanan"
"Oh"
"Iya..Achel lap...-"
Achel menghentikan ucapannya ketika menyadari ada seseorang di dalam apartemennya..dia menoleh kebelakang dan melihat Gian tengah menatapnya dengan tatapan penuh rindu.
"Gian.. it's you..really..oh my God..arghhhhh"
Rachel langsung bangkit dan melompat kedalam pelukan Gian..Gian sendiri sempat sedikit mundur karena tindakan Rachel yang tiba-tiba.
"Astaga kau ini.. bagaimana kalau kita jatuh bersama-sama hm?"
"Achel merindukan mu Gian"
"Aku juga.. bagaimana kejutannya?"
"Ishhh menyebalkan"
"Sudah jangan ngambek..ayo makan aku sudah menyiapkan makanan untuk mu"
"Kau masak?"
"Of course"
"I love you"
__ADS_1
"Love you more"
Gian membawa Rachel ke meja makan dengan masih di gendongannya..bagi Gian tingkah absurd Rachel sangat menyenangkan..dia suka dengan sikpa manja Rachel padanya.
"Woahhhh kau hebat..ini pasti enak?"
"Tentu saja..special for you"
"Thank you..suapi aku"
"Ok"
Gian menyuapi Rachek dengan telaten..dia melihat tubuh Rachel sedikit kurusan..dia tidak suka..apakah dia akan tinghak lebih lama di sini untuk mencukupi kebutuhan gizi Rachel.
"Apa saja yang kau makan selama ini..kenapa badanmu kurus?"
"Hehe..Achel akhir-akhir ini sibuk sekali jadi hanya makan mi instan..maaf"
"Astaga..huhhh..apakah aku harus tinggal lebih lama di sini agar kau bisa makan makanan bergizi hm?"
"Kau ini..sudahlah lain kali pikiran kondisi mu juga Achel..jangan makan mi instan terus tidak baik kau mengerti?"
"Iya Achel mengerti..maaf"
"Sudah kali ini aku maafkan..lain kali jangan di ulangi lagi"
"Iya "
Acara makan pun selesai..mereka kini sedang di ruang tamu untuk menikmati waktu bersama.
"Gian.. apakah Achel bisa berhasil dalam proyek ini?"
"Why..kau ragu?"
"Jujur Achel sedikit tak percaya diri..Achel sudah berusaha semaksimal mungkin..tapi Achel takut hasilnya tidak seperti yang di harapkan"
"Hey look at me"
__ADS_1
Rachel melihat Gian..matanya menenangkan hati Rachel..dia beruntung di cintai oleh pria seperti Gian.
"Apakah kau akan menyerah sebelum berperang?"
Rachel menggeleng.
"Lalu kenapa kau ragu..setiap usaha pasti akan mengalami oasnag naik dan surut.. begitupun denganku..aku juga begitu Achel tapi aku harus optimis aku pasti bisa karena aku hebat..berilah semangat pada dirimu sendiri kau paham?"
Rachel mengangguk.
"Bagus..kau itu hebat..aku memilihmu karena kau hebat Achel..kau kuat dan bekerja keras..jadi percayalah pada dirimu dan tim mu bahwa kalian pasti bisa melakukannya dengan baik"
"Terimakasih Gian.. terimakasih"
"Sama-sama..sudah jangan lesu begitu..semangat"
Rachel menatap Gian dengan intens..mereka kini saling tatap..ada kerinduan yang dalam di antara mereka..mata Gian tak beralih sedikit pun dari bibir manis Rachel.
Perlahan Gian mendekatkan wajahnya pada Rachek sedetik kemudian bibir keduanya sudah bersatu dengan sempurna dan saling memagut satu sama lain.
Gian semakin memperdalam pagutannya..dia suka dengan bibir Rachel yang menurut nya manis dan lembut.
Tak ingin kelepasan akhirnya Gian menyudahi sesi kissing nya..dia memeluk Rachel dengan erat untuk menyalurkan kerinduan nya selama ini..dia hirup aroma khas Rachel dalam-dalam agar dia bisa menyimpannya untuk nanti di saat dia merindukan Rachel.
"Sudah malam..ayo tidur"
"Hm..ayo"
Mereka tidur seranjang berdua..sudah biasa mereka begitu..meski tidur seranjang berdua namun tak terjadi hal-hal yang tidak-tidak..mereka masih tau batasnya..mereka akan menyimpannya untuk malam pengantin nanti.
"Good night..sleep well baby"
"You too My Prince"
Mereka saling berpelukan..tak ada rasa canggung lagi seperti di awal-awal..kini Rachel sepenuh nya terbuka pada Gian..lain halnya jika sednag bersama timnya atau orang lain.
Rachel akan bersikap ketus dan pendiam seolah-olah hanya angin saja..Rachel akan menjaga hatinya dan dirinya hanya untuk Gian seorang..dia sudah memantapkan hati nya hanya pada Gian.
__ADS_1