
Seminggu sudah Rachel kembali dan tinggal bersama keluarga nya lagi selama seminggu itu juga perasaan dan ingatan Rachel perlahan mulai menmukan titik terang nya.
Rachel sudah bisa mengingat sebagian ingatannya tapi sebagian lagi masih samar..hal itu sangat membuat keluarga nya bahagia..tak lupa pula Rachel berkunjung ke rumah bibi Tara dan suaminya..Rachel tidak akan lepas tangan pada meteka karena apa mereka yang telah berjasa dalam kembali nya Rachel.
Keluarga Wilson memberikan banyak hadiah sebagai ucapan rasa terimakasihnya atas kebaikan hari kedua orang itu yang mau merawat orang asing yang bahkan tidak mereka kenal sebelumnya.
"Honey apa kau sudah siap?" tanya Gian ketika masuk kedalam kamar.
"Sudah sayang..ayo berangkat.. anak-anak bagaimana?" tanya Rachel tentang anak-anak.
"Mereka aman honey..ayo"
Akhirnya Rachel dan Gian berangkat menuju suatu tempat yang tidak dia ketahui sama sekali..Gian hanya berkata bahwa mereka akan berlibur ke suatu tempat yang indah.. akhirnya Rachel menyerah dan memilih mengikuti kemauan Gian.
Tak berapa lama kemudian mereka telah sampai di landasan pacu pribadi keluarga Wilson yang ada di negara A..ya keluarga Wilson memiliki dua landasan pacu pribadi yang seperti bandara tapi versi mini nya.
"Wait..jangan bilang kita mau keluar negeri?"
__ADS_1
"That's right honey.. let's go"
"Astaga Gian..kau itu selalu seenaknya sendiri..huhhh"
"Sudahlah honey ikut saja atau aku akan menerimamu di sini di depan pegawai Daddy"
"Ishhh iya..iya"
Gian dan Rachel beserta ketiga anaknya memasuki pesawat pribadinya.. ekspresi Rachel masih sama seperti dulu yang begitu kagum dan takjub melihat kemewahan di depan matanya.
"Haha masa sih sayang.. berarti aku senorak itu ya?"
"Bukan norak honey hanya saja kau tidak pernah melihat pemandangan seperti ini.. sudah lebih baik duduk atau mau ke kamar istirahat "
"Istirahat saja.. anak-anak bagaimana kalau kita istirahat?"
"Tenang ada pengasuhnya..mereka juga sudha tidur..ayo"
__ADS_1
Gian dan Rachel memutuskan untuk beristirahat di kamar dalam pesawat pribadi nya.. sebenarnya itu hanya akal-akalan Gian saja agar bisa dapat jatah lagi karena entahlah sudah menjadi kebiasaannya.
Rachel tidak curiga sama sekali karena memang dia mudah lelah akhir-akhir ini..badannya lemas kadang puaing Rachel selalu menjalani gaya hidup sehat karena dia ingin segera sembuh dan juga sehat selalu agar bisa menjaga keluarga nya.
"Honey apa kau tak ingin bermain hm?" tanya Gian dengan naffsu yang sudah memburu.
"Emhh..G..Gi..an"Rachel melenguh ketika bibir Gian sudah membuat jejak di area leher yang membuat Rachel menginginkan lebih.
"Why honey..so you want it?" ucap Gian tersenyum karena rangsangan nya berhasil membuat Rachel menginginkan lebih.
"Y..ye..ah..d..do it ahh" jawab Rachel yang sudah berselimutkan kabut gairrah.
"Ok honey..as your wish"
Gian begitu semangat untuk melakukan olahraga idaman nya..dia masih saja menciumi leher Rachel hingga bahu nya kemudian tangannya tidak tinggal diam saja.. tangannya itu sudah membuka kain yang melekat pada tubuhnya dan Rachel..setelah sudah sama-sama pollos Gian membaringkan Rachel di atas kasur empuk yang ada di sana.
"Akan ku buat kau melayang honey.. nikmatilah service terbaik dari ku..cup"
__ADS_1