
"Rachel..dia..hiks..dia..koma" ucap Rey lemah.
Duar......
Bagai petir menyambar semua orang yang ada di sana termasuk seornag pria yang baru saja sampai tak sengaja mencuri dengar keadaan ibu dari anak-anaknya.
"Apa Daddy bilang..?" ucap Gian mendekati Rey.
"Gian"
Semua orang yang ada di sana terkejut melihat kedatangan Gian yang begitu tiba-tiba..bahkan Rey pun terkwjut mengetahui sang putra sudah berdiri di belakangnya dan mendengarkan semua perkataan nya.
"Jawab dad..Daddy bercanda kan?" tanya Gian sekali lagi untuk memastikan.
Rey hanya diam..dia tak tau harus bagaimana menyikapi dan menjelaskan kondisi Rachel saat ini.
"DAD" teriak Gian ketika emosi nya sudah tak bisa terkendali lagi.
"Gian tenangkan dirimu nak..jangan seperti ini" Laura memeluk Gian erat menenangkan sang putra.
"Rachel koma karena mengalami pendarahan hebat setelah melahirkan" ucap Rey tertunduk.
"Ka Achel..hiks..nggak mungkin..nggak mungkin ka Achel koma dad...hiks..bahkan ka Achel belum melihat anak-anaknya hiks" ucap Genie histeris.
Gia memeluk sang adik bungsunya..dia tau sedekat apa Rachel dengan Genie..Genie pasti terpukul dengan kenyataan ini..dia juga sedih walaupun tidak begitu dekat tapi Gia tau Rachel itu gadis baik-baik.
"Genie jangan seperti ini..doakan Rachel semoga cepat sadar..jangan lemah Genie" ucap Gia menenangkan.
__ADS_1
Sementara di ruang perawatan suster sempat mengecek keadaan Rachel..suster masuk dan memeriksa keadaan Rachel kemudian dia berlari keluar memanggil dokter.
"Dokterrrr..dokter.." panggil suster itu.
Tak berapa lama dokter datang dan langsung memeriksa. Rachel..tampak semua tenaga medis tengah berjuang mengembalikan Rachel.
"Nona bertahanlah ku mohon..kembalilah nona..kasihan anak anda" ucap dokter itu sambil menekan terus alat pompa jantung itu pada dada Rachel.
Setelah berjaung selama 30 menit akhirnya Rachel kembali pada mereka lagi..dokter itu bisa bernafas lega karena berhasil membawa Rachel kembali.
Dokter itu keluar di ikuti perawat tadi setelah memastikan keadaan Rachel baik-baik saja.
"Bagaimana dok keadaan putriku?" tanya Laura.
"Keadaan nona sudah baik-baik saja..tadi memang kami sempat kehilangan detak jantung nona tapi syukurlah nona kembali lagi dan bisa berkumpul bersama keluarga lagi.
"Ya mom"
Gian masuk kedalam kamar rawat Rachel..dia melihat wanita yang dia cintai terbaring lemah di brankar rumah sakit..sakit..perih..ngilu yang Gian rasakan ketika melihat keadaan Rachel.
"Achel maafkan aku..bangun sayang.. lihatlah anak kita.. Mereka membutuhkanmu sayang..jangan hukum aku seperti ini Achel hiks..maafkan aku..bangunlah Achel"
Gian terus mengutarakan isi hatinya meskipun Rachel tak membalas ataupun merespon ucapannya..Gian sangat merasa bersalah dan amat sangat menyesal jika mengingat kembali kesalahan fatalnya.
"Gian sudah lebih baik kau lihat anak-anak mu dulu..biarkan Achel mommy yang jaga..mereka butuh perhatian mu juga" ucap Laura menyarankan.
"Maafkan Gian mom..Gian begitu bodoh menyia-nyiakan kesempatan yang Gian miliki..Gian sangat menyesal mom..hiks"
__ADS_1
"Sudahlah Gian..inilah kesempatan mu membuktikan bahwa kau sangat menyesal..buktikan seberapa besar penyesalan mu terhadap Rachel..buktikan bahwa kau mencintai nya meskipun kemungkinan kecilnya sangat tipis untuk bertahan"
"Nggak mom Achel pasti bangun..dia pasti sembuh..mommy percaya sama Gian kan..jangan berkata seperti itu mom..Gian nggak akan sanggup tanpa Achel hiks..Achel pasti sembuh"
Laura semakin memeluk Gian..dia tau kondisi Rachel karena dia pernah mengalaminya dulu..Laura hanya berharap semoga Rachel cepat sadar dan kembali bersama keluarganya juga anak-anaknya.
Gian menuju ruangan bayi dimana anak-anak nya berada.. sampailah dia di depan ruangan bayi..Gian masuk setelah memakai baju khusus yang di sarankan oleh pihak rumah sakit demi keselamatan dan keamanan bayi.
"Silahkan tuan..mereka anak-anak anda" ucap dokter yang menangani ketiga bayi Gian.
"Terimakasih"
Dokter itu meninggalkan Gian bersama ketiga anaknya..kedua bayi laki-laki nya sangat sehat namun berbeda dengan bayi perempuannya yang masih dalam inkubator karena kondisi tubuhnya tidak sesehat kedua kakak lelakinya.
"Danish Reyhan Wilson,Denish Jade Wilson,Calista Florencia Wilson..kalian anak-anak hebat..bantulah mommy kalian sembuh nak..kalian mintalah pada Tuhan agar mommy kalian cepat sembuh..Daddy minta maaf nak hiks..Daddy bersalah pada kalian terutama mommy kalian..Daddy sangat menyesal dengan perbuatan Daddy nak hiks..maafkan Daddy nak..maafkan Daddy..Daddy menyayangi kalin"
Gian menggendong satu persatu anaknya.. Danish dan Denish seperti nya sangat nyaman berada di gendong sang Daddy..mereka anteng dan tak bergerak-gerak.
Gian beralih pada putri kecilnya..sakit hatinya melihat ankanya yang masih kecil harus bertahan menggunakan selang-selang pada tubuh kecilnya..sakit sekali..kenapa tidak dia saja yang berada di kondisi itu..kenapa tuhan mengujinya terlalu berat.
"Bertahanlah sayang..kau putri Daddy yang hebat..kau harus bisa melawan nya..kau kuat sayang..Daddy selalu bersamamu..bertahanlah dan berjuanglah bersama Daddy..maafkan Daddy sayang Daddy janji tidak akan mengulangi kesalahan Daddy lagi..Daddy berjanji akan menuruti semua keinginan mu jika kau sembuh nanti sayang..bertahanlah untuk kami sayang"
Lama Gian berbincang dengan ketiga anaknya hingga habislah waktu berkunjung nya..Gian meninggalkan ketiga anaknya dengan pengawasan ketat dari pihak rumah sakit juga saudara-saudara nya yang akan ikut turun tangan dengan menjaga ketiga keponakan mereka.
Gian kembali ke ruang perawatan Rachel..dia duduk di sebelah Rachel..tak terasa air matanya meluncur tanpa permisi..tidak pernah dia merasakan kesakitan yang amat sangat pedih seperti ini..apakah ini hukuman dari Tuhan atas kesalahannya pada seorang wanita yang ternyata telah memberinya ketiga malaikat kecil yang sangat berharga baginya.
"Jangan hukum aku seperti ini tuhan..aku tak sanggup melihat kedua wanita tercintaku terbaring lemah tak berdaya..gantikan lah posisi mereka denganku..aku ikhlas tuhan".
__ADS_1