
Keesokan paginya Rachel bangun lebih awal..dia melihat Gian masih tertidur pulas..biarkan saja mungkin dia lelah setelah melakukan perjalanan udara kemarin.
Setelah mandi dan bersiap..Rachel membuatkan sarapan untuknya dan Gian..biasanya Rachel hanya membuat sandwich saja karena dia seorang diri tapi kini berbeda ada Gian di sini jadi dia harus memasak meski pasta pilihannya untuk sarapan.
"Semoga Gian suka..maaf Gian Achel nggak sempet siapin sarapan yang lebih wah..calon istri apa ini huh"
Rachel menuju kamarnya lagi..dia membangunkan Gian yang masih tertidur pulas..dia ganggu ketenangan tidur Gian tapi hanya menggeliat kecil saja.
"Gian bangun dong..udah pagi"
Sambil menoel-noel hidung mancung Gian.
"Gian.. sayang"
Akhirnya Gian membuka matanya setelah mendengar kata-kata sayang dari mulut rachel.
"Morning" sapa Rachel dengan senyuman manisnya.
"Morning too..kau sudah siap?" tanya Gian ketika berhasil mendaratkan morning kissnya.
"Sudah..ayo turun kita sarapan"
"Kau masak?"
"No hanya membuat pasta saja..sorry aku tidak sempat memasak"
"It's ok..ayo turun"
Setelah mencuci wajahnya juga menggosok gigi nya Gian menggandeng Rachel ke dapur untuk sarapan bersama.
__ADS_1
Gian melihat maknaan yang sudah terhidang di atas meja dengan senyum mengembang di bibirnya.
"Ayo duduk..kau mau kopi atau teh Gian?"
"Kopi saja"
"Ok tunggu di sini sebentar"
Gian hanya mengangguk sambil memakan pastanya..enak..sudah banyak kemajuan Rachel dalam hal memasak tidak seperti dulu yang membuat dapur bagai kapal pecah.
"Ini kopinya..masih panas loh"
Mereka mulai memakan sarapannya..ta hek sekali-kali bertanya keadaan Laura dan yang lainnya..jujur dia rindu dengan suasana hangat keluarga Wilson.
"Gian apa kau pulang hari ini?"
"Kenapa?"
"Maka dari itu semangat dan bekerja keras lah agar cepat kembali dan bertemu keluarga kita lagi"
"Iya Achel janji setelah proyek ini berhasil Achel akan kembali..Achel janji"
"Bagus aku pegang kata-katamu"
Gian mengantar Rachel ke kantor..dia sekalian mengecek keadaan perusahaan tempat Rachel bekerja.
"Masuklah..aku pulang besok..aku masih merindukanmu" ucap Gian sambil mengelus rambut panjang Rachel.
"Baiklah..Achel akan usahakan pulnag lebih awal..bye"
__ADS_1
Gian melambaikan tangannya pada Rachel..di rasa Rachel sudah agak lama di dalam barulah Gian masuk kedalam kantor dan menemui setiap perwakilan divisi di kantornya.
"Nerd berikan semua laporan keuangan selama 2 tahun ini.. seperti biasa"
"Baik tuan"
Nerd adalaj orang kepercayaan Gian yang Gian tugaskana untuk menghandle pekerjaan di negara itu dan juga mengawasi Rachel jika ada yang berani mendekati gadisnya.
Setelah melihat laporan dari setiap divisi Gian memilih berdiam diri di ruangan khusus yang hanya orang-orang tertentu saja yang bisa masuk.
Sedangkan Rachel dan timnya sedang berusaha keras untuk memantau perkembangan proyek mereka..proyek kali ini di bagi menjadi dua bagian.. perumahan kali ini terdiri dari 30 unit masing-masing memegang 15 unit dan di lokasi yang berbeda namun masih dalam satu wilayah.
"Jadi saya,Rachel,dan Maria akan satu kelompok sisanya kalian tau sendiri kan harus apa.. selatan 15 unit dan Utara 15 unit untuk fasilitas umumnya biar di handle penanggung jawab.. apa kalian mengerti?" ucap Ken dengan tegas.
"Mengerti pak"
"Bagus mari kita berusaha keras untuk mencapai tujuan kita"
"Ya pak"
Rachel dan dua orang temannya menuju ke selatan..mereka memantau dan turun tangan sendiri membantu proses pembangunan walau tak begitu berat.
"Achel sebaiknya kau istirahat saja hari semakin terik" ucap Ken menyarankan pada Rachel.
"Tidak apa-apa"
Rachel membantu para pekerja mengangkat bahan bangunan yang sekiranya tidak terlalu berat..Rachel senang melakukan nya.
"Untung saja Gian tidak melihatnya..jika tidak sudah bisa di pastikan bahwa dia akan bermain tanpa menghiraukan keselamatan nya.
__ADS_1
Rachel dan yang lainnya masih membantu pekerja proyek..mulai dari angkat-angkat dan juga mengaduk-aduk mereka sangat senang hingga keringat tak bisa berhenti sendiri.
"Yesss berhasil..ternyata Achel jagonya ya" ucapnya sambil mengangkat adukan semen dan pasir untuk membangunkan real estate nya.