Gadisku Super Polos

Gadisku Super Polos
Ep 76_Mulai Terbiasa


__ADS_3

Rachel saat ini sudah berada di kamar ketiga anaknya..pertama kali dia masuk kedalam kamar itu Rachel merasakan jantungnya berdetak kencang saat melihat ketiga bocah gembul yang tengah bermain dengan para pengasuh nya.


Deg..deg..deg....


"Ya Tuhan perasaan apa ini..mungkinkah mereka anak-anak ku.. mungkinkah aku ini memang benar ibu mereka..hiks tuhan maafkan aku yang telah melupakan anak-anak ku sendiri" batin Rachel menangis pilu.


Gian tau Rachel pasti merasakan sesuatu dalam hatinya..dia yakin perlahan ingatan Rachel pasti akan kembali sempurna..dia akan membantu Rachel hingga bisa mengingat lagi tentang Keluarga nya.


"Honey sudah ya..jangan menangis..sapalah anak-anak kita hm?" ucap Gian pelan sambil mengelus pipi Rachel.


"Apa boleh?"


"Tentu saja honey..kau adalah ibunya..kau harus bisa menghibur mereka yang sudah lama tak melihatmu"


"Hm.. Terimakasih"


"Sama-sama honey..ajaklah mereka berinteraksi dan rasakan apakah hatimu menerima mereka atau menolaknya"


"Ya"


Rachel mendekati ketiga anaknya..Rachel dengan pelan dan hati-hati menggendong Calista yang sudah mengulurkan tangannya saat melihat Rachel di pintu kamar mereka.


"Mamama" ucap Calista dengan bahasanya.

__ADS_1


"Sayang..maafkan mommy nak" ucap Rachel dengan hati yang berkecamuk merasa bersalah karena tak dapat mengingat anak-anaknya.


Rachel masih menggendong Calista hingga Denish dan Danish pun ikut melangkah menuju Rachel..Gian yang melihat interaksi antara anak dan istrinya hanya bisa tersenyum bahagia akhirnya dia menemukan istrinya dalam keadaan sehat tanpa kekurangan apapun hanya saja dia mengalami amnesia.


"Gian siapa nama ketiga anak kita?"


"Namanya Denish, Danish dan Calista..tidak usah merasa bersalah honey..ini musibah bukan kemauanmu kan.. jadi biarkan seperti air mengalir saja asalkan kau selalu di samping kami pasti kau akan ingat lagi masa lalu mu"


"Iya Gian.. terimakasih"


"Sama-sama honey"


Rachel menidurkan ketiga anaknya dengan mudah seakan-akan dia sudah sering melakukan hak seperti ini..


"Mereka sudah tidur honey?" tanya Gian ketika melihat ketiga anaknya sudah menutup matanya.


"Sudah Gian" jawab Rachel pelan dan lembut.


"Ayo ke kamar kita..kau pasti lelah kan?"


"Hm..apa tidak apa-apa kita sekamar?"


"Hahahha..tidak apa-apa honey..kau istriku dan aku suamimu..tidak akan ada yang menggangu waktu bersama kita"

__ADS_1


"Baiklah tapi jangan macam-macam"


"Iya honey"


Gian menuntun Rachel memasuki kamar mereka..ketika masuk kedalam kamar Rachel merasakan sesuatu yang tidak asing di benak nya..seperti sudah biasa dia memasuki kamar ini juga seperti tidak asing kamar ini baginya.


"Why honey?"


"No..aku hanya tiba-tiba mengingat sesuatu tentang kamar ini"


"Sudah jangan di pikirkan lagi biarkan kau ingta dengan sendirinya..aku tak ingin melihatmu kesakitan honey"


"Iya Gian.. Terimakasih"


Gian membiarkan Rachel berkeliling kamar..dia tak masalah asalkan istrinya itu tidak sakit.. Rachel benar-benar merasa seperti tidak asing pada kamar ini..foto pernikahan mereka,foto kelahiran tiga anaknya,foto saat berhoneymoon,dan masih banyak foto yang lain yang memperlihatkan kemesraan mereka berdua.


"Gian..apa ini foto pernikahan kita?"


Gian mendekati Rachel dan mendekap tubuh Rachle dari belakang serta memberikan kecupan di ceruk leher rachel.


"Iya ini foto pernikahan kita..apa kau ingta sesuatu honey?"


"Belum pasti Gian..tapi entah mengapa seperti pernah mengalaminya..maaf aku melupakan kalian"

__ADS_1


"It's ok honey..jangan memaksakan"


__ADS_2