
2 tahun kemudian.......
Setelah perjalanan panjang yang mereka lalui bersama dengan sang pasangan akhirnya mereka di persatukan lagi dengan cinta tulus dari hati masing-masing.
Rachel sepenuhnya sudah sembuh sejak 1 tahun yang lalu..usia ketiga bocah itu juga semakin besar..hampir 4 tahun usia ketiga bocah itu dan ada saja tingkah polah ketiganya yang membuat keluarga Wilson sangat gemas.. sepertinya calon cucu belum launching juga..atau memang keduanya belum terfikirkan untuk membuat cucu lagi.
"Astaga Calista kenapa kamu selalu jahil sih sama kaka-kaka mu hm?" tanya Rachel ketika tau sang putri membawa seperangkat alat mewarnai atau cat air,juga ada tas Denish di tangan satunya.
Sedangkan si pelaku hanya cengengesan melihat sang mommy berkacak pinggang di depannya sambil geleng-geleng kepala.
"Mom..Cal gambal-gambal tas Kaka" ucapnya dengan aksen khas cadelnya.
"Huhhhh Calista, princess mommy yang cantik..nggak boleh ya kaya gini lagi ya nanti Kaka angry sama kamu gimana..nanti say sorry to Kaka ok dan jangan di ulangi lagi baik itu ke Kaka ataupun orang lain Calista paham kan?" ucap Ra hek menasehati dengan lembut.
"Iya mom Cal plomis"
"Good girl..now you shower first"
"No mom.. Cal don't want"
"Hey sayang mandi itu baik buat kesehatan..kalau Cal nggak mau mandi nanti banyak kuman dan virus yang menempel di badan Cal.. Cal mau sakit hm?"
__ADS_1
"No mom.. Cal mau andi"
"Good girl."
Akhirnya Calista mandi di kamarnya sendiri setelah selesai dia memilih baju yang hendak dia pakai juga berdandan ala-ala princess kesukaannya yaitu Frozen.
"Aku tantik taya mommy" ucapnya sambil berputar-putar di depan kaca.
Setelahnya Calista turun ke bawah dan mencari keberadaan sang mommy yang ternyata sedang bersama kedua kakaknya juga sang Daddy beserta keluarga lainnya.
Mereka menyambut kedatangan si princess kesayangan mereka dengan tepuk tangan meriah..melihat dari penampilan si princess sepertinya ada yang Calista inginkan.
"Woooow..si princess cantik sekali..mau keman sayang?" tanya Laura.
"Ihhh Glendma,Glendpa jangan tiyum duyu nanti metapna Cal lusak" ucapnya sambil memajukan bibirnya kedepan yang semakin membuat orang-orang gemas.
"Ok baiklah..ayo sekarang katakan pada Grandpa.. princess mau kemana?"
"Cal mau ikut pesenso onty Genie"
"Woahhhhhh hebat.. Cal mau jadi designer ya cita-citanya?"
__ADS_1
"Iya Glendma.. Cal mau cepelti onty Genie"
Semuanya berbangga dengan cita-cita bocah perempuan gembul itu..sungguh selera fashionnya sangat tinggi persis dengan Genie dan Nana.
*
*
*
Waktu terus berjalan tanpa terasa usia anak-anak Rachel dan Gian sudah memasuki tahun ke enam..sebentar lagi mereka akan mulai masuk sekolah.. sebenarnya mereka termasuk anak-anak yang cerdas namun Rachel dan Gian tak mau membedakan mereka..jika di usianya harus berada di Playground maka anak-anaknya juga harus di Playground tidak boleh lompat terlalu jauh,Rachel juga selalu menekankan pada Keluarga nya terutama Gian..dia selalu ingin anaknya cepat dewasa tanpa tau perkembangan anaknya akan terdampak.
Rachel bukannya keras kepala atau tidak mau anak-anak nya mengembangkan bakatnya..Rachel sangat mau dan sangat mendukungnya tapi harus di usia yang tepat juga pendidikan yang tepat.
"Honey apa kau masih kekeh mereka tetap di sekolah dasar?" tanya Gian yang mulai membahas tentang lompat kelas lagi.
"Ya dan tak ada penolakan..jika kau tak mau silahkan cari anak orang lain karena aku tak mau anakku kehilangan masa-masa indahnya bermain dengan teman sekelasnya juga seusianya..apa kau paham sampai di sini?"
"Ok baiklah aku tak akan membahasnya lagi..give me smile honey"
"No and out of my room"
__ADS_1
"What..honey IM sorry..please"
Rachel tetap dengan pendirian nya..dia menutup pintu kamarnya dan berlalu menuju ranjang empuknya menikmati tidur di pagi menjelang siang itu.