
Freya menatap kesal ke arah Zoe yang sejak tadi duduk dibelakang nya, laki-laki itu tengah menunggu dirinya mempercantik tampilan di salon kecantikan pilihan Zoe.
Malam ini pertemuan makan mslam dengan laki-laki pilihan Daddy nya.
Bisakah dia menolak nya? Jangan bermimpi!. Menolak kemauan Daddy nya sama saja menolak untuk mendapatkan apapun yang dia inginkan.
Fuhhhhh
Dia menghela kasar nafasnya beberapa kali.
Sejenak Freya mencoba mengetik pesan kepada seseorang dari handphone nya, bicara jika dia tidak bisa pergi malam ini, dia harus pergi ke pertemuan keluarga besar nya di luar.
Aku tidak bisa keluar malam ini, sayang.β
Kenapa?.β
Ada pertemuan keluarga yang harus aku ikuti.β
Itu sedikit membuat aku kecewa π₯Ί.β
Maafkan aku, sayangππ»π€β
Sayang?.β
Freya menarik kasar nafasnya saat 2 pesan terakhir nya tidak di baca.
Buru-buru dia nengetik.
Mari pergi kemanapun di weekend, aku akan menebusnya β
Seketika Freya mengulas senyumannya saat pesan nya kembali di baca.
Aku akan jemput kamu dari pagi, mari menghabiskan waktu bersama seharian β
Hmm baiklah β
"Jangan terlalu percaya pada laki-laki"
"Akhhhhh"
Seketika Freya melompat kaget saat tahu-tahu suara seseorang mendominasi dibalik telinga nya, terdengar begitu seksi dan menggoda namun dengan nada sedikit ditekan.
__ADS_1
Karena gerakan refleks langsung menoleh ke sisi kanan di mana suara tersebut berasal, tanpa sengaja hidung Freya dan pipi kiri Zoe saling bersentuhan sejenak hingga akhirnya Freya mundur dengan spontan ke sisi kiri nya.
"Zoe...."
Gadis itu berteriak kesal, bisa Zoe lihat wajah Frey yang tiba-tiba memerah.
Laki-laki itu refleks ikut terkejut, tidak berfikir jika hidung gadis itu bisa menyentuh pipinya Secara tiba-tiba.
Ekspresi wajah Freya membuat dia mencoba menahan senyumannya.
Cantik, terlihat begitu canti!.
Batin Zoe.
"Kau mengejutkan aku"
Freya tampak kesal, mencoba menoleh ke kiri dan ke kanan, rupanya para pegawai salon entah tengah melarikan diri kemana, hanya menyisakan mereka berdua sejenak disana.
Kemana?.
Frey jelas terkejut, bertanya dalam hati sambil berusaha menetralisir Detakan jantung nya yang terus berpacu dengan kencang.
Alih-alih peduli dengan ocehan Freya soal mengejutkan dirinya, Zoe Tampak menatap lurus ke arah Freya, laki-laki itu duduk tepat di samping Freya.
Ucap Zoe lagi sambil menduduki pantatnya ke atas kursi salon tepat disamping gadis cantik itu.
Dia hanya menatap lurus wajah Freya dari arah kaca.
"Dia tidak semanis dan sebaik apa yang kamu fikirkan"
Lanjut Zoe lagi.
Mendengar ucapan Zoe, Freya tampak memunyung bibirnya.
"Aku fikir urusan laki-laki ku tidak harus menjadi urusan kamu juga kan? itu privasi ku"
Ucap gadis itu sambil membuang pandangannya.
Entahlah dia mulai tidak nyaman jika ada yang bicara soal privasi nya, soal kekasih nya dan soal orang yang dia cintai.
"Kamu boleh mengurusi soal apapun, tapi bukan perihal laki-laki"
__ADS_1
Ucap Freya lagi dengan nada kesal, dia sejenak melotot kesal kearah Zoe.
"Dan jangan membuat laporan dengan Daddy, aku benci hal itu"
Saat gadis itu membuang pandangannya dengan perasaan kesal, satu hal tidak terduga terjadi, Zoe secepat kilat menarik Kursi nya dan..
Brakkkkkkk
"Zo...e.."
Dia cukup terkejut saat kursi milik nya sudah berada tepat dihadapan Zoe, laki-laki itu menjongkok tubuh, posisi mereka sangat tidak mengenakkan.
Dia duduk di atas kursi dengan posisi mendongak menatap Zoe yang tubuhnya menjongkok di atas nya, laki-laki itu seolah-olah ingin mencium nya.
"Aku bilang dia bukan orang baik, kamu bisa pergi dengan laki-laki manapun tapi bukan dengan dia, Frey"
Freya bisa merasakan aroma segar nafas laki-laki itu melewati hidung nya, aroma mint khas yang menandakan laki-laki itu seperti nya tidak merokok seharian ini.
Zoe menatap tajam ke arah bola mata gadis itu.
"Karena tidak semua laki-laki yang terlihat baik itu baik"
Lanjut laki-laki itu lagi.
"Zoe ini melewati batasan mu, berhenti mengatur soal siapa yang aku kencani siapa yang tidak aku kencani"
Freya jelas melotot kesal.
"Kamu tidak berhak mengatur hingga ke arah sana"
Protes nya lagi.
"Aku berhak melakukan nya, sebab aku juga kakak laki-laki mu"
Laki-laki itu bicara dengan nada begitu dingin dan ditekan.
Setelah berkata begitu Zoe langsung mundur beberapa langkah, karena telinga nya mendengar beberapa orang mulai masuk kembali ke dalam ruangan mereka.
Freya ingin sekali menjawab ucapan laki-laki itu, namun secepat kilat dia membuang keinginan nya saat menyadari kehadiran orang-orang disekitar mereka.
Kenapa kalau marah selalu saja menggunakan urat bukan nya otak? dia fikir aku ini apa? selalu saja kalau bicara begitu dingin dan di tekan.
__ADS_1
Freya mulai menggerutu didalam hatinya.