Gairah Cinta Bodyguard Putri Penguasa

Gairah Cinta Bodyguard Putri Penguasa
Masih butuh waktu untuk menerima


__ADS_3

Rumah sakit xxxxxxx


Ruang VVIP


Allzigra terlihat duduk tepat disamping Freya dimana kini istri nya Nadya memilih untuk pergi Sejenak melihat Ayana yang dirawat di ruangan berbeda.


laki-laki itu tampak diam menatap putrinya, dia menyusuri jejak wajah putrinya secara perlahan.


Kini Allzigra baru sadar apa yang dilihat nya belakangan soal kenapa Freya terlihat begitu pucat karena tengah mengandung bayi mungil di dalam perutnya, bukan karena sakit juga bukan karena keadaan tubuh putri nya yang tidak baik akibat efek kelelahan.


bisa dia dengar deru suara nafas freya terlihat bergerak begitu teratur, putri nya masih begitu terlelap dalam tidurnya, Tapi sesekali bisa dia rasakan ketidak nyamanan yang dirasakan putri nya di dalam tidur nya.


secara perlahan laki-laki itu meraih telapak tangan Freya, dia menggenggam telapak tangan putrinya sejenak kemudian mengelus punggung tangan putri nya dengan penuh perasaan sayang dari seorang Ayah untuk putri nya.


Sejenak bisa dia rasakan Freya menggerakkan tangannya secara perlahan, perempuan itu mulai membuka bola matanya.


Samar-samar Freya melihat wajah Daddy nya, cukup lama dia mencoba untuk membiasakan pandangannya hingga akhirnya Freya bisa melihat dengan jelas siapa yang ada di hadapannya itu.


"Dad?"


Wajah pucat dengan bibir kering itu bicara begitu pelan sambil menatap wajah Daddy nya.


Allzigra Secara perlahan membiarkan tangan kanan nya menyentuh lembut wajah putri nya itu.


"kamu terlihat sangat pucat"


ucap laki-laki itu dengan suara yang begitu lembut.


Sejenak Freya diam kemudian dia menjawab.


"aku hanya merasa sedikit mual dengan lelah, Dad"


Jawab Perempuan itu pelan.


Sejenak mereka saling diam, sama-sama tidak mengeluarkan suara mereka.


Seolah-olah mereka larut dalam pemikiran mereka masing-masing untuk beberapa waktu.


"Apa dia memperlakukan kamu dengan baik nak?"

__ADS_1


Tanya Allzigra pelan Secara tiba-tiba.


Mendapatkan pertanyaan seperti itu membuat freya menatap Daddy nya dengan bola mata yang berkaca-kaca.


Perempuan itu mengangguk kan cepat kepalanya.


"Zoe selalu memperlakukan aku dengan baik"


Jawab nya pelan.


"Pernah berlaku kasar?"


Tanya Daddy nya lagi.


"No..."


Freya lagi-lagi menggelengkan kepalanya.


"Dia tidak pernah berlaku kasar sekalipun, meskipun aku banyak menyusahkan dia selama ini, Zoe selalu sabar menghadapi ku"


Cerita Freya kemudian.


"Yah, Daddy tahu betul bagaimana sifat kamu, yang paling sabar menghadapi kamu hanya Nadine dan Zoe"


Ucap laki-laki itu pelan.


Freya terlihat malu mendengar ucapan Daddy nya, bisa di lihat pipi Perempuan itu memerah karena malu.


Yah memangnya siapa yang paling sabar menghadapi sifat liar nya selama ini?!.


Nadine dan Zoe!.


Dua orang itu yang sama sekali tidak pernah melakukan perdebatan panjang bersama dirinya meskipun sefatal apapun kesalahan nya sejak mereka masih anak-anak hingga dewasa.


Kakak kembaran nya Nadine mungkin yang benar-benar melindungi dirinya dari banyak hal yang ada, Zoe meskipun terlihat begitu dingin dan cuek tapi jika sesuatu yang buruk terjadi pada nya, laki-laki itu selalu ada di garda terdepan.


Dia selalu berfikir dulu, jika Zoe mungkin mencintai Nadine.


Dimana Nadine membela nya, Zoe selalu ada disamping gadis itu.

__ADS_1


Tapi rupa nya dia baru tahu Belakangan, jika yang di cintai Zoe bukan Nadine melainkan dirinya.


"Apa Daddy masih marah dengan Zoe?"


Tanya Freya pelan, dia menundukkan kepalanya, takut menatap bola mata yang menukik persis seperti elang tersebut.


Alih-alih menjawab, Allzigra secara perlahan menyentuh lembut kepala Freya.


Freya langsung mendongakkan kepalanya, menatap wajah laki-laki tua dihadapan nya itu untuk beberapa waktu.


"Daddy mungkin tidak akan memperdebatkan lagi soal pernikahan kalian, tapi.... untuk memaafkan Zoe Daddy rasa, Daddy masih butuh banyak waktu"


Setelah berkata begitu, laki-laki itu menyentuh lembut perut putri nya.


"Mari pergi berbelanja setelah kalian baik-baik saja, bukankah kamu punya janji pada Daddy untuk mencari peralatan baby sebelum nya?"


Allzigra bicara mencoba melupakan kesedihannya soal kehilangan cucu pertama nya dari Ayana, setidaknya dia berusaha menguatkan dirinya dari cucu kedua nya dari putri nya Freya.


Sejatinya tuhan selalu memiliki rahasia untuk menguji umat nya.


Kadang dibalik musibah akan ada hadiah lain yang tidak terduga.


Dia mungkin bersedih kehilangan cucu nya dari Gao dan Ayana, tapi dia tidak patut marah saat Tuhan memberikan dia rejeki cucu lain dari anak-anak nya yang lain.


Meskipun tidak dipungkiri dia masih merasa kecewa pada Zoe, tapi dia mana mungkin kecewa dengan rejeki luar biasa yang diberikan Tuhan untuk mereka.


Bukankah cucu tidak memiliki persoalan yang harus dilibatkan karena kemarahan orang yang lebih tua?!.


Seperti kata Ahem, kenapa harus melibatkan anak keturunan untuk perihal kemarahan dan konflik orang tua.


Calon bayi mungil itu jelas tidak salah apa-apa dan tidak harus dilibatkan didalam persoalan tentang urusan kakek dan orang tua nya.


"Dad...?"


Freya terlihat menatap Daddy nya dengan bola mata berkaca-kaca.


"Berikan Daddy waktu untuk mengubah kebiasaan dari melihat Zoe sebagai seorang anak menjadi seorang menantu dari putri nya sendiri"


Ucap laki-laki itu lagi kemudian.

__ADS_1


__ADS_2