Gairah Cinta Bodyguard Putri Penguasa

Gairah Cinta Bodyguard Putri Penguasa
Seketika Merasa malu


__ADS_3

Beberapa hari kemudian


Mansion Utama Allzigra


Jelang pesta perayaan


Ulang Tahun Sanna


Putri Nenek Hessa


"Bibi Allzigra / saudara perempuan Enar Ayah Allzigra"


Freya tampak bergerak dengan terburu-buru, mencari gaun yang paling cocok untuk dia gunakan di perayaan Bibj Sanna nya yang usia nya jelas tidak begitu Jauh berbeda seperti diri nya itu.


Dia masih menggunakan kimono mandi nya, mencari pakaian dan beberapa barang lain nya di Balik Walk in closed mendominasi berwarna putih tersebut.


"Zoe...Zoe..."


Freya terlihat memanggil Zoe yang entah kemana, dia fikir mungkin laki-laki itu tengah mengganti pakaian nya.


Kakak nya Gao jelas sudah melesat lebih dulu dari tempat mereka tinggal selama liburan, sedang kan Dirinya dan Zoe jelas harus datang sedikit terlambat karena mereka baru saja kembali dari urusan pekerjaan.


"Ada apa?"


Zoe tiba-tiba muncul tepat di belakang dirinya yang tampak sibuk menarik sebuah gaun indah berwarna hitam tersebut.


Laki-laki itu tiba-tiba memeluk lembut pinggang nya lantas mencium lembut pipinya.


Seketika wajah gadis itu menampilkan rona merah nya, dia secara perlahan menoleh ke arah Laki-laki tersebut.


"Hitam?"


Tanya Freya cepat ke arah Zoe.


"Bukankah Cream lebih terlihat manis?"

__ADS_1


Zoe mencoba memberikan pendapat nya.


"Jadi tidak hitam?"


Tanya Freya lagi.


"Ini terlalu terbuka di bagian dada nya"


Ucap Zoe lagi sambil menatap dalam bola mata gadis itu.


Dia tahu karakter Freya jelas sedikit keras dan sulit, untuk berkata pilihan nya tidak baik jelas harus menggunakan bahasa sehalus mungkin.


Jika menggunakan bahasa yang memaksa dan berkata itu buruk, jelas akan membuat gadis itu merasa sulit menerima pendapat orang lain, gadis itu Tipekal sosok yang harus sabar di hadapi dan jelas bukan dengan cara yang keras.


Zoe benar-benar memahami karakter gadis itu sejak dulu.


"Ah.. baiklah"


Ucap Freya lantas langsung membalikkan tubuhnya, tapi lagi-lagi dia mencoba kembali berbalik ke arah Zoe, kali ini dia mendorong tubuh Zoe agar menjauh dari hadapan nya.


Ucap Freya pelan.


Zoe seketika menaikkan ujung alisnya.


"Bukankah biasa nya suka berganti pakaian dengan asal di hadapan ku?"


Mendengar ucapan Zoe seketika Wajah Freya memerah.


"Itu karena....itu karena kemarin berbeda"


Jawab Freya cepat.


Yah jelas saja berbeda, jika kemarin dia tidak menganggap Zoe ada, karena sering merasa kesal dengan ke kakuan Zoe dan mereka sering berdebat tidak jelas, Freya fikir sengaja untuk membuat laki-laki itu kesal dan menjadi setengah mati melihat kelakuan nya.


Tapi sekarang bukan kah semua nya sudah berbeda?.

__ADS_1


Dia jelas malu harus melakukan nya..


"Berbeda?"


Zoe kembali menaikkan ujung alisnya.


"Ishhhh Zoe... berhenti lah bertanya, keluar lah dan biarkan aku berganti pakaian"


Freya mendorong paksa laki-laki itu agar menjauh dari kamar nya.


Laki-laki itu Bergerak mundur, mengikuti langkah Freya yang terus mendorong nya hingga ke daun pintu.


"Biarkan aku berbalik saja"


Goda Zoe sambil mencoba menahan senyumannya.


"Ishhhh berhenti lah menggoda ku"


Wajah Freya terus memerah, dia terus mendorong dada bidang itu dengan perasaan berdebar-debar.


Laki-laki itu seketika menghentikan gerakan nya, menggenggam erat tangan Freya untuk beberapa waktu.


"Zoe..."


Rengek Freya dengan perasaan tidak menentu.


Laki-laki itu terlihat mengulum senyuman nya, dia menatap dalam bola mata gadis itu.


"Aku hanya bercanda hmmm"


Ucap Zoe lantas menyentuh lembut wajah Freya.


"Aku tunggu di luar, jika ada yang di butuhkan katakan pada ku hmm"


Tambah Zoe lagi.

__ADS_1


Mendengar ucapan Zoe, Freya secara perlahan mengangguk kan pelan kepalanya.


__ADS_2