
Sejenak Frey menggeleng-gelengkan kepalanya, obrolan soal Zoe dengan Mommy nya seketika membuat fikiran nya sejak tadi jadi kacau balau, ingatan soal rudal bertemu rudal benar-benar mengganggu akal warasnya.
Tapi dia lagi-lagi mencoba untuk mengingat-ingat soal Zoe, dia fikir masuk akal juga jika Zoe tidak normal, bukankah laki-laki itu begitu alergi pada makhluk yang ber juluk perempuan, bahkan Zoe saja begitu membenci nya.
Bukankah tidak Heran laki-laki tidak normal benci melihat perempuan? mereka biasa nya iri karena perempuan lebih terlihat cantik daripada mereka, bahkan perempuan memiliki banyak kelebihan.
Misal nya dada berlebih, bokong berlebih, bulu mata berlebih, kuku berlebih dan entahlah pokoknya perempuan itu mahkluk Paling seksi dengan banyak kelebihan nya.
Jadi jika laki-laki model Zoe yang penyuka sesama jenis pasti begitu iri dan jijik melihat perempuan sekelas dirinya, tidak heran menurut Frey jika Zoe begitu membenci diri nya.
Dia Fikir kenapa dia tidak menyadari nya selama ini?.
Tapi ngomong-ngomong dia versi laki-laki atau perempuan?"
Tanya Frey dalam hati.
Kalau versi laki-laki di di atas, kalau perempuan dia di bawah!.
Akhhhhhh
Frey menggeleng-gelengkan kepalanya sambil terpekik histeris namun tertahan.
Aku pasti gila memikirkan nya.
Bbrrhhhh
Frey langsung merinding sambil mengusap-usap kedua bahunya sendiri dengan tangan nya.
Secepat kilat gadis itu melesat turun ke lantai bawah, mencoba menuju ke arah dapur mencari cemilan untuk dia konsumsi sambil nonton televisi.
Begitu kaki nya melangkah ke lantai bawah, sejenak Freya mematung, dia menaikkan kedua alisnya saat menyadari siapa yang ada di lantai bawah saat ini.
Sang Daddy tengah mengobrol bersama Zoe, dia fikir kenapa laki-laki ini ada disini? kapan Zoe datang ke Mansion utama Hillatop.
"Nah ini dia, sayang kemarilah"
Daddy nya tiba-tiba bicara sambil melambaikan tangannya ke arah Frey, meminta putri nya mendekati mereka.
Sejenak Frey melirik ke arah Zoe, fikiran sembrawut nya saat ini menghantam dirinya, dia mencoba melirik sekejap ke arah bawah sana.
Hidup atau memang sudah mati untuk perempuan?.
Batin Frey dalam hati.
Oh come apa yang aku fikirkan?.
Frey menggeleng-gelengkan kepalanya.
__ADS_1
"Ada apa Daddy?"
Tanya Frey sambil mendekati sang Daddy.
Bisa dia lihat Zoe mencoba membuang pandangannya dari dirinya.
Dasar laki-laki abnormal.
Frey memunyung kan bibirnya dengan perasaan dongkol.
"Besok ada acara pertemuan dengan keluarga salah satu rekan bisnis Daddy, mereka ingin kamu berkenalan dengan putra nya, jadi Daddy fikir pergilah dengan Zoe untuk melewati makan malam bersama dengan putra teman Daddy"
Ucap Allzigra cepat.
"Ya?"
Seketika Frey terkejut mendengar ucapan Daddy nya, Zoe langsung menatap Allzigra beberapa waktu.
"Ini waktu nya kamu serius memikirkan soal masa depan, setelah Gao menikah Daddy ingin Zoe juga menikah, kemudian Daddy harap kamu sudah ikut menentukan pilihan"
Lanjut laki-laki itu lagi sambil menoleh ke arah Zoe.
"Tapi Daddy"
Frey jelas gelagapan.
Setelah berkata begitu sang Daddy langsung menepuk-nepuk punggung Freya.
"Dan Zoe fikirkan kembali soal gadis yang Daddy pilihkan, kamu bisa menemui gadis itu setelah pernikahan Gao dan Ayana"
Ucap Allzigra cepat lantas laki-laki itu berdiri, berjalan meninggalkan frey dan Zoe di sana.
Sejenak Zoe menatap punggung laki-laki tua itu, lantas melirik ke arah Freya.
"Ingat besok jam 7 malam Frey"
Ucap Daddy nya lagi sembari berlalu dari hadapan mereka.
"But Dad..."
Freya jelas bingung harus berkata apa, seketika dia melotot menatap Zoe.
"What?"
Zoe langsung bertanya sambil menaikkan ujung alisnya, menatap Freya dengan ekspresi wajah menyebalkan menurut Freya.
"Kau menghasut Daddy soal pernikahan ku? kalau kamu mau menikah yah menikah saja, kenapa aku harus ikut di jodohkan?"
__ADS_1
Mendengar pertanyaan Freya yang tiba-tiba menuduh nya tanpa alasan yang jelas membuat Zoe membuang pandangannya.
"Kau pikir aku kurang kerjaan?"
Ucap Zoe sambil meraih rokok di atas meja, laki-laki itu mulai meraih pamatik dan mencoba menyulut api rokoknya.
"Matikan api nya, berhenti merokok"
Bentak Frey kesal ke arah Zoe.
"Apa?"
Zoe jelas menoleh ke arah Freya.
Alih-alih peduli laki-laki itu mencoba kembali menyulut api di rokoknya.
"Yakkk"
Freya menarik rokok di mulut Zoe.
Melihat tindakan Freya jelas saja membuat Zoe melotot ke arah gadis itu.
Tanpa peduli dengan freya, Zoe kembali meraih rokok yang baru, mencoba meletakkan di antara bibir nya dan lanjut untuk menyalakan pamatik nya.
"Yakkkkk"
Kali ini Freya menaikkan oktaf suaranya, merebut kembali rokok itu dan dalam hitungan gadis itu menabrakkan kepalanya ke kening Zoe.
Duggggg
"Akhhhhh"
Seketika Zoe meringis.
"Kau.."
Laki-laki itu melotot ke arah Freya sambil menyentuh keningnya dengan perasaan dongkol.
alih-alih peduli ekspresi Zoe, Freya langsung menyambar rokok Zoe, lantas secepat kilat gadis itu melesat pergi meninggalkan Zoe di atas kursi sofa.
"Frey.... yakkkk Frey...."
Zoe berteriak dongkol ke arah Freya sambil memandangi punggung gadis itu dengan tatapan tidak percaya, laki-laki itu masih menyentuh keningnya yang terasa berdenyut sejak tadi.
"Oh shi..t"
Umpat Zoe dengan perasaan kesal.
__ADS_1