Gairah Cinta Bodyguard Putri Penguasa

Gairah Cinta Bodyguard Putri Penguasa
Mulai membuat nya menggila


__ADS_3

Freya sejak tadi terus mencoba bersandar di pintu mobil, melirik ke arah Zoe untuk beberapa waktu.


Ckckckckkc dasar manusia miskin ekspresi, coba bayangkan siapa gadis yang sanggup menikah dengan nya?.


Ucap nya dalam hati.


Freya kembali membuang pandangannya mencoba menoleh ke arah kaca mobil sambil menatap barisan bola lampu di sepanjang jalanan.


bisa dia lihat bayangan Zoe dari arah kaca mobil yang Terus fokus mengendarai mobilnya.


seketika dia mengerutkan dahi saat dia menyadari Zoe meraih kotak rokok nya serta pematik nya.


Secepat kilat gadis itu menoleh ke arah Zoe, begitu laki-laki itu meletakkan rokoknya di ujung bibirnya buru-buru ia menarik rokok tersebut dengan tangan kanannya.


"Aku bilang tidak boleh merokok"


Bentak Freya kesal sambil memunyungkan bibirnya.


Gadis itu membuang rokok yang masih utuh tersebut ke bawah kakinya.


Zoe jelas menoleh ke arah Freya, dia mendengus lantas membuang pandangannya.


"Kau ini menyebalkan sekali"


Rutuk Freya.


"Aku sudah bilang jangan merokok jika didepan ku, aku tidak suka itu"

__ADS_1


Alih-alih menjawab Zoe secepat kilat mencoba mencari permen di dashboard mobil nya, mencoba mengganti kan rokoknya dengan permen pedas manis.


Melihat Zoe terus mencari sesuatu namun tidak menemukan nya, Freya seolah-olah tahu apa yang dicari laki-laki tersebut, dengan gerakan cepat gadis itu merogoh tas nya.


"Aku fikir kamu suka rasa mint bukan?"


Tanya freya tiba-tiba.


"Ya?"


Zoe tampak bertanya sambil mencoba menoleh kearah freya.


Tahu-tahu Jemari indah itu memasukkan sesuatu kedalam mulutnya.


Seketika Zoe membeku, dia hampir oleng karena terkejut pada gerakan refleks Freya yang menyuapinya dengan permen.


Ucap Freya sambil memunyung kan bibirnya, dia memutar bola matanya sejenak lantas membuang pandangannya.


Oh shi...t.


Zoe jelas mengumpat saat sadar dari keterkejutan nya.


Dia fikir gadis itu selalu saja seperti itu, terus melakukan segala sesuatu sesuai kemauannya tanpa peduli dengan perasaan orang lain.


Zoe terus memacu mobilnya menuju ke arah apartemen gadis itu, sebenarnya ingin sekali dia melaporkan ulah Freya pada Daddy All dimana gadis itu telah dengan berani menipu semua orang termasuk diri nya tapi setelah difikir-fikir kembali dia takut itu semua malah akan menyulitkan Freya.


pada akhirnya laki-laki itu memilih untuk bungkam.

__ADS_1


sepersekian detik kemudian tiba-tiba handphone Zoe berdering, sebuah nama tampil di luar di layar handphone nya.


Nadine.


"Ada apa?"


Tanya Zoe pada gadis itu cepat.


"Apa kamu tidak ingin menjelaskan sesuatu pada kakak?"


Tanya Zoe cepat dari balik handphone nya pada sang kembaran Freya itu.


"aku tidak berfikir untuk bisa memaafkan kalian"


ucap nya cepat.


Zoe tampak diam sejenak, mencoba mendengar kan suara di seberang sana.


"Jangan lakukan itu lagi, sebagai seorang kakak itu bukan hal yang baik hingga menipu kakak kalian sendiri.


Setelah berkata begitu Zoe menghela nafas nya panjang, kemudian dia langsung mematikan panggilannya.


Sejenak laki-laki itu menoleh ke arah Freya, dia fikir mungkin Freya mendengar ucapannya tadi tapi siapa sangka rupanya gadis itu telah terlelap dalam tidurnya bersandar pada pintu mobil.


Laki-laki itu sejenak menggelengkan kepalanya, secara perlahan dia menyentuh lembut kepala Freya untuk beberapa waktu.


Kau benar-benar mulai membuat ku menggila.

__ADS_1


Umpat Zoe pelan didalam hati hy


__ADS_2