
Tidak tahu kenapa sejak pagi Freya seolah-olah mengerjai diri nya, gadis itu terus membawa nya kemana-mana yang dia tidak pahami.
Mereka akan mengadakan pertemuan dengan klien di waktu sore, dan Freya berkata agar dia menemani gadis itu pergi ke tempat-tempat yang dia ingin kunjungi.
Hingga akhirnya mereka berakhir di berbagai macam toko hanya sekedar untuk memenuhi ke puasan Freya.
"Apa kamu tidak lapar?"
Tanya Zoe tiba-tiba, laki-laki itu menenteng paper bag yang ada di tangan kiri dan kanan nya, masih dengan setia mengikuti gadis itu kesana-kemari.
"Hmmm akan aku fikirkan nanti"
Jawab freya cepat sambil mencoba mengembangkan senyuman nya.
Dibalik senyumannya tersirat sebuah kepuasan yang masih belum tersalurkan sepenuhnya.
Hingga akhirnya bola mata Freya kembali menelisi satu toko, dia buru-buru menyeret langkah Zoe agar ikut masuk kedalam.
"Sepatu"
"Kaca mata"
"aksesoris"
Frey terus mengoceh sambil menunjuk barang apapun yang ingin dia pilih di hadapannya.
Yah sejak pagi mereka berputar-putar tidak jelas hanya untuk memuaskan perasaan Frey untuk sekedar shopping.
Shopping?.
Tidak, sebenarnya Freya hanya merasa dongkol dan kesal dengan Zoe.
Soal?.
Akhhh entahlah Freya juga tidak tahu kenapa, dia hanya merasa dongkol dengan laki-laki itu, ah tidak Lebih tepatnya Freya ingin mengerjai Zoe.
"Pakaikan"
Frey bicara sambil mengulurkan kaki indah nya ke arah Zoe
__ADS_1
Dia menyerahkan sepasang heels tinggi ke arah Zoe.
"Harus kah aku?"
Zoe bertanya sambil menaikkan ujung alisnya.
"Hmmm aku akan minta laki-laki lain untuk memasangkan nya jika kamu tidak mau"
Ucap Freya sambil bola mata nya berusaha mencari sosok lain disekitar mereka.
Seketika Freya melihat seorang laki-laki disana.
"Ahhh tuan.."
"Frey.."
Zoe jelas keberatan, dia secepat kilat menarik lengan Freya kemudian menduduki tubuh gadis itu agar duduk di kursi yang ada dihadapan nya.
"Duduklah"
Pada akhirnya mau tidak mau laki-laki itu memasangkan sepatu indah itu ke kaki indah Freya.
Tanya Freya cepat.
"Kamu cocok menggunakan yang mana pun"
Jawab Zoe cepat.
Freya terlihat memunyungkan bibirnya.
"Asal memilih karena enggan menemani ku bukan?"
Zoe seketika menghela pelan nafasnya.
"Kamu selalu saja berburuk sangka"
Alih-alih mendengar kan celotehan Zoe, Freya langsung berdiri dari duduknya, mencoba menatap ke arah cermin dan melihat kaki indah nya Disana.
"Cantik?"
__ADS_1
Freya mulai memutar tubuhnya didepan kaca.
Sejenak Zoe diam menatap gadis itu.
"Ini juga pakaikan"
Frey bicara sambil menyerahkan sebuah kalung ke arah Zoe.
Entahlah tidak tahu kenapa kepala Zoe tiba-tiba berdenyut kencang, rasa sakit yang tiba-tiba membuat diri nya kehilangan kata-kata.
Damn it
Ucap Zoe didalam hatinya.
setelah itu,Frey jelas tanpa rasa canggung menaikkan seluruh rambut indahnya ke atas, leher jenjang itu telah siap di hiasi dengan kalung indah pilihan nya tadi.
Zoe secara berlahan mendekati gadis itu dari arah belakang, dengan gerakan lembut mencoba menempelkan kalung itu ke leher indah Freya secara perlahan.
Bisa dia cium aroma wangi dari rambut indah Freya yang mendominasi di Balik hidung nya, leher mulus itu membuat perasaan Zoe seketika meremang, dia secara berlahan memasangkan kalung itu ke leher Frey.
Zoe dan dan Freya saling menatap kaca besar yang ada di hadapan mereka.
"Cantik?"
Frey bertanya cepat ke arah Zoe, sambil tersenyum senang, terus menatap keindahan liontin kalung berbentuk bunga lotus tersebut.
"Cantik"
Yah bukan kalung nya yang cantik, tapi bagi Zoe Freya lah yang paling cantik di antara barang-barang yang digunakan gadis itu.
"Dia benar-benar cantik"
Bisikan Zoe yang mendominasi dibalik telinga nya seketika membuat seluruh kulit tubuh Frey meremang seketika.
Tidak tahu kenapa jantung Gadis itu seketika terasa berdebar-debar tidak menentu.
Apalagi saat tiba-tiba pipi laki-laki itu secara perlahan menempel lembut dibalik telinga'nya.
"Aku menyukai nya"
__ADS_1