Gairah Cinta Bodyguard Putri Penguasa

Gairah Cinta Bodyguard Putri Penguasa
Khawatir berlebih


__ADS_3

Bukankah satu keberuntungan, dikala hari panas datang tiba-tiba hujan mendera?.


Dia punya alasan paling masuk akal saat menggunakan pakaian tertutup seperti itu, setidaknya tidak akan ada yang bertanya lagi soal pakaian nya Fikir Freya.


Gadis itu mencoba berbalik membawa beberapa peralatan makan ditangan nya, tapi seketika dia terkejut saat kak Gao nya tiba-tiba berdiri tepat di hadapan nya.


"Kak?"


Dia jelas kaget setengah mati.


"Ada apa dileher kamu?"


Kak Gao nya bertanya tiba-tiba, menatap curiga ke arah diri nya.


Freya jelas membeku, dia fikir kenapa semua orang membahas soal sesuatu dileher nya.


Mungkin dia masih bisa menghindari hayat, Mommy nya atau siapa pun itu, tapi menghindari kak Gao nya jelas tidak bisa.


Laki-laki itu adalah sosok paling dia takuti setelah Daddy nya.


Dibandingkan kak Ahem nya, Gao jelas sosok yang sama keras nya dalam mendidik nya seperti Daddy All.


Kak Ahem nya memang terkesan datar dan dingin, tapi laki-laki itu memiliki banyak toleransi, masih bisa memaklumi banyak hal, bahkan tidak jarang dia berani memanjakan dirinya dengan kakak nya yang satu itu.


Jika punya masalah, Freya masih sering curhat dengan laki-laki itu, tapi dengan Gao dia jelas mana berani.


Meskipun sering kesal dan membantah ucapan nya soal perempuan one night stand kakak nya itu, untuk urusan lain Freya jelas tidak berani berdebat.


Dia bahkan tidak berani curhat soal laki-laki atau kekasih nya pada Gao hingga sejauh ini.


Apalagi laki-laki itu selalu mewanti-wanti Diri nya agar hati-hati pada laki-laki, karena itu dia selalu berpacaran diam-diam dibelakang Gao dan Daddy nya.

__ADS_1


"Tidak ada apa-apa"


Ucap Freya pelan, gadis itu mencoba menundukkan pandangan nya, dia sedikit Takut dengan tatapan Gao.


"Kau tidak pernah menggunakan pakaian seperti ini, apa yang terjadi?"


Tanya kak Gao nya lagi.


"Aku.. hanya merasa tidak enak badan"


Freya buru-buru melesat pergi menjauhi Gao, meletakkan peralatan makan dan menyusun nya ke atas meja dapur secara perlahan.


Gao jelas semakin mengerutkan keningnya melihat ekspresi sang adik, tapi tiba-tiba istrinya Ayana datang memecah pemikiran nya.


"Gao"


Perempuan berhijab yang belum lama dinikahi nya itu memanggilnya cepat.


"Ada apa?"


Tanya Perempuan itu pelan.


Gao yang masih ingin bicara dengan Freya mau tidak mau menghela nafas nya berat, dengan cepat laki-laki itu berkata.


"Setelah makan siang, ada yang ingin kakak bicarakan"


Mendengar ucapan laki-laki itu sejenak membuat Freya menelan salivanya.


Oh god.


Batin Freya pelan.

__ADS_1


*******


Setelah melewati makan siang bersama, Freya lagi-lagi mencoba menghindari Semua orang, tapi tiba-tiba Gao berkata.


"Kakak ingin bicara dengan kalian berdua"


Ucap Gao tiba-tiba.


Zoe yang berniat untuk beranjak dari sana seketika membeku.


Tidak tahu sejak awal semua keluarga datang, dia memendam kekhawatiran yang begitu mendalam.


"Ada apa?"


Tanya Zoe pelan sambil mencoba kembali duduk ketempat nya semula.


Gao sejanak menatap ke arah istrinya, kemudian laki-laki itu menatap Zoe dan Freya secara bergantian.


Bisa Zoe rasakan detak jantung nya berdetak tidak beraturan, dia jelas khawatir Dengan apa yang akan di katakan Gao


"Aku fikir Minggu depan akan membawa kamu dan Freya ke Prancis dalam bulan madu kami bersama"


Seketika Zoe dan Freya mengerutkan kening mereka.


"Ya?"


Mereka berdua jelas cukup bingung dengan ucapan laki-laki tersebut.


"Itu permintaan dari kakak ipar mu, Frey"


Lanjut Gao lagi.

__ADS_1


__ADS_2