
Freya fikir kenapa teman nya sila ada disini?, bukan kah sila bukan type gadis yang suka hilir mudik masuk ketempat seperti ini.
"Kenapa kamu ada disini?"
Tanya Freya sambil terus mengerutkan keningnya, menatap perempuan dihadapan nya itu sedikit dengan pandangan yang mencurigakan.
Gerak-gerik Sila seketika membuat dia curiga.
"Kamu kenapa disini?"
alih-alih menjawab pertanyaan Freya, sila malah Balik bertanya.
"Aku sedang mencari Alvin, tidak kah kamu bersama nya, agak sedikit aneh kamu masuk ke club Tanpa mengundang aku dan Alvin?"
Freya menjawab sambil terus mengerutkan keningnya.
Tidak tahu kenapa dia tiba-tiba memiliki firasat tidak enak, Tempo hari saat dia melihat Alvin di rumah sakit sila juga ada disana, sekarang saat dia mencoba mencari Alvin di club malam, teman nya lagi-lagi ada di lokasi seharusnya Alvin berada.
Apa dia harus menaruh sedikit kecurigaan pada teman nya sendiri? tapi rasa nya cukup keterlaluan jika dia melakukan nya.
Hanya saja bukankah aneh ketika dia mencari kekasih nya selalu ada sahabat nya di sekitar mereka.
__ADS_1
"Aku tidak melihat nya, bukankah dia ada di rumah? kita melakukan panggilan video bersama bukan sore tadi? Alvin bilang dia tidak keluar kemana-mana?!"
Freya manatap teman nya itu untuk beberapa waktu, dia melihat dengan baik ekspresi wajah dihadapan nya itu.
Ada dua pemikiran nya saat ini.
Pertama Sila sedang berusaha untuk melindungi Alvin atau..
Mereka berselingkuh diam-diam di belakang nya.
Mungkinkah?.
Tapi apa mungkin teman baiknya tega mengkhianati kepercayaan diri nya? bermain-main diam-diam dibelakang nya.
Tidak mungkin.
Dia mencoba menepis seluruh pemikiran buruk nya, alih-alih mempedulikan sila, Freya mencoba mendobrak pintu ruangan dihadapan nya itu.
Saat ini yang ada difikiran nya hanya lah menemukan Alvin, benarkah laki-laki itu ada disana bersama seorang perempuan.
Fikiran Freya saat ini terasa benar-benar kacau balau.
__ADS_1
Dia fikir Alvin tidak mungkin begitu, Laki-laki itu selalu berlaku baik dan manis pada dirinya, meskipun beberapa kali laki-laki itu pernah menyentuh dirinya dan membuat dia melayang-layang dengan bisikan cinta nya, bahkan ketika laki-laki itu mencoba menciptakan moment melewati batasan mereka, saat Freya mengingat kan laki-laki itu sambil berkata tidak.
Jangan menyentuh nya lebih dari seharusnya, karena jika tidak Daddy dan kakak-kakak nya akan menghabisi mereka, laki-laki itu menurut, membatalkan semua nya, menjaga nya bahkan berusaha untuk tidak bergerak di luar batasan mereka.
Tapi tidak tahu kenapa, belakangan hati nya mulai terasa ragu dan aneh, apalagi saat beberapa hari ini laki-laki itu selalu bertingkah sedikit tidak seperti biasanya.
Bahkan Alvin menarik sejumlah uang di ATM dengan dalih dia benar-benar butuh uang nya untuk menebus mama nya dirumah sakit.
Tapi Freya tidak di izinkan bertemu dengan mama nya hingga hari ini.
"Freya kamu kenapa?"
Sila bertanya sambil mengerutkan keningnya saat melihat Freya mulai memaksa untuk masuk ke salah satu ruangan karaoke dihadapan mereka.
"Ini ruangan siapa? kamu ada janji temu dengan seseorang?"
Sila mencoba Terus bertanya, membuat konsentrasi Freya buyar seketika.
"Bisakah kamu diam? aku harus menyakinkan soal sesuatu"
Ucap Freya cepat kemudian memaksakan diri untuk masuk ke dalam ruangan tersebut.
__ADS_1