
area sky Val d'Isere
Prancis
Zoe fikir ini bukan hal yang baik, dia menemani Gao untuk menemui rekan bisnis nya dan meninggalkan istri nya bersama beberapa pengawal kepercayaan Gao.
Waktu berjalan cukup lama hingga akhirnya mereka kembali ke area sky d'isere, tapi satu hal mengejutkan terjadi.
Sang istri tiba-tiba menghilang, para pengawal kehilangan jejak gadis cantik berhijab tersebut
Gaohan jelas terlihat panik karena Ayana istri nya tiba-tiba menghilang ketika sang istri tengah bermain sky dan para penjaga yang seharusnya mengawasi istri nya lengah dalam menjaga sang istri nya
"Aku bilang temukan istri ku sekarang juga"
Bisa Zoe dengar teriakan gaohan yang di penuh amarah.
"Dan kau.."
Brakkk
Gao mendorong salah satu pengawal nya Kedinding dengan begitu kasar hingga terdengar suara dentuman yang sangat menyakitkan, pria itu meringis kesakitan apalagi saat lengan Gao menghimpit lehernya dalam seketika dia mulai kehilangan nafasnya.
"Aku sudah bilang lihat dia selagi aku pergi breng..sek.., tapi kau malah kehilangan istri ku"
Zoe bisa melihat bagaimana laki-laki itu mulai kehilangan kendali atas dirinya sendiri, matanya menampakkan kilatan paling mengerikan bagi siapapun yang memandang, dalam sekali hentakan bisa dipastikan jika laher pria yang di cekik nya itu bisa patah hanya dalam sekali gerakan saja.
"Jika terjadi sesuatu padanya, maka aku pastikan kalian semua benar-benar akan aku habisi tanpa sisa termasuk orang-orang yang kalian sayangi"
Rahang nya benar-benar mengeras, giginya beradu dengan kemarahan yang semakin memuncak.
"Gao, sadarlah"
bahkan tidak ada seorang pun yang dapat menurunkan tingkat emosionalisme nya ketika laki-laki itu tengah marah, kecuali mommy nya.
Zoe tahu tindakan nya jelas akan sia-sia, tapi membiarkan Gao terus bertindak di luar akal sehat nya jelas akan bisa membunuh pria itu.
"Gao kau bisa membunuhnya,lepaskan lenganmu dari pria itu"
Zoe terus mencoba mengingatkan nya, Zoe berusaha untuk melepaskan cekikikan leher laki-laki itu.
Tapi Gao seakan-akan kehilangan kesadaran nya
"Gao.."
Dan jelas bukannya mereda, telapak tangan Gao satunya malah dengan gerakan cepat mencekik leher Zoe
"Gao"
Zoe tampak terkejut, Seketika cekikan itu terasa begitu menyakitkan, dia lihat wajah pria dihadapan mereka semakin memerah, nafasnya mulai menghilang secara berlahan, 4 pria lainnya mualai mundur secara berlahan, takut jika-jika yang berikut nya merasakan kemarahan itu adalah salah satu dari mereka.
"Gao, kita akan menemukan Ayana"
Zoe bicara kencang ke arah gaohan, mencoba menyebut nama Ayana di balik telinga nya sambil menahan sakit di lehernya.
Tapi tetap tidak berhasil
__ADS_1
ini celaka fikir Zoe,jika terlambat pria dihadapan mereka itu bisa benar-benar kehilangan nyawanya dan dia pun bisa mati sekarang juga
Tapi secara tidak terduga tiba-tiba dari arah pintu masuk Frey menerobos masuk dan,
Plakkk
Sebuah tamparan mendarat di wajah Gao
"Kakak"
Teriakan Frey menyadarkan kegilaan Gao
"Kita akan menemukan kakak ipar, kendalikan diri mu, bagaimana jika kak Ayana melihat kelakuan mu? dia pasti akan kecewa"
Frey tampak marah, Seketika Gao tersadar lantas melepaskan lengannya dari pria dihadapannya itu dan cengkeraman nya dari zoe, dalam secepat kilat pengawal lainnya meraih tubuh temannya itu yang terbatuk-batuk berkali-kali. Zoe mencoba menarik nafasnya sejenak, memegang lehernya yang terasa begitu menyesakkan.
"Temukan istri ku dalam 2 jam, jika lebih dari itu aku akan membunuh satu persatu dari kalian hingga istri ku ditemukan"
Teriaknya penuh amarah kemudian dalam gerakan cepat dia meraih pistol yang ada di atas meja, mengokang nya dengan cepat dan mengarahkan pada salah satu pria itu
"Dan jika sesuatu terjadi pada istri ku, bahkan meski hanya tergores 1 goresan saja di tubuhnya, maka dapat aku pastikan peluru di pistol ini akan bersarang di kepala kalian satu persatu"
5 pria itu menundukkan kepala mereka, kemudian dalam hitungan detik melesat pergi tanpa basa-basi, sambil salah satunya masih berjalan dengan terhuyung-huyung karena merasa sesak dan sakit dilehernya.
"Dan kau"
Gao menatap kesal ke arah Zoe
"Pastikan hari ini aku tidak melesatkan peluru ku pada kepala siapapun hari ini termasuk kepala mu"
Setelah berkata begitu, Gao melesat keluar mencoba mencari ke arah mana Ayana menghilang
"Bagaimana kalian bisa kehilangan kakak ipar?"
Zoe hanya mampu menarik nafasnya kasar
"Aku bersama Gao, mereka yang mengikuti Ayana"
"Benar-benar tolol"
umpat Frey kesal kemudian maju dengan cepat, menyentuh leher Zoe secara berlahan.
"ini memerah dan terluka"
ucapnya kemudian mencoba mencari sesuatu di laci, biasanya di resort Courchevel mereka bisa menemukan obat-obatan fikir frey. Saat menemukan apa yang dicari dengan gerakan cepat Frey mencoba mengobati leher Zoe
"Aku tidak apa-apa"
Zoe mencoba menghindar.
Dia fikir kenapa gadis ini ada di sini saat ini?.
Bukan kah seharusnya gadis ini ada di pusat kota, menikmati liburan nya dengan penuh kesenangan.
Frey tampak kesal
"Bisakah kamu diam? "
__ADS_1
"Aku benar-benar baik-baik saja"
Ucap Zoe cepat.
Tapi tanpa peduli ocehan zoe,Frey dengan cepat menahan leher laki-laki itu.
"Ini hanya sebentar"
Ucap Freya cepat, kemudian gadis itu mendekati tubuh Zoe dan mencoba memperhatikan leher Zoe.
Tiba-tiba saja Freya terlihat mengoleskan sesuatu dileher nya secara berlahan.
Itu adalah obat memar.
Seketika Zoe kehilangan kata-kata, hanya bisa menatap wajah Frey yang jaraknya begitu dekat dengan dirinya, sejenak dia menghirup aroma lembut rambut gadis itu.
Entahlah perasaan nya menjadi kacau balau, pada akhirnya dia fikir gadis ini semakin lama semakin mengikis jarak di antara mereka.
Acapkali dia ingin menyentuh tangan Frey, menyentuh wajahnya atau bahkan memeluk gadis itu,
Tapi dia tahu ini semua gila, hingga akhirnya dia mengikis semua rasa pada gadis itu dengan cara terus menjahui freya sejak dulu.
"Lepaskanlah, aku bisa melakukan nya sendiri"
Ucap Zoe pelan, dia mencoba menepis tangan gadis itu.
"Zoe.."
"Aku akan mencari Ayana, kamu bisa kembali ke kota secepat nya"
Setelah berkata begitu Zoe mencoba untuk melangkah menjauh dari sana.
"Tidak, aku akan ikut mencari Kak Ayana"
Jawab gadis itu cepat sambil berusaha mengejar langkah laki-laki tersebut.
"Frey..."
Zoe jelas mengerutkan keningnya.
"Aku akan ikut"
"Ini berbahaya, pulanglah"
"Aku tidak mau"
"Jangan menambah kekhawatiran Gao, jika terjadi sesuatu yang buruk pada mu aku kembali yang akan disalahkan, pulanglah"
Mendengar ucapan Zoe sejenak Freya diam.
"Kalau begitu aku akan menunggu di kamar penginapan kamu hingga kalian menemukan kak Ayana"
Ucap Freya cepat.
"Ya?"
Zoe jelas terkejut mendengar ucapan gadis itu.
__ADS_1
"Tapi..."
Alih-alih peduli ucapan Zoe, Freya secepat kilat berlalu dari hadapan laki-laki itu.