
Sejenak Freya menghela pelan nafasnya, setelah mengobati luka Alvin dia lebih memilih untuk diam tanpa banyak bicara, gadis itu Menyusun seluruh isi kotak P3K yang ada dihadapan nya kemudian meletakkan nya ke atas nakas.
"Semua akan baik-baik saja"
Ucap Freya pelan, membuang wajahnya untuk beberapa waktu, tidak memilih menatap Alvin karena jutaan pemikiran yang berkecamuk Menjadi satu.
"Kau marah pada ku?"
Tanya Alvin pelan kearah Freya.
"Aku mana bisa marah pada mu"
Ucap Freya lantas mencoba menarik pelan nafasnya.
Tiba-tiba dia merasakan pelukan Alvin dari belakang, begitu hangat dan lembut.
Freya memejamkan perlahan bola matanya.
"Aku tidak tahu ada apa dengan kakakmu, tapi tiba-tiba saja dia datang dan menghajar ku"
Bisik Alvin pelan dibalik telinga nya, laki-laki itu mulai menyentuh ujung telinga Freya dengan hidung nya kemudian berakhir dengan bibir nya.
Mendengar ucapan Alvin Freya tampak diam.
"Aku fikir tidak ada satupun keluarga kamu yang suka pada ku"
Ucap Alvin lagi dengan suara yang begitu pelan, nada suaranya terdengar begitu menyedihkan.
"Ini mungkin akan sulit untuk hubungan kita"
Lanjut nya lagi lantas menyesap lembut ujung telinga Freya.
__ADS_1
Tangan kanan laki-laki itu mulai menelisik perut Freya, laki-laki itu berusaha untuk memasukkan jemari-jemari tangan nya ke dalam perut indah Freya.
Gadis itu sejenak menahan nya.
"Alvin"
Suara Freya terdengar begitu halus, gadis itu sejenak terbuai dengan sentuhan lembut yang diciptakan laki-laki itu dibalik telinga dan perut nya.
Seketika sesuatu yang aneh menjalar di sekujur tubuh nya.
Alih-alih mempedulikan reaksi Freya, Alvin terus memaksa tangan nya masuk ke dalam perut nya, menelusuri tubuh indah itu dan mencoba naik menuju keatas sana.
Gadis itu benar-benar terbuai dengan tiap sentuhan laki-laki itu, Alvin seolah-olah telah memprediksi semuanya.
Waktu hampir tengah malam, di ruangan remang, tertutup dan di tutupi oleh dentuman suara music DJ di Balik sana.
Dia jelas bisa bergerak dengan leluasa.
Tiba-tiba laki-laki itu menautkan bibir mereka untuk beberapa waktu, laki-laki itu membawa nya ke tempat yang tidak dia pahami, sensasi demi sensasi aneh di rasakan nya sejak tadi.
Bahkan dia tidak tahu kapan Alvin membawa dirinya menuju ke atas kasur yang terletak cukup jauh dari dirinya tadi.
Kini dia berada di bawah Kungkungan Laki-laki itu, dimana bibir laki-laki itu terus bermain dengan bibir dan mulut nya.
Sedangkan tangan Alvin mulai bergerak kemana-mana.
Dan seketika Freya terkejut saat jemari itu Mencoba menyeruak masuk ke bawah sana.
"No..."
Freya seolah-olah tersadar dari ketidak sadaran nya, dia tersadar dari keadaan ketika jemari itu mencoba menyentuh titik sensitif nya.
__ADS_1
Sebaris kalimat Mommy nya langsung menghantam diri nya.
Kau tidak lagi berharga ketika memberikan tubuh mu pada laki-laki yang belum tentu mencintai mu.
Kecurigaan demi kecurigaan yang menghantam dirinya beberapa hari ini seketika mengacaukan segala pemikiran nya.
Alvin mungkin tidak benar-benar mencintai nya.
Itu yang ada difikiran nya.
Alih-alih peduli saat freya memberontak dan mencoba menahan tangan nya, Alvin tetap memaksa untuk bergerak.
"Berhenti"
Sekolah sadar dengan Semua nya, Freya memaksa untuk bebas dari tubuh laki-laki itu, tapi Alvin malah menjadi begitu kasar pada nya.
"Alvin kau menyakiti aku"
Pekik Freya dengan suara gemetaran, kenikmatan yang tadi tiba-tiba menjadi begitu menakutkan, Alvin terlihat berubah menjadi begitu mengerikan.
"Satu-satunya cara agar hubungan kita direstui hanya dengan cara seperti ini"
Ucap Alvin sambil menatap tajam bola mata Freya.
"Aku tidak punya pilihan lain"
"Alvin, no...kau gila.. lepaskan aku... Alvin.."
Freya langsung mencoba memukul dada laki-laki itu dengan sekuat tenaga nya, tapi bukan nya Alvin melepas kan nya, laki-laki itu malah meraih kedua tangan nya dan menahan nya ke atas kepalanya.
"Alvin...kau menakuti aku...no...please.."
__ADS_1
Seketika air mata Freya tumpah, dia fikir kenapa Alvin tiba-tiba berubah menjadi begitu mengerikan.