
Cahaya matahari mulai menyeruak masuk melalui jendela kaca besar disisi kanan ranjang milik Freya.
Gadis itu menggeliat sejenak dari tidur nya, masih enggan bangun karena rasa pusing dan lelah seolah-olah menghantam tubuh nya menjadi satu.
Entah lah rasa nya leher, bibir, dada bahkan di pinggiran paha nya semua pegal dan terasa berat dan lelah.
Masih dengan rasa enggan Freya mencoba kembali menutup bola mata nya, dia fikir mungkin tidur sekitar 10 menit lagi juga bukan masalah.
Tapi Gadis itu mengerutkan keningnya saat dia merasa sesuatu yang aneh terjadi di atas tubuh nya.
Sejenak Freya berusaha membuka bola matanya, saat tiba-tiba terasa sesuatu yang berat menindihnya perutnya. Frey berusaha membiasakan matanya dari sinar matahari pagi tersebut, kemudian semakin mengernyitkan dahinya saat sadar sesuatu yang berat di atas perut nya tadi merupakan tangan seseorang.
Frey tercekat.
Buru-buru gadis itu membuka kain put yang menyelimuti seluruh tubuh nya.
Hah???!.
Gadis itu seketika membeku saat dia sadar hanya menggunakan dalaman nya saja dan...
Zoe...Zoe....??
Laki-laki itu tampak tertidur pulas di samping nya, hanya menggunakan boxer nya saja, dan ada banyak sekali tanda merah yang tercetak indah di balik tubuh laki-laki itu.
ah tunggu bagaimana bisa?
Frey berusaha untuk mengingat-ingat apa yang terjadi, kenapa mereka tidur bersama?.
Kilasan balik kejadian semalam yang seperti kepingan puzzle terus berusaha Freya susun.
Pesta ulang tahun, gadis keluarga William, cemburu, minuman, mabuk, Zoe yang membawa nya pulang.
Kamar, ciuman paksa, dia yang memancing Zoe dan.....
No....!!.
__ADS_1
😱😱😱
oh damn it.
aku mem..per..kosa nya semalam
pekik frey dalam hati nya dengan perasaan panik.
"Zoee....."
Seketika gadis itu berteriak histeris, dia mencoba menggeser tubuhnya yang berada di dalam pelukan Zoe.
"Hmmm"
Laki-laki itu hanya ber hmmm ria sambil terus tenggelam dalam tidur nya, semakin mempererat pelukannya terhadap gadis itu.
"Zoee... aku memperkosa kamu semalam?!."
Pekik Freya dengan jutaan kepanikan nya.
Laki-laki itu bicara seolah-olah tanpa dosa, Zoe mencoba menggeser posisi tidur nya.
"Jadi bagaimana zoeee...?"
Freya semakin mengencangkan gerakan tubuhnya.
"Sayang berhentilah bergerak terlalu kencang, jangan memancing ku terus,aku sudah begitu tersiksa semalam, pagi ini aku tidak bisa menahan nya lagi dengan cara pergi ke kamar mandi dan menggerakkan tangan ku untuk mengganti kan kamu"
Rutuk Zoe kemudian.
"Aku benar-benar lelah hmmm, mondar-mandir kekamar mandi benar-benar membuat ku tersiksa"
Laki-laki itu membalikkan tubuhnya dengan cepat, dia kembali mencoba tenggelam didalam tidur nya.
Dia benar-benar lelah karena terus menahan hasrat nya demi Freya, terkutuk lah dirinya jika menyentuh gadis itu sebelum menikahi Freya secara Syah.
__ADS_1
Dia juga tidak ingin mengambil resiko di buang oleh keluarga besar Hillatop.
Cinta memang buta, bahkan syetan acapkali menang malawan manusia, tapi selama manusia bisa mengendalikan sendiri nafsunya, kejahatan jelas bisa di hindari bukan?!.
Mendengar ucapan Zoe, seketika Freya membeku, gadis itu mencoba menggerakkan kedua pahanya.
Freya mengerutkan keningnya sejenak.
Hmmm tidak sakit!.
Mereka bilang setelah melakukan itu katanya akan terasa sakit, berarti Zoe tidak menyentuh bagian itu semalam.
Seketika senyuman Freya mengembang dengan sempurna.
Gadis itu langsung memeluk Zoe, dia meraih wajah laki-laki itu Dan mencium bibir Zoe berkali-kali.
"Zoe... I love you, I love you"
Ucap Freya dengan riang nya.
"Oh god sayang berhenti melakukan itu, kau membangunkan dibawah sana lagi"
Pekik Zoe gelagapan.
Alih-alih peduli kepanikan Zoe, Freya terus menciumi laki-laki itu dengan jutaan cinta nya.
Bagaimana dia tidak Jatuh cinta pada laki-laki itu? Zoe selalu bisa menjaga dirinya dengan berbagai cara.
Tapi seketika tindakan Freya terhenti saat dia mendengar suara seseorang mendominasi di dalam kamar tersebut.
"Apa-apaan ini?"
Seketika Freya langsung tersentak kaget diiringi Zoe yang langsung membuka bola matanya.
Oh my god.
__ADS_1
Seketika kedua orang tersebut tercekat, Freya dan Zoe langsung menelan saliva mereka masing-masing.