Gairah Cinta Bodyguard Putri Penguasa

Gairah Cinta Bodyguard Putri Penguasa
Satu Kemarahan


__ADS_3

Begitu tiba di hadapan Allzigra, laki-laki tua itu Secepat kilat menarik kasar lengan laki-laki yang telah di anggap nya putra kandung nya itu.


sejak awal dia membawa Zoe ke kediaman Hillatop, sedikitpun dia tidak pernah membedakan antara Zoe dan putra putrinya yang lain.


baginya Zoe bener-bener putra kandungnya, ada begitu banyak rencana dan segala hal yang telah dilakukan dia untuk Zoe, bahkan dia juga memberikan anak perusahaan Hillatop di uni Emirat Arab untuk laki-laki tersebut.


tidak pernah terlintas dalam pikirannya jika Zoe akan menerkam dirinya dari belakang, dia bahkan tidak pernah berfikir jika akan menikahi putrinya secara diam-diam di belakangnya.


Bahkan awalnya sedikitpun tidak pernah terpikirkan juga tidak pernah ada kecurigaan di dalam dirinya terhadap Zoe dan Freya.


tapi ada satu kecurigaan yang terjadi pada dirinya saat mengunjungi uni emirat Arab terakhir kalinya, saat itu dia tanpa sengaja masuk ke kediaman Zoe dan Freya begitu saja


dia melakukan kunjungan mendadak tanpa memberitahukan putra-putrinya bahkan tidak memberitahukan istrinya juga.


hari itu dia bener-bener datang secara tiba-tiba ke uni emirat Arab mengambil penerbangan karena ada urusan bisnis yang mendesak.


Kala itu dia melihat Zoe dan Freya tidur di dalam kamar yang sama, tapi karena kedua orang itu pandai mengelak, dia fikir itu wajar-wajar saja jika kakak dan adik tidur di kamar yang sama.


Bola mata Allzigra membulat sempurna saat dia membuka pintu kamar, terlihat Freya meringkuk ke dalam pelukan Zoe, gadis kecil nya Tampak tertidur pulas didalam dekapan laki-laki yang selalu di anggap nya sebagai anak kandung nya sendiri.


"Apa yang kalian lakukan?"


Pertanyaan itu melesat di balik bibir nya.


Zoe secepat kilat tersentak terbangun dari tidurnya, dia gelagapan, panik dan langsung berdiri dengan sempoyongan.


Hanya menggunakan boxer tidur, Zoe seolah-olah bersiap dengan jutaan kemungkinan di hadapannya.

__ADS_1


Ekspresi Zoe jelas Begitu mencurigakan.


Tapi Ekspresi Freya benar-benar tidak terduga.


Gadis kecil kesayangan nya terlihat bangun dengan enggan, masih dengan mata mengantuk Freya menatap dirinya.


"Daddy?"


Freya langsung membulatkan bola matanya, menampilkan ekspresi yang begitu bahagia, dia langsung keluar dari balik selimut nya menggunakan pakaian tidur manis berwarna peach miliknya, lantas berhamburan memeluk Allzigra.


"Ahhhhh Daddy... I miss you, I miss you... muaacchhhh"


Entah ada berapa banyak ciuman yang diberikan oleh putri nya.


Freya sama sekali tidak menampilkan ekspresi terkejut nya, tapi malah Begitu antusias bercerita dan bertanya.


"Kenapa kalian tinggal di kamar yang sama?"


"Daddy tahu? aku ini mulai jadi penakut, kadang aku takut ada suara-suara aneh yang datang"


Entahlah putri nya Begitu pandai berceloteh dan bercerita soal banyak hal, hingga pada akhirnya dia enggan lagi mempersoalkan masalah tidur bersama.


Bukankah Dulu shaikha pun sering tiba-tiba datang ke kamar nya dan memeluknya manja, minta tidur di kamar nya dangan alasan takut dengan suara petir.


Bahkan Aish adik bungsu nya yang telah meninggal, dulu semasa masih hidup begitu manja kepada dirinya,.menyeruak masuk ke kamar nya jika merasa tidak nyaman tidur dikamar nya sendiri?!.


Jadi Allzigra fikir semua sah-sah saja.

__ADS_1


Bugggggg


Satu tinju menghantam wajah Zoe saat mereka berada di halaman belakang kediaman Abimanyu.


Seketika Zoe tercekat, menahan rasa perih di balik pipi dan bibirnya.


Darah segar mengalir sedikit di balik bibir laki-laki tersebut.


"Dad...?"


"Kau... bagaimana kau dan Freya...kalian menikah tanpa persetujuan dari ku?"


Mendengar ucapan Daddy Allzigra nya, seketika membuat Zoe menelan salivanya, jutaan rasa bersalah menghantam hatinya, dengan hati nya berkecamuk menjadi satu Zoe mencoba meraih tangan dan tubuh laki-laki tua itu.


"Dad..maafkan aku"


"Kau.. ba..ji..Ngan ini"


Allzigra ingin memukul Zoe sekali lagi tapi satu tangan mencoba menahan gerakan nya.


"Dad..no... plaease"


Tiba-tiba Azlan, calon suami putri nya Nadine bicara sambil menahan tangan nya.


Didepan sana Gao terus menyambut tamu dangan jutaan kekawatiran, dia tidak bisa mengejar langkah Daddy nya, satu-satunya yang bisa dia mintai tolong adalah Azlan dan Nadine.


Gao mencoba menyakinkan diri jika kedua orang itu pasti bisa mendinginkan situasi, bisa mendinginkan hati Daddy nya.

__ADS_1


__ADS_2