
Begitu masuk ke dalam villa milik Freya, buru-buru Zoe menggendong Freya menuju ke arah kamar Gadis itu, dia membuka pintu kamar Freya secara perlahan dengan tangan kirinya, takut jika-jika membangunkan gadis itu dari tidur lelapnya.
Begitu pintu terbuka dia langsung masuk secara perlahan, menutup pintu kamar dengan kakinya lantas bergerak menuju ke arah kasur.
Secara hati-hati Zoe meletakkan tubuh Freya ke atas kasur nya kemudian membenahi posisi tidur gadis itu dengan gerakan yang begitu lembut.
Sejenak Laki-laki itu menatap wajah Freya yang tengah terlelap didalam tidurnya, seketika Zoe menghela pelan nafasnya pelan untuk beberapa waktu.
Tangan kanan nya dengan gerakan perlahan menyentuh lembut wajah cantik itu, Zoe tidak mengeluarkan suara apapun, hanya mengelus lembut wajah itu untuk beberapa waktu.
"Kau tahu?"
Ucap Zoe pelan.
"15 tahun yang lalu aku fikir aku sudah gila, menyukai bocah kecil yang selalu tertawa riang dan tersenyum indah dihadapan ku?"
Laki-laki itu bicara sambil terus menatap dalam wajah Freya.
"Aku mencoba menepis semua pemikiran ku soal kamu selama 2 tahun penuh"
"Lalu aku sadar Beban terberat ku selama 13 tahun ini adalah kamu, sangat Sulit sekali pura-pura diam dan membenci dikala hati berkata sebaliknya"
__ADS_1
Lanjut Zoe lagi.
"Cari lah laki-laki yang benar-benar mencintai kamu Frey, jangan seperti ini lagi,. dengan begitu aku akan dengan tenang melepas kan kamu"
Setelah berkata begitu Zoe terlihat mulai membungkukkan tubuhnya, laki-laki itu menatap sejenak wajah Freya yang terlelap.
Sepersekian detik kemudian laki-laki itu secara perlahan mencium lembut bibir Freya, tidak begitu lama, hanya sebentar kemudian dia melepaskan ciuman hangat nya.
Setelah itu Laki-laki itu beranjak pergi meninggalkan Freya, berjalan menuju ke arah pintu keluar menuju ke arah teras kamar sebelah.
Sejenak Zoe berdiri memandangi jutaan bintang yang ada di hamparan langit malam, Fikiran nya mulai berkelana kemana-mana menjelajahi malam ditemani dingin nya angin malam.
*******
Gadis itu mencoba mengitari bola matanya ke seluruh ruangan,.dia baru sadar jika dia ada di dalam kamar nya sendiri.
Dia fikir kapan dia pulang? dimana Zoe?.
Buru-buru gadis itu melirik ke arah jam didinding nya, hampir jam 3 dini hari rupanya.
Dia merasa sedikit kecewa saat tahu Zoe sudah menghilang dari hadapan nya.
__ADS_1
Gadis itu diam untuk beberapa waktu, tidak mengeluarkan suara apapun bahkan tidak bergerak dari posisi nya.
Freya menghela kasar nafas nya untuk beberapa waktu, kemudian dia beranjak dari kasur nya menuju ke arah sebuah meja.
Mungkin dia gila, tapi dia benar-benar butuh sesuatu untuk menenangkan fikiran-fikiran kacaunya.
Gadis itu meraih botol anggur yang ada di atas meja, kemudian secara perlahan dia mulai menuangkan minuman tersebut ke dalam gelas bertungkai yang ada di barisan meja bartender disisi kiri dimana dia berdiri.
Setelah menuangkan minuman tersebut, secara perlahan Freya membawa botol minuman tersebut dan gelas berisi anggur ke arah depan, dia mulai duduk ke atas kursi sofa yang berada tepat di depan kasur nya, gadis itu duduk disana sambil menikmati minuman tersebut sedikit demi sedikit.
Cukup lama dia berkutat Dengan pemikiran nya, hingga pada akhirnya Seketika tangis nya pecah saat dia sadar dan ingat apa yang terjadi pada nya semalam.
Dia fikir sejak dulu hingga sekarang pun dia selalu sial dalam urusan cinta,kali ini dia benar-benar tidak akan lagi mau berurusan dengan cinta, itu sangat menjijikkan.
Kemudian Freya kembali menyambar gelas minuman nya, dia kembali menuangkan anggur Tersebut dan mulai menghabiskan anggur Tersebut sedikit Demi sedikit.
Dia benar-benar butuh seseorang untuk mengadu tapi Realita nya tidak ada satu pun yang bisa dia jadikan teman untuk bercerita saat ini.
Hingga akhirnya Freya fikir kepalanya mulai terasa pusing.
Apa aku mabuk? no...!!! aku fikir aku cukup kuat untuk menghabiskan minuman nya.
__ADS_1
Rutuk gadis itu didalam hati.