Gairah Cinta Bodyguard Putri Penguasa

Gairah Cinta Bodyguard Putri Penguasa
Melepas cinta


__ADS_3

Catatan \=


Yang masih cilik boleh menyingkir, setelah ini ada part yang bisa mengguncang jiwa dan membuat basyahhh, teruntuk yang usia nya di atas rata2🀭🀭πŸ€ͺπŸ€ͺ.


Yang jomblo sebaiknya Kabur, yang punya bojo buruan di kasih kode keras buat modal malam Jum'atπŸ€£πŸ€£πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ€ͺπŸ€ͺπŸ€ͺβ€οΈβ€οΈπŸ’‹.


*******


Begitu Freya menyambar bibir nya dan kedua tangan gadis itu meraih lehernya, Zoe jelas gelagapan dan mencoba menyeimbangkan gerakan Freya, dia mencoba menyentuh pinggang Freya untuk menjaga keseimbangan di antara mereka.



Sesi ciuman hangat dan panas penuh gai..rah jelas terjadi di Antara mereka.


Seagresif apa Freya menuntunnya jelas membuat Zoe mulai kehilangan kendali atas dirinya sendiri.


Begitu Freya menurunkan sapuan bibir nya ke leher nya, Zoe berbisik pelan di balik telinga freya.


"Sayang, you make me lose control"


Dia mencoba menahan gejolak di dalam dirinya, Zoe fikir mungkin ini terlalu dini untuk mereka.


"Hmmm bukankah kita pasangan yang sah? itu sah-sah saja"


Setelah berkata begitu Freya kembali mencoba menyapu leher Zoe, memberikan tanda kepemilikan manis nya di sana.


"Sayang"


Alih-alih menjawab ucapan Zoe, gadis itu menggigit geram leher Zoe.


"Awhhhh"


Laki-laki itu menjerit pelan.


Freya terkekeh geli, tangan nya dengan nakal mulai masuk ke dalam perut Zoe dan mulai menjelajah nakal didalam sana, menyentuh permukaan perut kotak-kotak yang mampu membuat gadis manapun menyukai nya.


Gadis itu tiba-tiba secepat kilat melepaskan satu persatu pakaian suaminya dengan gerakan begitu bersemangat.


"Sayang aku fikir ini terlalu cepat"


Zoe bicara sambil berusaha menahan gerakan Freya.


Alih-alih peduli keraguan sang suami, Freya secepat kilat kembali menyambar bibir Zoe, sedangkan tangan nya kini mulai bergerak menjelajah dibawah sana, seketika terdengar suara gesper Zoe yang terlepas dengan sempurna.


Klekkkkkk.


Oh god.


Zoe fikir dia benar-benar mulai menggila.


Apalagi saat jemari-jemari indah gadis itu telah masuk ke bawah sana, menjelajahi sesuatu dibalik celananya.


Membuat ereksi nya meningkat secara tiba-tiba.


Milik nya mulai berdiri dengan sempurna.


"Oh shi..t kamu yang meminta nya"


Ucap Zoe lantas dengan gerakan cepat laki-laki itu langsung menyambar bibir Freya dengan cepat.


Gadis itu terkejut begitu Zoe menyambar balik bibirnya, memberikan ciuman Ter panas nya pada freya, dengan senyuman bahagia nya Sepersekian detik kemudian dengan gerakan cepat pula Freya membalas ciuman panas laki-laki yang telah menjadi suaminya tersebut.


Sesi ciuman manis dan panas tersebut semakin lama semakin memanas, menambah gejolak di masing-masing jiwa hingga menciptakan satu gejolak khusus dibawah sana.


Gerakan Freya yang agresif menambah laju semangat Zoe untuk terus membalas apa yang diberikan Freya kepada diri nya.


Seolah-olah mereka berdua akhirnya melepaskan hasrat yang telah lama membuncah, yang di tahan untuk waktu yang sulit di hitung dengan jari-jari tangan mereka.


Awalnya hanya perpaduan dua bibir yang saling bertautan dengan sempurna, pada akhirnya Zoe melesat membawa Freya untuk belajar bermain lidah didalam sana.


Menjelajahi isi rongga nya, mengajarkan gadis itu bagaimana indah nya ketika mereka saling membelit lidah.

__ADS_1


Satu tangan Zoe bergerak mengikis jarak, menyentuh lembut leher gadis tersebut secara perlahan, membiarkan satu jempol nya mengusap lembut wajah cantik tersebut, Sedangkan 4 jari lainny menjadi penumpuh kepala Freya agar tidak banyak bergerak kemana-mana.


Dalam pergerakan penuh cinta, dari pada memilih kasur, kursi sofa besar yang jelas lebih dari cukup menampung mereka berdua seolah-olah tempat terbaik untuk mereka yang mulai lupa diri karena bergelayut dalam has..rat yang nyaris tidak tertahankan.


Jika Freya awalnya begitu agresif, kali ini Zoe membalas nya jelas tidak kalah agresif, laki-laki itu kini mencoba menjelajahi seluruh bagian tubuh milik sang istri nya yang belum terjamah oleh siapa-siapa.



Zoe menelusuri seluruh kulit indah sang istri, sembari bibir nya terus bergerak menyusuri rongga mulut Freya, tangan kanan nya telah beralih peran menjelajahi kulit indah bak batu pualam tersebut.


Menyusuri kelembutan kulit tersebut di mulai dari perut hingga naik ke atas dadanya.


Begitu tangan tersebut naik keatas sana, menyentuh satu bongkahan padat yang paling disukai oleh laki-laki manapun yang melihat nya, seketika jemari-jemari tersebut masuk ke dalam penutup mendominasi berwarna hitam, menelusuri satu titik berbentuk bulatan kecil yang masih berwarna pink.


Freya seketika menggeliat geli sambil mengeluarkan de..sa..han pertama nya saat Jemari tersebut masuk kedalam sana dan mulai menjelajah dengan sempurna.


"Akhhh Zoe"


Dia secepat kilat mencoba untuk menyentuh tangan Zoe, menatap bola mata laki-laki itu penuh dengan kabut gairah.


Zoe mengembangkan senyuman nya, secepat kilat laki-laki itu menarik baju atasan Freya, membuka nya dengan gerakan cepat kemudian membuang nya ke sembarang arah.


Kini laki-laki itu mulai bergerak naik ke dua benda padat tersebut, menyingkir kan penutup nya dengan Gerakan perlahan dan lagi-lagi Zoe membuang penutup tersebut kesembarang arah.


Sepersekian detik kemudian bibir laki-laki itu mulai menjelajahi salah satu Gunung kembar tersebut, menyesap satu tonjolan kecil yang masih berwarna merah muda, jelas menyatakan jika benda tersebut belum di sentuh oleh lidah manapun sebelumnya.


Dan lagi...Freya mengeluarkan suara de..sa.han kepayahan nya karena satu gejolak aneh dan baru yang belum pernah dia rasakan terus naik dari bawah hingga ke puncak kepalanya.


Apalagi ketika tangan laki-laki itu bergerak lincah dibawah sana, melepaskan celana nya dengan gerakan cepat dan kaki Zoe mulai menarik penutup bawah nya hingga Jatuh ke arah bawah.


Dan dengan gerakan nakal nya satu jemari itu menyusuri sesuatu dibawah sana yang telah mulai basah sejak tadi karena pergulatan yang di mulai di atas sana.


Bisa Freya rasakan ketika satu Jemari itu mulai bermain nakal, menyeruak masuk menggelitik bagian inti yang belum pernah tersentuh dengan jari siapapun sebelumnya.


Oh shi..t.


Terlalu indah di awal karena posisi nya masih cukup di puncak luar, Jemari itu benar-benar terasa menggelitik, menggesek Secara perlahan di bawah sana demi menambah tingkat kenyamanan.


Sedangkan di atas sana, mulut Zoe terus menggelitik areola yang melingkar di sekitar dada Freya bahkan kadang bibir dan mulut itu mulai menghisap niple milik nya.


Freya terbuai dalam keadaan,. menikmati sesi ber..cin..ta yang belum pernah dia rasakan sebelumnya.


Terlalu manis, terlalu indah dan membuat dirinya kehilangan kendali atas dirinya sendiri.


Namun begitu jemari Zoe berusaha menyeruak masuk lebih dalam di bawah sana seketika Freya terkejut, rasa nikmat yang tadi tiba-tiba berubah menjadi rasa perih, geli, menggoda menjadi satu.


"Akhhh Zoe..."


Tangan kanan Freya berusaha untuk menahan nya, dia menurunkan pandangan nya kebawah untuk beberapa waktu.


"Sakit?"


Satu bisikan halus Terdengar begitu penuh gai..rah.


Mereka memang berapa di titik puncak hasrat yang membara.


Meskipun Freya penasaran akan rasa nikmat nya malam pertama, tidak dipungkiri jari yang ukurannya tidak seberapa cukup menciptakan rasa perih ketika mulai menyeruak masuk menuju ke inti dalam sana.


"Sedikit perih"


Keluh gadis itu pelan.


Zoe fikir malam pertama dia tidak harus menggunakan jarinya, mungkin Freya belum terbiasa.


Takut merusak moment sakral mereka, dia melepaskan gerakan dibawah sana, lebih memilih kembali bergerak menyusuri kulit indah di atas sana, menenggelamkan bibir ke dalam lautan kulit indah yang dipenuhi peluh yang mulai basah.


Membuat Freya kembali terbuai dengan sentuhan demi sentuhan indah dan lembut yang diberikan oleh Zoe.


Bahkan bibir dan lidah Laki-laki itu menyusuri tiap lapisan kulit leher dan dadanya tanpa henti, terkadang menciptakan warna manis di sana yang menandakan itu adalah kepemilikan nya.


Tanpa dia sadari, dibawah sana setelah Zoe berhasil melepaskan batas menutup terakhir milik laki-laki itu sendiri, sebuah benda panjang dan besar tak berurat mulai keluar mencari tempat berlabuh nya.

__ADS_1


Tangan Zoe mulai bergerak menggeser kedua paha freya, dan dengan gerakan lembut milik Zoe secara perlahan mulai bergerak dengan sempurna.


mencari jalan khusus menuju ke Gao yang telah basah atas Sentuhan demi sentuhan yang di ciptakan penuh cinta dan has..rat yang membara.


Sepersekian detik kemudian tiba-tiba sebuah dorongan luar biasa mengejutkan Freya.


"Hahhhh Zoe... akhhhhhh"


Seketika teriakan Freya memenuhi gendang telinga Zoe.


Begitu benda itu melesat memaksa masuk, sakit nya jelas begitu luar biasa.


"Sakit?"


Zoe bertanya sambil menghentikan gerakan nya untuk semakin melesat masuk ke dalam sana, masih baru jelas terasa sulit, masuk belum juga sepenuhnya, tapi sang istri sudah menjerit sambil mengeluarkan air matanya.


Realita nya se bar bar apapun seorang gadis, se galak apapun mereka dan se buas apapun seorang gadis, pada akhirnya ketika malam pertama di bawah Kungkungan seorang laki-laki sosok seperti Freya akan menangis juga.


"Sakit..."


Freya mengeluh sambil berusaha menahan tangisan dan ringisan nya, bola matanya jelas berkaca-kaca.


"Aku akan bergerak lebih pelan"


Janji Zoe sambil mencium lembut kelopak matanya, tangan kanan Zoe menghapus pelan air mata nya.


Freya mengangguk kan kepalanya perlahan.


Dia mencoba menarik leher Zoe dengan cepat, menyambar bibir itu untuk kembali membuat dia melupakan rasa sakit di bawah sana.


Zoe mengikuti keinginan Freya, kembali bergerak saling membagi Saliva untuk beberapa waktu, hingga akhirnya dia kembali mencoba menggerakkan di bawah sana untuk beberapa waktu hingga akhirnya dalam sekali hentakan yang begitu luar biasa milik Zoe menghantam dibawah sana dengan sempurna.


Freya seketika melepaskan ciuman mereka, dia menjerit sambil berusaha menahan dada Zoe, seketika kepalanya terasa berdenging, sakitnya jelas luar biasa.


Zoe bisa merasakan dia baru saja menyobek lapisan di bawah sana, menciptakan satu sensasi dimana seolah-olah ratusan benang penghalang terputus satu persatu, dan sesuatu terasa menghangat didalam sana.


Dia menyempurnakan gadis dihadapannya menjadi seorang perempuan yang baru saja melepas kan masa lajangnya.


15 tahun mencintai dalam diam, pada akhirnya mampu memiliki Freya seutuhnya tanpa pernah di sentuh oleh siapapun Selain dirinya.


Bisa dirasakan ketika Freya mencengkeram punggung nya dengan keras, rasa sakit di punggung nya jelas tidak sebanding dengan rasa sakit Freya yang menahan rintihan atas kesakitan dibawah sana.


Kali ini air mata sang istri benar-benar tumpah dengan sempurna.


Zoe membiarkan freya terbiasa dulu dengan Milik nya, dia menghapus kembali air mata Freya secara perlahan, mencoba menetralisir rasa sakit Freya secara perlahan dan Membiarkan perempuan itu menghilangkan ketegangan nya.


Dalam beberapa waktu bisa dia rasakan milik sang istri mulai meremas Milik nya secara perlahan, Zoe Secara perlahan mulai menggerakkan tubuhnya dengan begitu pelan, takut menyakiti perempuan itu dengan keegoisan nya.


Awalnya memang menyiksa tapi lama-lama terselip nikmat yang belum pernah didapat kan sebelum nya.


Zoe pandai membawa Freya menikmati keadaan, ketika Laki-laki itu mulai menghujami milik nya secara perlahan rasa sakit perlahan bercampur rasa nikmat tiada Tara.


Hujaman demi hujaman yang di lakukan Zoe memberikan satu sensasi aneh yang membuat Freya beberapa kali me ngerang nik..mat sambil menahan perih.


Laki-laki itu mengayunkan tubuhnya,.membawa dirinya melayang melewati batas khatulistiwa, berselancar mengarungi waktu sambil bercucuran peluh.


Suara desa..Han serta era..Ngan penuh kenikmatan memenuhi ruangan tersebut.


Kursi sofa berukuran besar itu menjadi saksi kunci untuk malam panas pertama mereka hingga Freya merasakan waktu pelepasan dirinya telah sampai, begitu dia mencoba menggenggam jemari-jemari laki-laki itu, Zoe yang mengerti sang istri masuk pada puncak nya mempercepat tempo gerakan nya.



Suara penyatuan mereka memenuhi kamar tersebut, hingga akhirnya Freya benar-benar sampai pada puncak kenikmatan nya disusul Zoe yang menyemburkan lava panasnya hingga ke ujung rahim milik Freya.


Rasa nikmat kini berganti rasa lega bercampur bahagia di Antara mereka, seketika Zoe menjatuhkan tubuhnya disamping tubuh perempuan tersebut sambil membisikkan kata cinta di balik telinga Freya.


"Frey..."


"Hmmm?"


"Terima kasih untuk semua, i love you"

__ADS_1


Sebuah ciuman manis kembali meluncur di balik bibir indah itu, cukup lama hingga akhirnya Zoe melepaskan ciuman tersebut lantas memeluk erat tubuh sang istri dengan penuh cinta.


__ADS_2