
Mommy Nadya tampak mematung menatap putra kesayangan nya itu dan putri bungsu kesayangan nya.
Kata-kata yang di lontarkan oleh kedua anak nya tadi seketika membuat wanita itu tercekat.
"Aku tidak meminum pil penunda kehamilan"
Zoe terlihat menarik pelan nafasnya.
"Sebaiknya kita periksakan keadaan kamu ke dokter kandungan besok, jika mereka bilang belum dan kita bisa menunda kehamilan dengan cara yang aman tanpa resiko kita bisa mengambil cara itu"
"Dokter kandungan? Menunda kehamilan?"
Dia jelas bertanya spontan kepada kedua sosok yang ada didalam kamar tersebut.
Mommy Nadya hanya ingin kebelakang, mencari keberadaan Freya yang belum terlihat sejak tadi.
Dia fikir mungkin putri nya lelah, lebih memilih beristirahat di kamar belakang mansion.
Gadis itu selalu begitu biasa nya.
Tapi saat dia melihat Zoe melesat masuk dengan keadaan terburu-buru menuju ke arah kamar belakang, jelas membuat Mommy Nadya bingung.
Dia mengejar langkah, ingin bertanya apakah ada hal buruk yang terjadi.
Tapi baru dia tiba di depan pintu, sebuah obrolan terdengar samar-samar dari Balik telinga nya.
Dan satu keterkejutan menghantam diri nya.
"Kalian bicara apa?"
Tanya wanita itu sambil melangkah dengan perasaan yang berkecamuk menjadi satu.
Tidak tahu Kenapa tubuh nya terasa bergetar, air matanya tiba-tiba tumpah dengan sendirinya.
Pemikiran buruk tiba-tiba menghantam diri nya.
__ADS_1
Mungkinkah putri dan putra nya melakukan hal tidak senonoh? mungkinkah putri dan putra nya melakukan dosa besar di Balik semua orang?!.
Punya hubungan diam-diam yang haram, menipu semua orang di keluarga Hillatop.
"Mom?"
Freya terlihat tercekat, menatap Mommy nya dengan penuh kecemasan.
"Mommy itu tidak..."
Zoe jelas tidak kalah panik, dia berusaha untuk mendekati Nadya, mencoba untuk menyentuh wajah Mommy nya.
"Kalian telah berbuat yang tidak-tidak?"
Tanya Mommy Nadya dengan suara bergetar.
"Mom itu tidak seperti yang Mommy fikirkan"
Zoe bicara dengan penuh kekawatiran.
Dia takut kesalahpahaman terjadi soal mereka di dalam sudut pandang Mommy mereka.
Kalimat Mommy Nadya tergantung.
"Aku mencintai kak Zoe"
Seketika air mata Freya tumpah, dia menatap Mommy nya dengan pandangan cemas, takut Mommy nya berteriak histeris, membuat kegaduhan saat ini.
Jika itu terjadi, apa yang akan mereka lakukan?!.
Daddy nya pasti akan membunuh mereka.
Mendengar ucapan putri nya seketika membuat wanita paruh baya lebih itu bergetar, jantung nya terasa berhenti bergerak, dia mencoba menahan perasaan nya.
Hancur dan begitu marah.
__ADS_1
"Kau dan adik mu tidur bersama?"
Mommy Nadya mencoba bertanya pada Zoe, menatap bola mata putra nya untuk beberapa waktu.
Kekecewaan jelas ada di balik bola mata nya.
"Mom... aku dan Frey saling mencintai, tapi semua tidak seburuk apa yang Mommy bayangkan"
Zoe berusaha untuk menjelaskan.
"Jawab pertanyaan Mommy, kau tidur dengan adik mu, Zoe?"
Tanya Nadya sambil mencoba menahan telapak tangan nya dihadapan Zoe.
Dia tidak butuh penjelasan lainnya, dia hanya ingin tahu apakah putra dan putri nya telah tidur bersama.
Kalimat dokter kandungan dan pil penunda kehamilan yang dia dengar tadi cukup jelas.
Wanita itu fikir meskipun dia sudah tua, pendengaran nya jelas masih berfungsi dengan baik.
"Maafkan aku Mom"
Zoe bicara pelan, bola matanya terlihat berkaca-kaca.
Plakkkk
Sebuah tamparan mendarat dengan cepat di pipi kiri Zoe.
"Apa kini tanpa Mommy sadari, Mommy telah memelihara ular berbisa di rumah kita?"
Tanya Mommy Nadya nya dengan penuh kekecewaan.
"Mom?!"
Zoe seketika kehilangan kata-kata nya.
__ADS_1
"Mommy"
Freya seketika menangis, dia mencoba meraih tangan Mommy nya dengan cepat, tapi wanita tua itu dengan cepat menepis nya.