Gairah Cinta Bodyguard Putri Penguasa

Gairah Cinta Bodyguard Putri Penguasa
Tekad bulat


__ADS_3

Hari puncak acara 7 bulanan


Kehamilan Baby Ayana dan Gao


Freya seketika melebarkan senyumannya saat dia mendapat kabar soal sesuatu ya sangat luar biasa baginya.


Dia hamil.


"Benarkah?"


Perempuan itu terlihat begitu Antusias, menatap Zoe dengan bola mata berkaca-kaca.


Sang suami yang ditanya hanya melebarkan senyumannya, dia membentang kan kedua tangan nya dan menunggu Freya masuk ke dalam pelukan nya.


Sesuai dugaan, sambil mengeluarkan ekspresi riang nya Freya langsung berhamburan memeluk Zoe.



"itu luar biasa, Zoe... kita akan punya baby junior"


Freya benar-benar bahagia, dia bingung bagaimana meng'ekspresikan perasaan nya saat ini.


Jika ditanya apakah dia bersedih dan menyesal?!.


Jawaban nya tentu saja tidak.


Bagi nya itu adalah rejeki yang di berikan Allah dan itu sangat luar biasa.


Dan Zoe sengaja mencari tempat yang cukup jauh dari jangkauan semua orang, tidak ingin jika-jika orang mendengar nya sekarang.

__ADS_1


Dia fikir biarkan Freya tahu lebih dulu, setelah ini mungkin dia akan menemui Daddy Allzigra.


Menunggu acara 7 bulanan Ayana dan Gao selesai, baru dia bicara one by one, antara Laki-laki dan Laki-laki, antara menantu dan mertua nya.


Dia benar-benar akan bicara jujur soal hubungan mereka.


"Tidak Zoe, Mommy belum siap menerima keadaan, kau tahu bagaimana Daddy kalian?"


Mommy Nadya jelas begitu khawatir kemarin, dia menatap Zoe dengan perasaan kacau balau.


Baginya bagaimana jika Allzigra melampaui batasan nya saat menerima kabar soal Zoe dan Freya.


"Kami tidak mungkin selama sembunyi-sembunyi kan Ma? itu menandakan betapa pengecut nya diri ku jika melakukan hal tersebut"


Ucap Zoe sambil menatap dalam wajah Mommy nya.


Mereka duduk berdua, bicara empat mata.


"Tapi Zoe..."


Melihat ekspresi Mommy nya, Zoe buru-buru meraih telapak tangan wanita tersebut.


"Bukankah Mommy dulu selalu mengajarkan kami jika Kebohongan sekecil apapun pastinya akan berdampak kepada diri seseorang. Bisa menjadi kebiasaan terus menerus dan selalu berulang"


Ucap laki-laki itu sambil menatap dalam bola mata Mommy Nadya nya.


"Itu terjadi Mom, Hampir satu tahun terus begini, dari satu kebohongan menuju kebohongan yang lainnya secara terus menerus"


Mendengar ucapan Zoe, seketika wanita itu terdiam.

__ADS_1


"Bayangkan bagaimana perasaan Daddy di bohongi hingga selama itu?"


Zoe terlihat mengehela pelan nafasnya.


"Realita nya Berkata jujur meskipun menyakit kan, lebih baik. Setidaknya sudah berkata dengan apa yang sebenarnya terjadi dan tidak disembunyikan. Tetapi ketika berbohong sekecil apapun. Resikonya adalah kehilangan rasa percaya orang lain kalau terbongkar. Walaupun pada akhirnya kami mengatakan yang sebenarnya, tapi respon seseorang yang di bohongi pasti sudah berbeda"


"Dan realita lainnya Kegelisahan akan terus menangui diri sesorang karena kebohonganya. Biasanya hal itu takut terbongkar dan tidak bisa membedakan lagi berkata jujur dan bohong. Karena sudah terlalu banyak perkataan yang dibuat-buat seseorang tidak seseuai faktanya."


"Aku tidak ingin itu terjadi terus menerus mom, sudah waktunya kami bicara soal kenyataan"


"Zoe hanya butuh sedikit bantuan untuk meredam kemarahan Daddy"


Pada akhirnya sang Mommy mengangguk kan kepalanya.


"Nadine akan membantu kamu untuk melakukan nya"


Ucap wanita itu pelan sambil bergerak mendekati Zoe, dia memeluk putra nya dengan jutaan kekhawatiran.


Tapi dikala tekat Zoe sudah bulat untuk bicara baik-baik dengan Daddy nya, sesuatu di luar dugaan mereka terjadi.


"Tuan... celaka"


Pelayan kepercayaan keluarga Hillatop berlari tergopoh-gopoh menghampiri mereka.


"Ada apa bi?"


"Ini benar-benar celaka"


Mendengar ucapan wanita hampir paruh baya itu membuat Zoe dan Freya mengerutkan kening mereka.

__ADS_1


"Tuan Allzigra...dia"


__ADS_2