
Begitu Allzigra melihat Zoe mendekati dan meraih tubuh Freya Dengan kondisi yang begitu panik, Allzigra langsung menepis tangan nya dengan kasar.
"Pergilah, aku tidak ingin melihat kamu lagi"
"Dad?"
Zoe bicara dengan tatapan yang begitu Nanar menatap sang Daddy nya, kata aku dan kamu seolah-olah menjadi pemisah di antara mereka kini.
Allzigra Secepat kilat meraih tubuh Freya, mencoba menggendong tubuh putri nya yang selalu dia Anggy masih kecil tersebut.
Kini dia baru tahu, Freya bukan anak-anak lagi, saat dia mencoba menggendong nya dia baru sadar, putri nya sudah tidak sama lagi seperti Freya yang selalu bergelayut di punggung nya atau bahkan merengek minta di gendong oleh nya di masa lalu.
Allzigra ingat Bayangan tentang diri Freya semasa kecil kembali terlintas dipikiran nya. dia ingat sekali saat tangan kecil itu menggenggam tangannya yang kekar.
"Daddy...Daddy...bawa aku bersama Daddy"
"Daddy, gendong diriku"
Menggendong dan mengajak gadis kecil itu bermain diwaktu luang nya benar-benar luar biasa, kadang dia harus mencuri-curi waktu demi bisa berlibur bersama, bagi Allzigra hal seperti itu yang tidak akan pernah dia lupakan seumur hidup.
Bagi nya sebesar apapun anak-anak nya, mereka tetap saja seorang Anak-anak yang tidak pernah bisa berdiri dan melakukan segala sesuatu tanpa dirinya.
Lalu hari ini baru dia sadari bahwa waktu berjalan begitu cepat. Kini putri kecilnya sudah bukan anak-anak lagi, Freya nya telah beranjak menjadi seorang gadis yang cantik dan telah dewasa.
Ahem bicara sambil menyentuh lembut punggung Daddy nya, seolah tahu kegelisahan Daddynya.
"Aku akan menggendong nya, Dad"
Allzigra tampak Diam, laki-laki itu berdiri secara perlahan kemudian dia menoleh ke arah Ahem sejenak lantas laki-laki itu membuang pandangannya.
__ADS_1
Bisa dia lihat Zoe masih mematung di belakang nya, tanpa dia sadari putra yang dia bawa puluhan tahun yang lalu meneteskan air matanya secara perlahan.
Lagi... tidak interaksi yang terjadi di antara mereka.
*******
Rumah sakit xxxxxxx
Jakarta
Allzigra terlihat duduk di salah satu kursi tunggu rumah sakit, di sisi kanannya sang istrinya Nadia Juga ikut duduk bersama dengan dirinya.
Didalam dokter sedang memeriksa keadaan putri mereka, Ahem dan Azlan menunggu di depan pintu ruang pemeriksaan dengan perasaan yang berkecamuk menjadi satu.
Allzigra terlihat menghela pelan nafasnya.
Ucap laki-laki itu tiba-tiba.
Mendengar ucapan suami nya, Nadya terlihat diam.
"Saat pertama kali melihat Zoe, dia terlihat kebingungan, bola matanya terlihat bengkak aku fikir saat itu Zoe pasti habis menangis parah"
Allzigra tiba-tiba memulai cerita, dia mengingat bagaimana wajah bocah laki-laki itu dimasa lalu ketika dia pertama kali melihat Zoe.
"Pertemuan pertama kami begitu lucu, dia yang kaku dan aku yang dingin menatap nya dengan tatapan Begitu datar"
"Tidak ada percakapan selama waktu yang begitu lama hingga akhirnya Zoe berkata Tuan anda mengenal orang tua ku? mereka sudah pergi semua meninggalkan ku"
"Kala itu dia bicara sambil berusaha menahan air matanya agar tidak tumpah"
__ADS_1
Kenang Allzigra.
"Kita baru kehilangan salah satu Gao kembar di Thailand, kamu yang begitu rentan, tidak berdaya dan mengalami jutaan kesedihan membuat aku berfikir untuk membawa bocah dihadapan ku itu pulang kerumah kita"
Setelah berkata begitu Allzigra berusaha untuk mendongakkan kepalanya, bola mata laki-laki itu kini berkaca-kaca, dia berusaha untuk mengingat-ingat moment pertemuan pertama mereka dulu.
Zoe kecil menundukkan kepalanya, dia meringkuk di pinggir dinding rumah Sakit untuk beberapa waktu, manangis terisak karena ingat dia tidak lagi memiliki siapa-siapa di dunia ini.
Allzigra kala itu berdiri tepat dihadapan nya, secara perlahan mengulurkan tangannya ke arah Zoe.
"Apa kamu ingin memiliki sebuah keluarga baru?"
Sebaris pertanyaan itu meluncur dari bibir Allzigra.
Zoe kecil secara perlahan mendongakkan kepalanya.
"Syaratnya jangan pernah mengkhianati orang tua yang telah menggenggam erat tangan mu dan membawa mu naik dari keterpurukan, tetap jadi putra dari keluarga Hillatop dan jangan membuat istri ku bersedih karena tingkah mu"
"Ingat tidak ada pengkhianatan di antara keluarga kita"
"Aku merasa dikhianati oleh pernikahan mereka"
Ucap Allzigra pelan sambil menatap ke arah istrinya.
"Aku benar-benar merasa di khianati oleh nya"
Lanjut nya lagi sambil meneteskan air matanya.
Nadya terlihat diam, secara perlahan wanita tua yang telah menjadi pasangan nya lebih dari 30 tahun itu memeluk dirinya.
__ADS_1