
Freya Tampak menggenggam erat telapak tangan nya sesaat setelah semua persiapan telah dilakukan.
Bola mata nya menatap tepat ke arah Depan nya di mana Zoe dan kak Ahem nya tengah berbicara dengan seseorang di ujung sana.
obrolan serius jelas terlihat di antara mereka bertiga, sedangkan di satu sudut lain nya kakak Gao nya terlihat bicara dengan sang kakak ipar nya.
Hayat sejak tadi sibuk membenarkan pakaian nya sambil terus sesekali menepuk-nepuk punggung tangan nya dan berkata bahwa semua akan baik-baik saja.
Hari ini yang Freya tahu dia dan Zoe akan melewati prosesi pernikahan mereka secara keagamaan.
Begitu sederhana tanpa pesta mewah juga tanpa Keluarga besar mereka, pernikahan yang dihadiri dan akan disah kan oleh kedia kakak laki-lakinya.
Serta sebuah cincin indah yang kini berada tepat dihadapan nya.
Sepersekian detik kemudian tiba-tiba kak Ayana nya mendekati dirinya, mengembangkan senyuman paling menyejukkan jiwa sambil berkata dengan suara yang begitu lembut.
"Kemarilah, hari ini adalah hari bahagia kalian"
Perempuan cantik itu mengulurkan tangannya, meraih telapak tangan Freya dengan gerakan yang begitu lembut, membiarkan Freya berdiri dari posisi duduknya dan membawa dirinya kearah depan sana.
Sang kakak nya Ahem tampak berdiri didepan sana, menunggu Freya menghampiri dirinya.
Saat Mereka berdiri didepan kak ahem nya, seulas senyuman indah mengembang di Balik bibir laki-laki itu, sambil menyentuh lembut kepalanya Ahem langsung membiarkan freya masuk kedalam pelukan nya untuk beberapa waktu.
__ADS_1
"Kamu tahu sayang? begitu janji suci terucap, bukan kami lagi yang akan menjaga kamu sepenuh nya, kamu tidak lagi utuh menjadi milik kami, akan ada laki-laki lain yang akan menjaga kamu, yang akan mencintai kamu dan akan menggantikan kami untuk banyak hal soal kamu dimasa depan"
Bisik laki-laki itu pelan.
"Dan apakah kamu tahu Frey? Ternyata benar patah hati terbesar seorang kakak laki-laki adalah ketika adik perempuan mereka menikah"
Setelah berkata begitu ahem memeluk erat tubuh Freya, menenggelamkan tubuh adik kesayangannya kedalam dadanya.
Dia baru tahu gadis kecil itu kini telah dewasa, dia baru sadar jika Freya jelas bukan lagi bocah kecil yang cerewet, bukan lagi gadis kecil yang menggunakan kuncir kuda di mana Freya selalu hilir mudik kesana-kemari mengganggu perkejaan nya.
Freya kini benar-benar telah menjadi dewasa.
Tanpa dia sadari air mata nya perlahan tumpah, dia mencium puncak kepala Freya berkali-kali seolah-olah tidak rela melepaskan adiknya.
Freya menurunkan ekspresi bibir nya, seketika dia menangis didalam pangkuan kakak nya untuk beberapa waktu.
Ayana ikut menangis bersama hayat, menikmati moment dimana kakak dan adik saling meng ikhlaskan.
Gao terlihat memejamkan bola matanya, dia jelas tipe laki-laki yang paling sulit tersentuh, dia bahkan tidak pernah menangis didalam seumur hidup nya, bagi nya laki-laki terlalu cengeng harus menangisi hal yang tidak penting.
Tapi tidak tahu kenapa, rasanya begitu berat saat melihat Freya akan menikah saat ini.
Baginya seolah-olah ini terlalu dini.
__ADS_1
Ada satu perasaan tidak rela ketika adik kecilnya harus menjadi milik orang lain.
"Berbahagialah, aku yakin Zoe bisa membuat mu bahagia"
Ahem berbisik dibalik telinga Freya, kemudian Laki-laki itu menyentuh lembut wajah Freya, bisa dilihat dia mencium kening adiknya itu untuk beberapa kali.
Setelah itu Ahem Secara perlahan melepaskan pegangannya, Laki-laki itu mulai menaikkan Tangan kiri nya, dia membiarkan tangan Freya menggenggam erat lengannya.
Mereka mulai melangkah kedepan menuju ke arah Zoe yang telah menunggu mereka sejak tadi.
Freya berjalan melangkah mendekati laki-laki yang Realita nya sudah membuat dia jatuh cinta untuk waktu yang begitu lama.
Dia menyimpan perasaan nya yang berbalut kemarahan dimasa lalu atas sifat Zoe yang terus membuat jarak di antara mereka.
Gadis itu tidak pernah bermimpi untuk menikah Dengan Laki-laki tersebut.
Tapi kini, laki-laki itu tengah berdiri di ujung sana, menunggu Dirinya dengan penampilan istimewa nya, begitu tampan dengan senyuman terindah nya.
Secara perlahan ketika langkah mereka telah sampai, Zoe mengulurkan telapak tangan nya, menatap bola mata Freya dengan pandangan penuh cinta.
Begitu Ahem melepaskan tangan nya, Freya menerima uluran tangan tersebut dengan perasaan yang bercampur aduk menjadi satu.
Dan ini adalah waktu dimana mereka akan melangkah kan kaki mereka menuju ke arah jenjang yang berbeda.
__ADS_1