
Model and fashion House
Hillatop company
09.20 AM
pagi
Freya memijat kepalanya sejenak, rasa pusing tiba-tiba menghantam dirinya, selain harus mengurusi acara fashion show yang akan diselenggarakan di Hillatop company Paris bulan depan, dia harus bersabar hati menghadapi Zoe yang setiap hari harus ada dihadapan.
Oh god, tidak bisakah dia menyingkir dari kehidupan ku?.
batin pria dalam hati sambil memijat memijat kepala nya, dia duduk di atas kursi kerjanya di ruang utama model and fashion house Hillatop company.
Kedua tangannya terus berada di atas meja di mana tiap jemari nya terus memijat-mijat kepalanya.
Freya tampak memejamkan bola mata sambil mencoba untuk berpikir dengan jemari nya terus mengetuk-ngetuk keningnya sendiri.
Ah ..!!
seketika semua ide dahsyat keluar dari kepala nya.
kenapa aku tidak memikirkannya Sejak kemarin?.
Batin Freya.
Tampak senyum licik mengembang di balik wajahnya, gadis itu melirik ke arah depannya di mana Zoe terlihat fokus pada layar laptop nya.
"Zoe"
Teriak Freya ke arah laki-laki tersebut.
Zoe yang terlihat begitu konsentrasi pada pekerjaannya seketika tersentak kaget karena panggilan Freya.
suara gadis itu benar-benar memecah keheningan diantara mereka.
"Ada apa?"
laki-laki itu bertanya sambil mengerutkan keningnya.
__ADS_1
"tidak bisakah kamu membantuku untuk memijat leher ku? rasanya begitu sakit dan pegal sekali sejak kemarin"
Ucap Freya cepat sambil menggerak-gerakkan jari telunjuknya dari arah Zoe menuju ke arahnya.
"Apa?"
Jelas saja Zoe bertanya heran, dia sedikit terkejut sambil menaikkan ujung alisnya.
"Apa kamu sedang bercanda?"
Ucap laki-laki itu tiba-tiba.
"Yakkkk apa kau ingin menolak perintah atasan mu? ini jam kerja, jangan menolak dan banyak bicara, cukup mendekat dan kerjakan tugas mu"
Seketika freya mengamuk, gadis itu bicara dengan suara yang cukup tinggi, menatap kesal ke arah Zoe.
"Aku benar, memiliki Bodyguard dan sekretaris seperti kamu benar-benar membuat ku jadi sakit tidak karuan, darah tinggi, kolesterol, diabetes, jantung dan entah apalagi"
Romet Freya panjang lebar.
"What? kau fikir aku ini pembawa virus mematikan? apa kamu fikir aku ini sejenis penyakit menular?"
Grrrrhhhhh.
Gadis itu menggeram kesal, dia menyambar telpon kantor nya dengan cepat.
"aku akan bicara dengan Mommy, meminta Mommy untuk bicara dengan Deddy agar segera mengganti bodyguard-ku dan juga sekretaris ku hari ini juga"
Oceh Freya dengan emosi menggebu-gebu.
"Kau mengancam ku?"
Tanya Zoe sambil mendengus tidak percaya.
"Iya, kenapa?"
Oh shi..t.
Laki-laki itu mengumpat kesal.
__ADS_1
Freya langsung menekan tombol teleponnya, dia mencoba untuk menelpon ke villa utama.
"Yakkk"
Zoe jelas panik, mendengar kata Mommy jelas membuat nya khawatir.
melihat Mommy Nadya seperti ingin jatuh pingsan kemarin sudah membuat nya setengah mati panik, dia tidak ingin menambah persoalan dan membuat wanita paruh baya lebih itu khawatir soal hubungan dia dan Freya.
Zoe secepat kilat berlarian menuju kearah Freya, tangan laki-laki itu langsung menyambar telepon di tangan gadis itu.
"Aku akan melakukan nya"
Ucap Zoe cepat.
Melihat ekspresi Zoe dan mendengar ucapan Zoe seketika membuat Freya bahagia, gadis itu langsung menaikkan ujung bibirnya.
"Bagus, pijat bagian ini"
Freya bicara sambil menunjuk bahu kiri dan kanan nya.
Dengan gerakan ragu-ragu Zoe mencoba memijat bahu gadis itu.
"Ohhhh benar-benar nyaman sekali"
Ucap Freya sambil mengembangkan senyuman nya.
"Teruskan hingga rasa lelah ku hilang"
Perintah gadis itu lagi.
Zoe terlihat menarik kasar nafas nya, dia mencoba memijat-mijat kepalanya sejenak untuk beberapa waktu.
"Hmmmm"
Freya terus menikmati pijatan hangat itu, seketika hati nya berbunga-bunga, dia benar-benar merasa kemenangan berada di tangan nya.
Mengerjai laki-laki itu rupanya begitu gampang sekali.
Sambil menikmati pijatan Zoe gadis itu secara perlahan mulai memejamkan bola matanya.
__ADS_1