
Jangan tanya bagaimana panik nya semua orang saat ini, keadaan keluarga Hillatop dan Abimanyu jelas tidak baik-baik saja.
Semua orang bergerak dalam kemarahan mereka termasuk Allzigra.
Daddy Allzigra melepas kemarahan nya saat Ayana di culik oleh seorang laki-laki yang Ternyata laki-laki itu Putra seorang jendral ternama yang berlindung di Balik orang-orang penting, ketakutan besar tentu saja terjadi, apalagi kondisi Ayana yang hamil besar semakin membuat khawatir semua orang.
Gao nyaris seperti orang gila, tingkat kepanikan menghantam laki-laki tersebut, Begitu mendapat kan arah dimana orang itu membawa Ayana, Gao secepat kilat Bergerak bersama teman nya Tristan, dimana istri Tristan, Lana Lan sudah melajukan mobilnya lebih dulu untuk mengejar Mobil sang penculik nya.
Polisi berkata sang penculik ingin membawa Ayana lari dari Jakarta.
Bisa dilihat bagaimana ekspresi semua orang saat mendapatkan kabar tersebut.
Semua jelas kacau saat ini, Zoe ingin ikut turun membantu pencarian tapi Ahem berkata.
"Tenang kan para perempuan di ******rumah****** terutama Mommy, aku Fikir Mommy tidak baik-baik saja"
Ahem tahu bagaimana kemampuan Zoe dalam melindungi dan membuat nyaman para perempuan, karena itu dia butuh Zoe tetap bertahan di kediaman Abimanyu untuk mengawasi semua keluarga perempuan.
Nadine ingin bergerak membantu tapi Daddy Allzigra jelas melarang nya.
"Tetaplah di rumah, ada buat keadaan terkendali dan jangan buat semua keluarga panik"
Hari yang seharusnya bahagia seketika menjadi begitu kelam dan mencekam,penuh ketegangan dan kengerian.
Tidak terbayang kan bagaimana keadaan keluarga Hillatop dan Abimanyu.
Bahkan Allzigra tidak lagi sempat mengingat kemarahan nya pada Zoe dan freya.
Fokus laki-laki tua itu kini tertuju pada putri menantu nya, Ayana.
"Ini tidak baik-baik saja, Zoe"
__ADS_1
Mommy Nadya bicara sambil berusaha berpegangan pada lengan Zoe.
Firasat Dan mimpi buruknya kemarin seolah-olah baru saja terjadi, padahal Mommy Nadya selalu berdoa didalam hati, meminta agar keluarga mereka terhindar dari berbagai macam musibah.
Ketakutan Mommy Nadya hanya berputar pada Zoe dan Freya ketika Allzigra suami nya tahu apa yang terjadi, tidak pernah terbayangkan di kepalanya sebuah musibah penculikan malah melibatkan menantu nya.
Yah lihat apa yang terjadi malam ini!.
Tangisan pecah dari wanita tua itu, tidak kalah dengan Mama Ayudia yang adalah Mama kandung Ayana, wanita tua itu terus menangis semalaman ketika mengetahui soal kenyataan tentang putri nya.
Dia tahu betul bagaimana Ayana, kebaikan putri nya kadang kala di salah gunakan oleh orang lain, dia takut jika hal buruk terjadi kepada putri semata wayangnya.
Rumah keluarga Abimanyu yang awalnya dipenuhi tamu undangan kini telah berganti di penuhi oleh Anggota polisi bertubuh tegap dengan seragam lengkap.
Freya sendiri menahan seluruh perasaan nya, rasa mual dan pusing di Dirinya tidak lagi dia hiraukan, dia bahkan jelas tidak kalah paniknya dengan yang lainnya.
"Bagaimana perkembangan nya? apa Daddy dan kakak Gao sudah menemukan kak Ayana?"
Zoe perlahan menggelengkan kepalanya.
"Belum, istirahat lah, aku fikir kamu pasti lelah hmmm"
"No... bagaimana aku bisa istirahat Zoe.."
Tolak Freya pelan.
"Aku hanya takut kondisi tubuh kamu menjadi tidak baik-baik saja, hari ini kamu bahkan belum menyentuh makanan apapun"
Ucap laki-laki itu sambil menyentuh lembut kepala Freya.
"Aku akan pergi mengisi perut"
__ADS_1
Freya bicara sambil berusaha beranjak dari sana menuju ke arah meja prasmanan yang belum dibereskan.
Zoe mengangguk pelan, dia kemudian melirik ke arah kursi sofa, dimana Mommy Nadya dan Mama Ayudia terlihat terkantuk-kantuk di sana menunggu berita dengan keadaan tidak menentu.
Kemudian laki-laki handphone Zoe berdering, dia menatap ke arah layar handphone nya, nama Ahem jelas terpampang di sana.
Buru-buru Zoe mengangkat nya.
"Bagaimana?"
Laki-laki itu bertanya dengan cepat.
Seketika bola mata nya membulat saat dia mendengar kata-kata ahem di seberang sana.
"Apa?"
Zoe bertanya sambil berusaha mencari pegangan.
Satu berita besar yang mengerikan terdengar dari seberang sana, suara mobil sirine dan ambulance bisa Zoe dengar dari Balik handphone nya.
"Tidak mungkin"
Zoe yang tidak pernah meneteskan air mata nya seketika menjatuhkan air matanya, dia menatap ke arah Mommy Nadya dan Mama Ayudia dengan pandangan paling menyedihkan di dunia ini.
Zoe fikir bagaimana bisa keluarga mereka di uji dengan sebuah tragedi berdarah.
"Ayana berada didalam kondisi paling kritis nya, pilihan nya ada dua, Ayana atau bayinya."
"Bicaralah pelan-pelan pada Mama Ayudia dan Mommy Nadya, jangan buat mereka panik dan katakan lah seolah-olah semua tidak seburuk apa yang terjadi saat ini."
"Aku percayakan semua nya pada mu, Zoe."
__ADS_1
Kata demi kata yang di ucapkan Ahem membuat Zoe terdiam, dia Fikir bagaimana caranya dia menyusun kalimat yang baik dan menyampaikan berita duka untuk keluarga mereka tanpa harus membuat kedua orang tua itu terguncang.