
Mansion utama Hillatop
Indonesia
Allzigra tampak serius berbicara dengan seorang laki-laki dihadapan nya, beberapa waktu ini dia terlihat Ikut sibuk mempersiapkan acara perayaan pesta pernikahan gao Ayana.
Zoe bahkan tidak kalah sibuk mengatur semua hal yang dibutuhkan untuk pesta pernikahan Gao dan Ayana.
Kemarin sebelum pergi ke Prancis mereka hanya menyelesaikan acara akad nikah yang tergolong cukup mewah, keluarga besar Hillatop dan Abimanyu sepakat membuat pesta besar-besaran setelah kepulangan Gao dan Ayana ke Indonesia.
Freya bahkan terlihat sibuk membantu mencari desainer terbaik yang membuat pakaian milik kakak ipar nya.
Belum lagi dia harus mengurusi baju seragam keluarga besar mereka.
Agak sibuk dan repot memang, tapi untungnya nya Zoe selalu mampu membantu dirinya meng handle semua nya satu per satu.
"Warna mana yang cocok?"
Freya bertanya cepat ke arah Zoe, memperhatikan satu persatu kain yang akan ei gunakan untuk pakaian seragam seluruh keluarga besar.
"Pilihan kamu selalu bagus"
"No Zoe, aku butuh pendapat"
Ucap Freya cepat.
Sejenak Zoe menatap beberapa pilihan kain di hadapannya itu.
"Ini terlalu gelap"
Kemudian pada akhirnya Zoe mulai berusaha memberi kan pendapat.
Dia menunjuk pada kain berwarna gelap, menurut Zoe warna nya terlalu gelap untuk seluruh keluarga besar mereka.
"Yang in"
Freya bertanya cepat, menunjukkan satu kain ke arah Zoe.
"Aku fikir ahem dan beberapa anggota keluarga laki-laki tidak akan menyukai warna nya, mereka pasti berfikir terlalu lebih ke warna perempuan"
Ucao Zoe lagi.
__ADS_1
Freya terlihat diam.
Bola mata nya kemudian terus menelisik beberapa warna yang ada di hadapannya untuk beberapa waktu.
"Yang ini?"
Dia bertanya sambil menoleh ke arah Zoe, sejenak bola mata mereka saling menatap antara satu dengan yang lainnya.
Zoe terlihat berfikir, dia menelisik warna, kemudian secara perlahan laki-laki itu mengangguk kan pelan kepalanya.
"Ini cukup bagus dan sesuai"
Jawab Zoe pelan.
"Oke, aku fikir ini boleh"
Freya mengangguk-anggukkan kepala nya cepat, dia langsung melebarkan senyumnya dengan perasaan senang.
Dan pada akhirnya mereka setuju dan sepakat menggunakan warna pilihan terakhir.
Setelah itu mereka sibuk berkutat dengan pekerja lainnya, menyakinkan diri jika semua telah berjalan dan dilakukan Sesuai dengan apa yang seharusnya.
Beberapa waktu dia mencoba untuk menselonjorkan kaki nya, mencoba memukul-mukul betis nya dengan posisi tangan di genggam.
"Ahhh ini benar-benar menyiksa"
Ucap freya pelan.
Tiba-tiba dari arah belakang seseorang menyentuh lembut bahu nya.
Buru-buru Perempuan itu mendongak ke atas.
Zoe terlihat mengembang kan senyuman terindah nya.
"lelah?"
Zoe bertanya sambil memijat perlahan kedua bahu Freya.
Buru-buru Freya mengangguk.
"He em"
__ADS_1
Setelah memijat bahu Freya beberapa waktu, laki-laki itu langsung duduk tepat di samping freya.
Dia meraih kaki sang istri kemudian membantu memijat-mijat nya secara perlahan.
"Kamu tahu sayang? jangan sungkan untuk meminta Bantuan ku ketika kamu membutuhkan nya, dan jangan lupa meminta ku untuk meringankan lelah mu ketika kamu benar-benar merasa memang sangat membutuhkan nya"
Zoe bicara sambil tangannya terus bergerak memijat kaki Freya.
Posisi kaki sang istri naik ke atas pahanya, di mana Zoe terus mencoba memberikan kenyamanan dengan pijatan terbaik nya.
"He em"
Lagi..m Freya mengangguk.
Ditengah kegiatan mereka, tiba-tiba saja seseorang mengejutkan Zoe dan Freya.
"Zoe... Frey celaka"
Tahu-tahu Hayat telah berada tepat di hadapan mereka.
"Kenapa?"
"Kalian tidak akan percaya ini"
Hayat bicara sedikit panik.
"Apa?"
"Uncle telah menetapkan tanggal pertunangan nya"
Begitu hayat bicara soal tanggal pertunangan, mereka terlihat mengembangkan senyuman mereka.
"Daddy menyetujui hubungan kalia"
Tanya Freya antusias.
"Bukan aku, tapi Zoe dan keturunan William konstruksion"
Begitu mendengar kan ucapan Hayat, seketika Freya Dan Zoe membulatkan bola mata mereka.
"Apa?"
__ADS_1