
Apartemen utama Freya
Jelang pernikahan kakak ke dua freya
07.20 AM
Suara gemericik air Terdengar memenuhi ruangan kamar mandi di dalam kamar mendominasi berwarna putih tersebut.
Cukup lama suara air itu terdengar berubah-ubah, kadang halus, kadang begitu deras, terkadang terdengar cipratan di selingi suara nyanyian halus dari bibir seorang gadis didalam sana.
Zoe buru-buru ingin masuk ke dalam kamar tersebut dari pintu depan, membawa beberapa bungkusan plastik di tangan nya dengan gerakan terburu-buru.
"Frey, kamu didalam?"
Dia berusaha mengetuk pintu lebih dulu, mencari ba mendengar jawaban dari gadis tersebut.
Lama....?!
Tanpa mendengarkan jawaban apapun laki-laki itu buru-buru mendorong pintu kamar mandinya.
Dia buru-buru masuk, meletakkan semua nya dengan cepat ke atas kasur.
"Zoeee kamu di sana?"
Tiba-tiba teriakan Freya terdengar dari dalam sana, refleks membuat Zoe terkejut dengan keadaan.
Oh shi..t, lagi..!?.
"Zoe ambilkan handuk ku"
teriak Frey dari dalam.
Zoe sama sekali tidak menjawab, berusaha untuk beranjak pergi dari sana.
Rupanya gadis itu buru-buru membuka pintu kamar mandi nya, dia menyembulkan kepalanya dengan cepat.
"Yakkkkk jangan melarikan diri"
Seketika Zoe menghentikan langkahnya, laki-laki itu menghela pelan nafasnya.
"Ambilkan handuk ku"
Ucap Freya cepat dengan tidak sabaran.
"Aku harus buru-buru pergi"
__ADS_1
Ucap Zoe dengan perasaan dongkol, dia mencoba kembali melesat pergi dari sana.
"Zoeeeee ambilkan handuk ku"
Freya berteriak kesal dari arah sana, dia paling kesal saat Zoe selalu protes dengan perintah nya.
"Aku lupa dengan handuk ku"
Teriak nya lagi.
Zoe mengurungkan niat nya memutar knop pintu dihadapan nya itu.
"Tidak bisakah kau membawa nya sebelum mandi?"
Tanya Zoe sambil melirik ke arah Freya.
"Aku lupa breng..sekkkkkk"
Gadis itu melotot kesal.
"Zoeeeee"
Oh god.
Sepersekian detik kemudian dia melesat menuju ke arah Freya, melempar kan handuk tersebut dengan gerakan cepat.
"Ini terakhir kalinya aku mengambil kan handuk mu"
Ancam Zoe.
"Besok-besok kamu bisa mengambil nya sendiri dengan sudut fikiran mu sendiri"
Omel nya kesal.
Alih-alih peduli ocehan Zoe, Freya malah bicara tidak bersuara sambil memunyung-munyung kan bibirnya.
Gadis itu langsung menutup pintu dengan kencang sambil berteriak.
"Sarapan ku sudah siap belum?, ingat tidak boleh ada daun bawang nya"
Pekik Freya dari dalam sana.
Oh god, laki-laki seperti apa yang sanggup bertahan menikahi mu.
Ucap Zoe dalam hati.
__ADS_1
Laki-laki itu mengeluarkan sesuatu dari dalam bungkusan plastik, aneka macam sarapan pagi yang di request Freya sejak semalam.
"Zoe"
Tiba-tiba gadis itu bicara dari arah belakang nya dengan gerakan tergesa-gesa.
"What?"
"Sesuatu yang buruk terjadi pada kak Gao"
Ucap nya cepat, melesat ke walk in closed untuk mencari pakaian ganti nya.
"Apa?"
"Kita harus kerumah sakit sekarang"
Ucap Freya lagi dengan nada panik nya.
Gadis itu seolah-olah lupa soal Zoe disana, dia terus mondar-mandir mencari pakaian nya lantas menggunakan sembarang pakaian dihadapan laki-laki itu.
Oh shi .t.
Zoe mengumpat.
"Frey..."
Laki-laki itu memijat kepalanya sejenak, mencoba memalingkan wajahnya.
"Berhenti berdebat, Mommy bilang ini darurat"
Freya terus berlarian kesana-kemari, setelah menggunakan pakaian atasan nya, dia buru-buru menggunakan bawahan nya kemudian merapikan rambut nya dengan begitu terburu-buru tepat dihadapan Zoe.
"Frey itu bisa merusak rambut mu"
Protes Zoe cepat.
"Aku panik...oh god aku tidak berfikir bisa merapikan rambut ku dengan benar"
Setelah berkata begitu Freya langsung menyambar kunci mobilnya.
Dia fikir kemarin malam kakak nya baik-baik saja, setelah acara lamaran kekeluarga calon istri kakak nya, tidak ada yang aneh terjadi.
Lalu apa yang terjadi hari ini? semua terdengar kacau balau di balik handphone nya.
Zoe ikut melesat berlarian dengan panik, mencoba menghubungi Mommy nya untuk tahu apa yang terjadi pada saudara laki-laki nya itu.
__ADS_1