
Model's and fashion house
Hillatop company
10.40 AM
Pagi-pagi sekali Freya berjalan dengan langkah tergesa-gesa menuju ke arah Kantor nya, dia mencari Zoe Sejak semalam tapi tidak kunjung menemukan Laki-laki itu.
Setelah berkata akan mengunjungi Mommy dan daddy nya, laki-laki itu bahkan tidak kembali ke apartemen nya.
Ah tidak bukan itu alasan Freya Kenapa mesti repot-repot mencari laki-laki itu, saat ini dia marah dan kesal karena sesuatu yang berbeda.
Alvin menjadi alasan utama dia mencari Zoe.
Bola mata Freya langsung membulat begitu dia melihat dimana makhluk yang dia cari sejak tadi.
Seketika gadis itu mempercepat langkah nya tanpa banyak bicara.
Brakkkkk
Sebuah Hantaman keras terdengar memekakkan telinga Zoe, dia cukup terkejut saat mendengar suara keras mendominasi dihadapan nya, begitu menoleh dia baru sadar, itu si cengeng dan manja nya Hillatop.
"Kau tidak ingin menjelaskan semua nya?"
Tanya Freya tiba-tiba.
Mendapat pertanyaan aneh seperti itu jelas membuat dia mengerutkan keningnya, dia Fikir apa maksud gadis tersebut.
__ADS_1
Datang-datang menggebrak meja lantas menanyakan hal yang dia anggap tidak masuk akal.
"Apa yang harus aku jelaskan?"
Zoe menaikkan ujung alis nya, menatap wajah Freya untuk beberapa waktu.
Melihat Zoe bertanya dengan polos nya, Seketika Freya mendengus tidak percaya.
"Kau mendatangi Alvin lalu mencoba membuat perhitungan dengan nya?"
Tanya Freya cepat sambil menggeram.
"Apa ada yang perlu kamu jelaskan soal mendatangi kekasih ku dan memukul wajah nya?"
Pekik Freya dengan jutaan kekesalan nya.
Zoe mengumpat dalam hati.
"Apa Kekasih mu menjadi pengadu sekarang? dia bahkan meminta perlindungan dari kamu?"
Tanya Zoe lagi, laki-laki itu mencoba untuk berdiri menghindari Freya, dia beranjak untuk keluar dari ruangan nya.
"Aku belum selesai bicara"
Pekik Freya kesal.
Dia Fikir laki-laki ini lama-lama bisa membuat dirinya gila.
__ADS_1
Secepat kilat gadis itu jas Zoe, dia mengeratkan kedua tangan nya ke kerah kemeja Zoe.
Sambil berusaha mendongak dan sedikit menjinjit demi menyeimbangkan tinggi badan Zoe, Freya bicara sambil menatap marah kearah bola mata laki-laki tersebut.
"Aku peringatkan kamu, berhenti mengganggu urusan Asmara ku, aku ingin jatuh cinta dengan siapa, ingin jalan dengan siapa bahkan ingin kemanapun dengan laki-laki manapun itu bukan urusan kamu"
Zoe menatap balik bola mata gadis itu yang dipenuhi kemarahan, membiarkan Freya menyelesaikan setiap ucapan nya hingga akhir.
"Aku benci jika ada orang yang begitu usil ingin mengurus seluruh persoalan hidup ku"
mendengar ucapan Freya sejenak Zoe menaikkan ujung bibirnya dia.
"Setelah aku fikir-fikir kamu dimasa kanak-kanak hingga kini masih tetap bisa di bodohi oleh seseorang"
Ucap Zoe tiba-tiba.
"Apa?"
Tanya Freya sambil mengerutkan keningnya.
"Aku fikir kau terlalu bodoh dan naif, Tidak sadar jika kamu ditipu mentah-mentah oleh kekasih kesayangan mu itu"
Ucap Zoe lagi sambil meraih kedua tangan Freya, dia masih menatap bola mata gadis itu yang sedikit kebingungan dengan ucapan nya.
"Seharusnya kamu belajar dari kegagalan pertama, seperti itulah kamu harus nya mencari tahu soal kekasih mu itu, kau tahu? semua laki-laki Begitu suka dengan gadis bodoh dan naif Seperti kamu, saran ku perhatikan baik-baik kekasih mu dan Pastika kamu tidak lagi tertipu untuk kesekian kalinya, Frey"
Setelah berkata begitu Zoe menepis kasar tangan Freya, dia secara perlahan bergerak menjauhi Gadis itu.
__ADS_1
Freya masih berusaha untuk mencerna ucapan dari laki-laki itu, dia Tampak diam mematung untuk beberapa waktu.