Gairah Cinta Bodyguard Putri Penguasa

Gairah Cinta Bodyguard Putri Penguasa
Bahagiakah mereka?!


__ADS_3

Nadya pada akhirnya membiarkan suaminya menangis didalam pelukan nya untuk waktu yang cukup lama.


Dia membiarkan Allzigra melepaskan semua perasaan nya dimulai dari kemarahan nya, kekecewaan, kesedihan dan lain sebagainya di dalam hati laki-laki.


Sebab orang berkata diam jelas akan memperburuk suasana hati, bisa menyebabkan depresi dan stress tidak berkesudahan.


Melampiaskan kemarahan dengan tangisan jelas lebih baik dari pada diam.


Bahkan Melampiaskan rasa marah bisa membuat seseorang merasa lebih lega, serta memotivasi agar lebih cermat dalam melakukan suatu tindakan. Hal ini juga bisa membuat seseorang memiliki kontrol diri yang lebih baik. Marah tidak selalu harus dilakukan dengan berteriak sambil mengeluarkan kata-kata kasar atau mengumpat.


Menangis adalah respons alami manusia untuk meluapkan emosi, termasuk kesedihan, kehilangan, rasa frustasi hingga kegembiraan. Menangis bukan hal yang aneh untuk dilakukan, dan baik pria maupun wanita  dapat menangis lebih sering dari yang diperkirakan orang.


Menangis bukan pertanda mental kita lemah. Terlebih bagi laki-laki, masyarakat luas kerap  menganggap bahwa laki-laki yang menangis adalah laki-laki yang lemah.


Mereka dituntut harus selalu kuat dan tabah. Anggapan ini salah besar, tidak pernah ada larangan untuk laki-laki menangis, bahkan dari sisi kesehatan, manfaat menangis baik untuk kesehatan fisik maupun mental, dari sisi logika sejati nya laki-laki juga memiliki hati.


Setelah yakin sang suami telah merasa lega dan lepas dari semua beban yang menghantam dadanya, Nadya mencoba menyentuh lembut Wajah Allzigra.


"Kamu tahu All?"


Ucap Nadya pelan.


"Orang tua selalu berfikir apapun keputusan mereka untuk anak-anak jelas dianggap yang paling terbaik"

__ADS_1


Nadya mulai bicara sambil menatap dalam bola mata suaminya.


"Kadang kita memaksakan keinginan kita kepada mereka tanpa tahu mereka suka atau tidak"


"Yang jelas Kita Selalu beranggapan jika apapun yang kita putuskan benar adanya, sudah Sesuai dengan apa yang seharusnya kita inginkan dan kita harapkan, kita pasti berfikir itu untuk kebaikan mereka"


"Saat anak-anak ingin makan permen, kita bilang jangan itu bisa merusak gigi, saat anak-anak bilang ingin ice cream kita bilang jangan sebab itu bisa membuat anak-anak terkena demam"


"Saat mereka ingin sekolah di jurusan yang mereka sukai, kita memaksa mereka masuk ke jurusan akuntansi atau management bisnis karena bagi kita itu baik untuk menyambung penerus di perusahaan kita"


"Padahal sebenarnya kita lupa mereka juga punya hati dan pendapat, kita lupa pada kata "Toleransi" untuk anak-anak, kita lupa ada titik tengah dalam apa yang dia inginkan dan apa hang kita larang"


Setelah berkata begitu, Nadya mencoba untuk menggenggam erat telapak tangan suaminya.


"Tapi kita terus berkutat dengan sifat keras kepala dan ego kita"


"Saat anak-anak ingin mengambil jurusan sekolah yang mereka sukai, kita menekan mereka dengan jurusan yang kita inginkan, bagi kita itu baik untuk masa depan mereka, tapi bagi mereka belum tentu"


"Hingga akhirnya anak-anak terus berada di bawah tekanan kita suka atau pun tidak"


"Kita lupa All, kita lupa bertanya pada anak-anak bahagiakah mereka dengan semua keputusan kita?"


Bola mata Nadya terlihat berkaca-kaca, dia menatap suaminya untuk waktu yang begitu lama, dengan sabar mencoba memberikan pengertian kepada suaminya, ingin agar laki-laki itu paham dengan apa yang seharusnya dilakukan Dan di putuskan atas apa yang telah terjadi belakangan ini.

__ADS_1


"Seperti hal nya pernikahan, kamu tahu all? Setiap orang itu unik, Karena itu banyak orang suka mencari pendamping dengan kriteria tertentu."


"Kenapa kita harus repot-repot menjodohkan anak-anak dengan yang bukan kriteria mereka?"


"Kalau kebetulan yang dijodohkan pas dengan kriteria, kemungkinan akan bahagia lebih besar, tetapi kalau bertolak belakang ?"


Nadya menghentikan ucapannya.


"Bahkan dimasa kita, kamu tidak mau di jodohkan dengan Diana, apalagi di masa modern dimana anak-anak tidak lagi mengusung konsep perjodohan"


"Awalnya aku juga marah karena Zoe dan freya saling mencintai, mereka menikah diam-diam dibelakang kita"


"Tapi setelah aku fikir-fikir kembali, anak-anak hanya takut untuk bicara dengan kita, dibandingkan kekecewaan kamu, Zoe bahkan lebih takut untuk bicara karena takut semua keluarga Kecewa, karena itu dia memilih menikah diam-diam dibelakang semua orang"


Setelah Nadya bicara panjang lebar, Allzigra berusaha untuk menjawab.


"tapi Zoe dan Freya anak-anak kita"


"Mereka tidak sedarah, kita lupa itu all, dan yang paling utama, Freya bahagia, Freya bahagia All"


"Ketika dia menikah dengan laki-laki pilihan kita, Apakah kita bisa menjamin kebahagiaan putri kita?"


Tanya Nadya sambil menatap dalam bola mata Suami nya.

__ADS_1


Sejenak Allzigra terdiam, dia tidak bisa menjawab sama sekali ucapan istri nya.


__ADS_2