Gairah Cinta Bodyguard Putri Penguasa

Gairah Cinta Bodyguard Putri Penguasa
Bahagia itu sebuah pilihan


__ADS_3

Jelang kelahiran Cucu pertama Hillatop


Rumah sakit xxxxxxx


Kepanikan jelas terjadi pada Allzigra saat ini, saat dia mendapatkan kabar jika freya telah memasuki waktu lahiran, laki-laki itu jelas gelagapan.


Di antara semua orang laki-laki tua itu jelas yang paling sibuk dan antusias, sejak pagi sudah mondar-mandir kesana-kemari persis seperti gosokan pakaian yang kepanasan.


"Bagaimana ?"


Laki-laki itu bertanya pada istri nya yang baru saja keluar, dia terus mengintip ke ruangan dalam yang berwarna putih hijau tersebut terus menerus sejak tadi.


Alih-alih menjawab lebih dulu, Nadya malah lebih suka mengulum senyumannya.


Cukup senang melihat ekspresi suaminya yang terlihat begitu panik karena menunggu dengan ketidaksabaran akan kelahiran cucu pertama mereka.


Nadya ingat bagaimana sang suami selalu berkata.


"Ini waktu nya aku vakum pada urusan perusahaan, anak-anak sudah bisa menghandle semua nya"


"Aku bukan kah sudah tua? aku fikir aku akan fokus pada cucu-cucu saja, aku cukup rindu suara anak-anak kecil yang membuat repot kita seperti dulu"


Allzigra bicara dengan nya sambil tertawa bahagia, dikala mereka menghabiskan waktu dengan quality time Mereka di kamar atau di meja makan saat makan malam romantis mereka kembali terjadi.


"Sayang semua baik-baik saja, masih dalam proses bersalin"


Jawab Nadya pelan.


Wanita itu mencari sosok Ahem dan Nadine sejak tadi.


Bisa dia lihat ahem dan hayat terlihat berjalan dari arah depan dengan sedikit kepayahan, bisa Nadya maklumi kehamilan sang menantu di trimester pertama juga mempersulit langkah Perempuan itu untuk melangkah dengan cepat.


Apalagi kehamilan Hayat membuat Ahem mengalami sindrom cauvade, dimana segala sesuatu yang merasakan kesulitan kehamilan ada di putra nya.


Seketika Nadya menggelengkan kepalanya, ingin sekali dia tertawa tapi dia berusaha menahan nya.


Tidak bisa dia bayangkan bagaimana sebenarnya perasaan Ahem ketika mengalami sindrom cauvade.


Mual, muntah, kepala pusing, enggan mencium aroma makanan tertentu, kadang mood nya bisa naik turun dalam keadaan tidak jelas.


Nadya fikir Dibalik musibah Gao dan Ayana, mereka mendapatkan banyak bonus belakangan ini dari Allah.


"Mom?"


Ahem langsung memeluk dirinya saat mereka berdua tiba.


Setelah itu gantian Hayat yang memeluk Nadya.


"Bagaimana?"


Hayat bertanya dengan perasaan cukup khawatir.


"Masih dalam proses bersalin, Zoe ada di dalam, jangan khawatir"

__ADS_1


Jawab Nadya cepat.


Meskipun tidak dipungkiri dia sebenarnya cukup khawatir, karena selama dikehamilan Perempuan bandel itu jarang bergerak hingga menyebabkan sedikit Sulit nya kelahiran, tapi Nadya selalu berusaha berkata semua baik-baik saja.


Di tidak suka menambah daftar panjang kekhawatiran didalam keluarga mereka.


Dia hanya bisa marah pada Zoe dan freya kenapa tidak memperbanyak aktivitas di kehamilan tua nya.


Putri nya malah lebih suka bermalas-malasan di atas kasur atau Kursi sofa.


"Kenapa kurang melakukan gerakan? harus nya biasakan untuk mengepel atau Menyapu, sesekali pergi jalan pagi"


Oceh Nadya kala itu.


"Maafkan aku, Mom...Aku tidak tahu"


Zoe bicara dengan nada penuh rasa bersalah.


Ohhh ya Tuhan, bayangkan yang merasa bersalah putra nya, bukan putri nya.


Kenapa laki-laki seperti Zoe bisa jatuh cinta dengan putri manja nya yang tidak tahu apa-apa itu?!.


Nadya fikir dia harus banyak-banyak mengajarkan putri nya soal beberapa hal termasuk melayani suami bukan hanya di atas kasur.


Sumur dan dapur jelas juga harus di imbangi.


Meskipun ada pelayan yang bisa mengerjakan nya, tapi yah tetap saja, istri punya kewajiban untuk melakukan itu.


Bahkan dia harus meminta Nadine untuk mengajari Freya soal semua itu.


Nadya fikir bisa-bisa nya anak kembar memiliki sifat yang berbeda?!.


Ditengah pemikiran nya tiba-tiba bisa mereka dengar suara tangisan Bayi dari dalam sana.


Seketika Nadya dan Allzigra saling tatap antara satu dengan yang lainnya.


"Sayang? oh my god....."


Bisa dilihat rona haru dibalik wajah dan bola mata masing-masing orang, tiba-tiba air mata jatuh dari balik pelupuk mata mereka.


Akhirnya apa yang mereka tunggu Hadir juga di antara mereka.


Dan dalam beberapa waktu kemudian para dokter keluar, mereka masih mengintip proses akhir nya hingga Freya mulai di pindahkan ke ruangan lain dan se sosok bayi mungil hadir di antara semua orang.



"Baby imut nya perempuan"


"Oh god, coba lihat dia Mirip siapa?"


"Zoe..."


"Tidak dia itu mirip Freya"

__ADS_1


Yeah Allzigra mencoba menyangkal nya.


Kenapa dia benar-benar mirip si bajingan itu? menyebalkan!.


Umpat Allzigra.


Dan meskipun dia mengumpat didalam hati nya untuk Zoe, sesungguhnya perlahan-lahan dia mulai menerima laki-laki itu menjadi sosok yang tepat untuk putri nya.


"Dad?"


Zoe bicara pelan sambil menyentuh lembut bahu Daddy nya itu, kadang dia takut laki-laki itu masih marah pada dirinya karena kebodohannya menikahi putri dari laki-laki berkuasa itu.


"Lupakan saja.... bawa baby nya kemari, letakkan dia ketangan tua ini, biarkan aku yang menggendong nya sejenak"


Laki-laki itu mulai mengomel tidak jelas.


Seulas senyuman mengembang dari balik bibir Zoe.


"Baiklah"


Freya terlihat melirik ke arah Ahem dan Hayat, mereka terlihat mengulum senyuman mereka melihat tingkah Laki-laki tua itu.


"Bukankah Mommy pernah bilang? dia itu laki-laki tua yang gengsinya begitu besar"


Bisik Mommy Nadya pelan nyaris tidak terdengar oleh Zoe dan Allzigra.


Seketika semua orang tertawa geli.


"Ada apa?"


Allzigra terlihat mengerutkan keningnya.


"Bukan masalah sayang, kami hanya pembicaraan sesama perempuan"


Jawab Nadya cepat.


Ahem langsung mengerutkan keningnya.


Perempuan?!.


Oh god, Mom aku ini bukan perempuan.


Batin Ahem sambil memijat kepalanya yang tidak sakit.


******


Kalian tahu?!.


Kebahagiaan bisa dirasakan tergantung dari diri kita sendiri, sebuah riset menunjukkan setiap orang bisa mudah mengalah kepada perasaan negatif, sehingga memilih permusuhan, iri, cemas atau sedih.


Namun sebaliknya, kita juga dapat memutuskan untuk memilih sikap yang positif, melupakan yang jahat dan merasa bahagia.


Dan Rasa bahagia adalah sebuah pilihan. Keputusan untuk merasa senang atau sedih berada di tangan masing-masing, hal itu bergantung dari cara Anda menyikapi situasi dan apa yang terjadi dalam kehidupan.

__ADS_1


...The end...


__ADS_2