Gairah Cinta Bodyguard Putri Penguasa

Gairah Cinta Bodyguard Putri Penguasa
Sedikit mengingatkan diri nya


__ADS_3

Zoe hanya bisa menarik nafas nya dalam-dalam melihat kelakuan Freya, belakangan gadis itu terus mengerjai dirinya.


Dia fikir bisa jadi Freya mulai kesal karena kehadiran nya, mencari cara ampuh untuk bisa menyingkirkan dirinya.


"Zoe antar dokumen ini ke gedung xxxxxxx sekarang juga"


"What?"


"Waktu mu hanya 30 menit tidak lebih"


"Are you kidding me?"


Zoe jelas melotot tidak percaya.


"Tidak"


*******


"Zoe belikan aku makanan xxxxxxxx, jangan lupa cemilan xxxxxxxx,.aku ingin sebuah xxxxxxxx dan minuman xxxxxxxx, antarakan sebelum jam makan siang"


"Astaga Frey tidak bisa kah kamu meminta anak dibagian bawah yang melakukan nya? atau minta OB yang melakukan nya?"


"No..."


*******


"Zoe bantu angkat barang ini"


"Zoe pergi ke sana dan ambil dokumen ini"


"Zoe turun ke lantai bawah dan minta pak xxxxx menyerahkan tugas nya dalam 30 menit"


"Zoe...."


"Yakkkk"


Asap kepala Zoe rasanya benar-benar sudah mengepul saat ini juga, tiba-tiba kobaran api terasa memenuhi kepalanya.


"What?"


Freya bertanya sambil menaikkan ujung alisnya.


Oh god.


Zoe hanya bisa menarik kesal dasi nya, Semarah-marah nya dia, Zoe tidak pernah lepas dari kendalinya, apalagi dalam menghadapi makhluk yang bernama perempuan.


Dia selalu belajar menghargai mereka, sejatinya tanpa perempuan laki-laki belum tentu bisa hidup di dunia ini di mana makhluk perempuan berjuluk ibu harus bertarung nyawa untuk melahirkan dan membesarkan anak-anak nya, bahkan tanpa perempuan laki-laki tidak akan mungkin berdiri kokoh dengan jutaan kekuatan nya.

__ADS_1


tidak ada pakaian bersih, tidak ada makanan sehat di atas meja rumah, tidak ada yang mengurusi mereka dari ujung kaki hingga ujung kepalanya, tidak ada anak-anak bahkan tidak ada yang bisa mengatur urusan rumah dengan baik dan benar.


"lupakan saja"


Ucap Zoe sambil memijat kepalanya sejenak, lantas dia mencoba untuk menghindar dari hadapan Freya.


Fuhhhh.


"Zoe..."


Alih-alih bisa pergi kali ini dia lagi-lagi di panggil oleh gadis itu.


"Apa lagi?"


Zoe berusaha menetralisir perasaan nya saat ini.


"Zoeeee pijat kaki ku"


Ucap Freya dengan gaya manjanya.


"Apa?"


"pijattt aku lelah"


Frey berteriak kesal ke arah Zoe, mengulurkan kaki putihnya ke arah Zoe.


Freya mulai mengoceh tidak jelas.


"Bisa tidak sih kamu...."


Plaakkkkkk


Belum juga Freya menyelesaikan kata-katanya Zoe langsung menimpuk jidadnya dengan sebuah buku kecil.


"Diam dan duduklah di kursi sofa"


Ucap Zoe lantas membalikkan tubuhnya, menunggu gadis itu memindahkan posisi nya ke atas kursi sofa.


Sejenak Freya memunyungkan bibirnya sambil menyentuh jidadnya perlahan, kemudian sebuah senyuman manis mengembang di bibirnya.


Gadis itu buru-buru langsung Menuju ke arah Kursi sofa, bersandar dengan nyaman disana sambil mengulurkan kaki putih mulusnya.


Secepat kilat Zoe meletakkan kaki indah itu ke atas pahanya, secara perlahan dia memijat kaki itu untuk beberapa waktu.


Freya sejenak memperhatikan lekukan wajah Zoe, memperhatikan garis rahang laki-laki itu Dengan seksama, menelusuri tiap inci wajah itu untuk beberapa waktu.


Dia Tampak menikmati pemandangan di hadapannya itu untuk beberapa waktu.

__ADS_1


Hingga tiba-tiba Zoe menoleh kearahnya nya, sejenak bola mata mereka bertemu.


Eh?.


Seketika Freya membuang pandangannya, tidak tahu kenapa tiba-tiba wajahnya terasa memerah saat kaki itu menatap wajahnya.


"Kamu benar-benar masih berhubungan dengan laki-laki itu?"


Tanya Zoe tiba-tiba.


Suara laki-laki itu terdengar begitu lembut, Freya fikir tumben? biasa nya juga saling bentak kan?.


"Hmmm"


Freya mengangguk kan pelan kepalanya.


Zoe tampak menghela kasar nafasnya.


"Mau mendengarkan nasehat dari seorang kakak laki-laki?"


Tanya Zoe tiba-tiba.


"Ya?"


Freya tampak mengerutkan keningnya.


"Jika dia mengajak untuk tidur bersama jangan lakukan, kau tahu? laki-laki bisa mencampakkan kamu setelah mereka mendapatkan apa yang mereka mau, bahkan dia bisa mengendalikan kamu saat kamu kehilangan satu hal paling berharga dalam hidup kamu"


Setelah berkata begitu Zoe membuang pandangannya.


"Balikkan tubuh mu, biar aku pijat bahu mu"


Kali ini alih-alih membantah atau bertengkar Freya lebih memilih diam, dia berusaha mencerna ucapan Zoe untuk waktu yang cukup lama.


Hingga akhirnya gadis itu mulai terlelap seperti biasa menikmati pijatan dari Zoe pada bahu atau punggung nya.


Zoe tampak diam untuk beberapa waktu, menghentikan gerakan nya sambil mengintip Freya yang mulai terlelap.


Tiba-tiba gadis itu bersandar kebelakang dadanya, seolah-olah lupa jika dia tidur dalam keadaan duduk.


Zoe membiarkan gadis itu terlelap sejenak di bahu kirinya, kemudian secara perlahan laki-laki itu membenahi posisi tidur gadis itu untuk beberapa waktu.


Zoe tampak duduk dibawah sambil menopang tubuh nya dengan kedua kakinya, dia menatap dalam wajah Freya untuk waktu yang cukup lama, hingga akhirnya entah sadar atau tidak laki-laki itu secara perlahan mengelus lembut wajah gadis itu tanpa mengeluarkannya suara apapun.


"Kamu tahu frey? kamu sering membuat ku takut melampaui batasan ku"


Bisik nya pelan sambil terus mengelus lembut wajah Freya.

__ADS_1


__ADS_2