
Apartemen utama
Freya Hillatop
19.30 PM
Selepas kembali dari perusahaan
Freya buru-buru keluar dari kamar mandinya, dia mencoba mengintip handphone nya yang terus mengeluarkan suara Sejak tadi, dia fikir siapa yang menghubungi Dirinya sejak tadi.
"Kenapa?"
Freya langsung mengangkat panggilan nya.
Itu adalah teman terbaik nya, mereka satu SD kemudian SMP, sayang nya saat SMA mereka tidak berada di sekolah dan jurusan yang sama, lalu mereka terpisah saat kuliah.
Sebenarnya hubungan keluarga mereka tidak bisa dibilang baik, itu karena urusan kakek-kakek mereka di masa lalu.
Hillatop dan Azzura memiliki hubungan yang memanas sejak dulu, tapi untungnya meskipun begitu mereka para penerus nya tidak begitu peduli dengan pertikaian panas dingin di masa lalu.
Mereka berteman tanpa harus melibatkan keluarga.
"Katakan pada ku, dimana kamu sekarang, hayat?"
Dia bertanya dengan begitu antusias, bola mata nya jelas menyiratkan kebahagiaan begitu tahu siapa yang menghubungi dirinya.
"Oh god, di Jakarta? katakan pada ku apa yang kamu lakukan? aku akan menjemputmu, di mana kamu sekarang?"
Freya terus melontarkan banyak pertanyaan, merasa Tidak sabaran ingin bertemu dengan gadis itu.
Seketika raut kecewa terpancar di balik wajah nya.
"Teman mu akan menikah? teman SMA dan kuliah? hmmm baiklah"
Freya menghela pelan nafasnya.
"Jadi kapan kita bisa bertemu?"
Tanya nya lagi.
Mendengar jawaban diseberang sana seketika senyuman manis mengembang dibalik bibir Freya.
"Baiklah, aku akan menjemputmu lusa malam, ingat harus menginap disini meskipun hanya satu malam"
Ucap gadis itu cepat dengan perasaan penuh kebahagiaan.
"Baiklah, hubungi aku saat ingin di jemput"
Setelah berkata begitu Freya langsung menutup panggilan nya.
"Zoeeeee... "
Freya fikir dia membutuhkan laki-laki itu, dia meneriaki nama Zoe sambil membalikkan tubuhnya.
"Apa?"
laki-laki itu rupanya sudah berdiri tepat dihadapan nya, membuat gadis itu spontan terkejut dengan tiba-tiba.
Gadis itu menatap sejenak wajah Zoe.
"Aku fikir aku ingin makan nasi goreng"
Ucap Freya Tiba-tiba.
"Kita akan memesan nya secara online"
__ADS_1
Jawab Zoe Cepat.
Freya langsung membulatkan bola matanya.
"Nope...aku ingin kamu yang membuat nya"
Ucap Freya cepat.
"Ya?"
Zoe jelas menaikkan ujung alisnya.
"Aku sedang ingin makanan masakan sendiri, bukan kah kamu pandai membuat nya?"
Freya bicara cepat sambil mengingat-ingat jika laki-laki itu pernah membuat kan Beberapa menu makanan untuk Nadine dan mommy nya.
Zoe memiliki keahlian seperti itu.
"Aku akan membuat kan nya"
Ucap Zoe pelan.
Seketika sebuah senyuman manis mengembang di Balik wajah Freya.
"Ohhh kamu belakangan begitu manis sekali"
Frey bicara sambil mencubit ke dua belah pipi Zoe
"Freyyy"
Zoe jelas protes dengan tindakan Freya.
Tanpa mempedulikan teriakan zoe, Frey langsung tiduran di atas kasur, masih dengan menggunakan kimono mandi nya, gadis itu memejamkan matanya secara perlahan.
"Zoe keringkan rambut ku"
Sejenak Zoe diam, menatap penampilan Freya untuk beberapa waktu.
Gadis muda yang hanya menggunakan kimono mandi nya, memperlihatkan lekuk seluruh tubuhnya bahkan saat gadis itu tiduran di kasur, membuat kimono mandi nya terangkat Dengan sempurna.
Gila...!?.
"Ganti kimono mu dulu"
Ucap nya cepat sambil menelan salivanya.
Dia jelas laki-laki normal, ketakutan terbesar nya adalah jika dia khilaf.
"Keringkan dulu rambut ku"
"Frey"
Zoe bicara dengan suara yang begitu keberatan.
"Keringkan rambut ku dulu, berhenti lah berdebat Zoe, aku tidak suka melakukan nya"
Rutuk Freya kesal.
Oh shi..t.
"Kenapa? apa kamu tergoda melihat penampilan ku?"
Tiba-tiba Freya bertanya sambil membukakan bola matanya, menoleh ke arah Zoe dengan cepat.
"Apa?"
__ADS_1
"Dimasa lalu kamu bilang aku ini tidak menarik dan cantik bukan? jadi jangan bilang kami tergoda melihat ku sekarang"
Freya menaikkan ujung alisnya, menatap tajam bola mata Zoe.
"Yang benar saja, bagi ku kamu tetap anak-anak, tidak menarik dan cantik"
Freya mengangguk cepat.
"Itu bagus, keringkan rambut ku"
Ucapnya lantas kembali memejamkan bola matanya.
Oh god.
Zoe sejenak memijat kepalanya.
Laki-laki itu berjalan mendekati Freya, duduk di sisi kepalanya dan mulai menyalakan hairdryer yang sejak awal sudah di siapkan Freya.
"Zoe"
"Hmm?"
"Hayat ada di Jakarta, tidak kah kamu merindukan dia?"
Mendengar nama itu disebut kan Seketika Zoe membulatkan bola matanya.
"Ya? benarkah?"
"Hmmm apa kamu juga merindukan dia?"
Zoe sama sekali tidak menjawab ucapan Freya.
"Aku fikir kamu merindukan dia"
Ucap Freya lagi.
Zoe terlihat menghela pelan nafasnya, masih fokus mengering kan rambut gadis itu.
Seketika saat Freya bergerak, kimono gadis itu sedikit bergeser hingga menampilkan belahan dada Freya.
Secepat kilat Zoe mencoba membuang pandangannya.
"Zoe..."
"Hmmm?"
"Jangan lupa nasi goreng ku"
"Hmm"
"Zoe..."
"Hmmm?"
Tidak terdengar jawaban lagi di sana.
"Frey?"
Zoe fikir ingin bicara sesuatu pada gadis itu, tapi rupa nya gadis itu malah terlelap indah kedalam mimpinya , tetap masih menggunakan kimono mandi nya.
Tanpa dia sadari Tangan gadis itu terlihat menyentuh lembut pahanya, menjadikan paha nya sebagai penyangga kedua tangan nya.
Belum lagi pemandangan mengganggu sejak tadi yang membuat dia berkali-kali menelan ludah nya.
Belahan dada yang begitu menggoda.
__ADS_1
oh damn it
teriak Zoe kesal dalam hati.