
Freya menggeliat pelan dari tidur nya, tidak tahu kenapa rasanya seluruh tubuh nya menjadi begitu berat,tapi ada satu sudut dari dirinya yang terasa begitu lega.
Entahlah, Rasa nya begitu lega dan menyenangkan, seolah-olah dia baru saja melepaskan beban perasaan nya yang membuncah.
Masih dengan perasaan enggan Freya mencoba membuka bola matanya secara perlahan, dia membiasakan sejenak bola mata nya dari terpaan cahaya matahari yang menyilaukan bola matanya.
Gadis itu mengerutkan keningnya untuk beberapa waktu, dia merasa bibir nya menjadi begitu berat seolah-olah sesuatu baru saja menggigit bibir nya, belum lagi dia merasa nyeri di sekitar leher dan...
Seketika Freya menyentuh pelan dada nya.
Sedikit nyeri.
Gadis itu mencoba menggerakkan tubuhnya perlahan kemudian dia beranjak dari kasur nya menuju kearah kamar mandi.
Aneh?!.
Dia merasa sedikit bingung saat dia merasakan hal hal yang tidak pernah dia rasakan sebelumnya.
Freya buru-buru menyambar handuk nya dan berniat untuk mandi.
Gadis itu buru-buru membersihkan tiap bagian tubuh nya, memastikan Tidak ada lagi bagian tubuh nya yang sakit atau nyeri kecuali dibagian leher dan dada nya.
Cukup lama dia berkutat dengan kegiatan mandinya hingga akhirnya dia mencoba untuk keluar dari arah kamar mandi.
Tapi seketika gadis itu mengerutkan keningnya dimana dia berhenti tepat didepan kaca kamar mandi yang menghadap tepat kearah dirinya.
Dia menatap dirinya untuk beberapa waktu, berjalan mendekati cermin dan mendapati beberapa tanda memar di dada dan leher nya.
__ADS_1
Buru-buru gadis itu menggosok bagian-bagian memar tersebut, warna nya menjadi sedikit aneh, beberapa kali Freya mencoba menggosok nya tapi sama sekali tidak mau hilang.
Aneh!.
Pada akhirnya setelah bergulat dengan pemikiran nya gadis itu langsung melesat keluar dari sana dengan keadaan panik.
"Zoe....Zoe...."
Freya berteriak panik dengan keadaan bingung.
Sepersekian detik kemudian laki-laki itu benar-benar muncul dari arah balik pintu.
"What?"
Zoe bertanya sedikit panik, sebenarnya dia takut soal kejadian semalam, dia takut gadis dihadapannya itu mengingat nya.
Freya bertanya panik masih sambil menggunakan handuk nya, rambut gadis itu masih tergerai basah, kulit indah dan putih mulus gadis itu benar-benar terekspos dengan sempurna, menambah kecantikan yang dimiliki Freya.
Sejenak Zoe menelan salivanya.
"Ya?"
Zoe sedikit terkejut mendengar pertanyaan Freya.
"Kau lihat ini?"
Gadis itu kembali mengikis jarak, mendekati dirinya kearah Zoe, memperlihatkan tanda di leher dan dada paling atas nya.
__ADS_1
Zoe benar-benar pusing di buatnya.
"Apakah itu hewan buas? ini begitu mengerikan, untung hanya dibeberapa bagian Tubuh ku, aku fikir kamu harus mengecek nya, bagaimana jika mengganti Sprai Dan juga kasur nya?"
Freya terus bertanya panik kearah laki-laki itu.
Dia benar-benar panik, dia fikir bagaimana bisa hewan-hewan itu menggigit bagian-bagian tubuh nya begitu saja.
"Frey..?"
Zoe Bingung harus berkata apa.
Harus kah dia bilang jika dia hewan nakal itu.
Semalam gadis itu sendiri yang memancing nya, Freya benar-benar menggila, bahkan tidak membiarkan dia bergerak dengan baik sedikit pun, dia jelas kehilangan akal waras nya, bergerak melebihi batasan nya.
Dikala laki-laki itu mencoba untuk bicara, seketika Freya mengerutkan keningnya, gadis itu melihat sesuatu dibelakang leher laki-laki itu.
"Hahhh... Zoe... ini apa?"
Seketika Freya melihat tanda yang sama disana.
Mendapati Freya yang dengan cepat menarik ujung kerah leher kameja nya, seketika Zoe terkejut, laki-laki itu cepat-cepat menepis pelan tangan Freya.
"Zoe, apa yang terjadi sebenarnya?"
Tanya gadis itu kemudian sambil menatap curiga ke arah Zoe.
__ADS_1
Seketika wajah Zoe langsung memerah.