
Pada akhirnya mereka sama-sama tidak mengeluarkan suara mereka untuk waktu yang cukup lama.
Allzigra terlihat diam tidak menjawab ucapan sang istri nya, seolah-olah mencoba mengingat masa-masa yang telah berlalu.
Keras kah dirinya?!.
Benarkah dia selalu memaksakan kehendak putra dan putri nya?!.
Setelah di fikir-fikir mungkin istri nya benar, dia selalu melakukan segala sesuatu tanpa bertanya kepada anak-anak nya Lebih dulu, tidak memberikan toleransi karena bagi nya apapun keputusan nya itu adalah cara yang paling terbaik untuk mereka.
Alasan paling logis nya adalah, dia ingin membuat putra dan putri mereka bahagia.
Lalu bahagia kah mereka sebenarnya?!.
Anak-anak selalu menuruti semua ucapan nya, sejak masih kecil hingga se dewasa ini, saat dia berkata harus makan ini, beli ini, pergi kesini, sekolah yang ini dan berkerja di sini semua anak-anak terus menuruti keinginan dia.
Tidak ada bantahan, tidak ada perdebatan, semua dijalankan tanpa Allzigra pahami apakah mereka suka atau tidak hingga sejauh ini.
Tapi ini kali pertama anak-anak pergi dengan keputusan mereka sendiri, mereka memilih kebahagiaan mereka sendiri tanpa ingin ada campur tangan dirinya.
Anak-anak mencari pernikahan mereka sendiri, mencari kebahagiaan mereka sendiri pada pasangan mereka masing-masing.
Seperti Ahem yang biasanya tidak banyak bicara, menuruti seluruh ucapan nya kini Bergerak sendiri dengan pilihan nya.
Cinta mengalahkan logika putra nya itu.
Dia ingat ketika Ahem berkata dengan dirinya Kemarin.
"Yang memiliki persoalan pelik dimasa lalu adalah kakek Hillatop dan Azzura, yang mencipta permusuhan tanpa pemecahan masalah juga mereka, jangan terlalu memperpanjang masalah yang sebenarnya kita tidak tahu berakar dari mana"
"Seperti sebuah perceraian, pihak laki-laki dan perempuan pasti akan saling membela diri mereka masing-masing, merasa mereka paling benar di antara kenyataan yang ada, enggan mencari pokok permasalahan yang sebenarnya dari mana asal api menjalar"
"Realita nya, sebuah konflik pasti punya akar dari permasalahan nya, tapi karena dimasa lalu orang-orang enggan mencari tahu asal muasal dan penyebaran konflik yang semakin memanas, pada akhirnya semua orang melibatkan para keturunan mereka"
"Hingga akhirnya, secara turun temurun, dia keluarga saling menaruh prasangka, saling berfikir lawan yang salah"
"Dan Prasangka tersebut terkait erat dengan stereotipe negatif pada kelompok keluarga juga mafia Hillatop dan Azzura dan menimbulkan stigma yang akan melekat dan diturunkan terus menerus dalam kehidupan selanjutnya"
"Akhirnya prasangka tersebut terlihat sebagai dosa turun menurun yang akan selalu ditularkan dari satu generasi ke generasi yang lain"
__ADS_1
"Prasangka menjadi mengkristal karena tidak pernah ada penyelesaian yang tuntas. Pada akhirnya prasangka yang tak kunjung selesai akan menciptakan keinginan untuk melakukan diskriminasi dalam berbagai bidang kehidupan"
"Dan itu berakibat fatal dalam hubungan kami, hubungan antara aku dan Hayat, Dad"
"Melunakkan hati untuk tidak peduli soal permusuhan keluarga dimasa lalu memang sulit, tapi bukan berarti kita pura-pura tidak mau mendengar soal kenyataan"
"Berdamai dengan satu peristiwa memang sulit, tapi jika bisa menguntungkan banyak orang kenapa kita mesti keras dengan pendapat kita sendiri?"
Yah...tanpa Allzigra sadari, kini anak-anak benar-benar telah tumbuh jauh lebih dewasa bahkan lebih pandai dalam banyak hal di Bandingkan dirinya.
"Maaf, dimana wali atau suami nona Freya?"
Tiba-tiba suara seorang perawat mengejutkan pemikiran Allzigra.
Ahem dan Azlan terlihat menatap kearah mereka.
"Ya? kami walinya"
Mommy Nadya menjawab dengan cepat.
"Mari silahkan"
Allzigra berdiri dan mulai berjalan mengikuti langkah kaki sang istri nya.
Begitu tiba di dalam sana, bisa dia lihat Freya tampak terlelap diatas kasur mendominasi berwarna putih tersebut.
Seorang dokter perempuan terlihat mengembangkan senyuman nya.
"Suami nya tidak ikut, Mam?"
Dokter tersebut Bertanya sambil menatap gerakan Allzigra dan Nadya yang mulai duduk dihadapan nya.
Nadya menggelengkan kepalanya secara perlahan.
"Sebaiknya biarkan suami yang menemani nona Freya"
Ucap dokter itu lagi.
Kedua orang itu terlihat diam.
__ADS_1
"Kehamilan trimester pertama memang sulit, apalagi kondisi morning sickness bisa mempengaruhi kesehatan sang ibu"
Mendengar ucapan sang dokter seketika Allzigra membulat kan bola matanya.
"Ya?"
Mendengar nada bingung dari laki-laki didepannya, dokter tersebut terlihat mengembangkan senyuman nya.
"Sang kakek seperti nya belum tahu ada calon cucu idaman di perut Mommy Freya?"
Tanya dokter itu pelan.
Mendengar kata calon cucu Seketika membuat tubuh Allzigra bergetar.
"Seperti nya nona Freya cukup kesulitan mengkonsumsi makanan, morning sickness serta efek kehamilan pertama di trimester pertama cukup mempengaruhi kondisi fisik, saya sarankan untuk memperbanyak makan beberapa macam buah-buahan dan roti juga susu ibu hamil untuk menjaga kondisi Mommy nya"
Jelas dokter tersebut sambil meraih sebuah kertas dan pulpen.
Allzigra berusaha menahan satu gejolak di dalam hatinya, dia langsung menoleh ke arah Freya untuk beberapa waktu.
"Usahakan jangan membuat Mommy nya stress dan terlibat konflik batin, Pastikan selalu ada Daddy yang siaga di samping calon Mommy kita yah"
Lanjut nya lagi.
"Saya akan buatkan resep obat dan vitamin untuk baby juga Mommy nya"
Perempuan itu mulai menulis resep nya.
"Mari pastikan kesehatan sang Mommy yang menjadi prioritas utama, karena dibalik janin yang sehat karena ada mommy nya yang juga sehat"
Ucap dokter itu lagi sambil menyerahkan kertas resep tersebut ke tangan Nadya kemudian mengulas senyuman ke arah Allzigra.
"Selamat atas kehamilan putri kalian"
Ucapan penutup perempuan tersebut seolah-olah menjadi sesuatu yang membuat Allzigra kehilangan kata-kata nya, tubuhnya bergetar hebat dengan jemari-jemari tua yang ikut bergetar sejak tadi.
Bola mata tua itu mulai berkaca-kaca untuk beberapa waktu.
Dia bagaimana mengungkapkan perasaan nya saat ini?!.
__ADS_1
Entahlah, dia juga bingung harus bicara apa.