
"Kakak?!"
Freya seketika kehilangan kata-kata nya.
"Gao?"
Zoe secepat kilat menarik Selimut Putih mendominasi di hadapannya dan menutup tubuh Freya dengan rapat.
Gao dan istri nya berdiri didepan ambang pintu dengan jutaan keterkejutan.
"Apa yang kalian lakukan?"
Pekik Gao penuh dengan kemarahan nya.
Laki-laki itu jelas saja marah setengah mati, menyeruak masuk tanpa berfikir dua tiga kali, dia fikir Bagaimana Mungkin Zoe dan freya melakukan hal terkutuk seperti itu tanpa sebuah ikatan, bahkan mereka jelas adalah saudara.
"Sayang no..."
Ayana sang istri terlihat panik saat melihat suaminya langsung melesat maju, menarik tubuh Zoe, menyeret nya dari atas kasur dan..
Buggggg
"Kakak...."
Seketika Freya memekik histeris saat melihat Gao memukul Zoe dengan sekuat tenaga nya.
"Gao .. please"
Alih-alih peduli dengan pekikan kendua orang itu, Gao membabi-buta memukul Zoe.
"What the hell?"
Tiba-tiba dari arah pintu depan muncul Ahem, Laki-laki itu baru saja tiba menyusul langkah Gao, cukup terkejut melihat Gao menghajar Zoe di dalam kamar tersebut.
"Ya Tuhan"
Hayat seketika menutup mulut nya dengan kedua telapak tangan nya, seolah-olah tahu apa yang terjadi saat bola mata nya tanpa sengaja menatap sosok Freya yang terlihat begitu berantakan secepat dia mendekati Freya Dan menarik gadis itu kekamar mandi agar menggunakan pakaian nya.
Ahem seketika mencoba melerai Gao yang menggila memukul Zoe.
"Gao...Gao..."
"Breng..sek...kau lihat apa yang dia lakukan pada Frey?"
__ADS_1
Pekik Gao penuh kemarahan.
"Aku sudah mulai curiga dengan tingkah laku nya sejak beberapa Minggu yang lalu"
Pekik laki-laki itu penuh kekesalan.
"Gao berfikir lah dengan tenang, come menghajar Zoe bukan jalan pengeluaran yang bijak"
Ahem berusaha menengahi, menahan tubuh Gao, bibir Zoe terlihat mengeluarkan darah segar nya.
"Gao kendalikan emosi kamu please"
Ayana terlihat panik, mencoba memegang tubuh suami nya.
Alih-alih mendengar kan kedua orang itu dia mencoba untuk kembali memukul kembali Zoe, laki-laki itu mencoba memutar tubuhnya, menghindari Ahem dan ingin kembali memukul Zoe.
"Gao.... no.... "
Ayana seketika menangis histeris, menahan dan memeluk Gao dari depan, dia menahan tubuh laki-laki itu sekuat tenaga nya.
"Please....please..."
Dia terlihat gemetaran.
"Kamu membuat ku takut"
Ayana kembali Bicara sambil terisak.
Mendengar istri nya menangis Secepat kilat emosi laki-laki itu mereda, satu-satunya kelemahan Gao adalah Ayana, seolah-olah perempuan itu adalah Titik kelemahan nya.
"Sayang..."
Gao langsung menyentuh wajah perempuan itu.
"Kamu menakuti aku, bukan kah kita pernah membuat kesepakatan untuk berlaku bijaksana saat menghadapi sebuah permasalahan? kekerasan bukan pemecahan sebuah permasalahan kan?."
Ucap istri nya sambil menatap dalam bola mata nya.
Gao sejenak menelan salivanya.
"Tapi kamu lihat apa yang terjadi barusan? mereka...oh god"
Gao Tampak mencoba menahan perasaan nya
__ADS_1
Dia marah, sangat marah saat kedua orang itu berada di atas kasur yang sama, kedua saudara nya hanya menggunakan dalaman mereka saja, bahkan Freya ada di atas tubuh Zoe, gadis kecil nya ada di atas Zoe, Laki-laki yang benar-benar telah di anggap saudara kandung nya sendiri.
"Zoe mengkhianati kami"
Ucap Gao lagi.
Ahem terlihat memerintahkan Zoe untuk menggunakan pakaian nya, bola mata laki-laki itu secepat kilat mencari sosok Freya.
Bisa dia lihat adik kecil nya telah berganti pakaian, keluar dari kamar mandi sambil mencoba berlindung di Balik tubuh Hayat.
"Kemarilah"
Ucap Ahem pada Freya.
"Kak..."
Freya menggenggam erat bahu hayat, mencoba terus Berlindung dibalik tubuh teman baiknya itu.
"Ini bukan salah Freya, ini semua salah ku"
Zoe bicara cepat setelah menggunakan pakaian nya, bergerak cepat meraih tubuh Freya.
"Kalian bisa membunuh ku karena ini semua kesalahan ku, tapi aku benar-benar mencintai Freya, maafkan aku"
Ucap laki-laki itu lagi sambil menatap semua orang satu persatu.
"Aku benar-benar minta maaf"
Lanjut nya lagi sambil berusaha menggenggam erat telapak tangan Freya.
"Apa?"
Tanya Gao sambil menaikkan ujung alisnya.
"Aku sudah tahu itu"
Ahem bicara cepat sambil balik menatap Zoe.
Mendengar ucapan Ahem, seketika Gao menoleh ke arah laki-laki itu.
"Kau bilang apa?"
Dia jelas terkejut mendengar ucapan saudara tertua nya itu.
__ADS_1