Gairah Cinta Bodyguard Putri Penguasa

Gairah Cinta Bodyguard Putri Penguasa
Semua orang dengan berbagai macam kecurigaan


__ADS_3

Baru saja Freya akan membuka pintu ruangan tersebut, tiba-tiba saja terdengar suara keributan di ujung sana, Karena penasaran akhirnya ia mengurungkan niatnya, bisa dia dengar beberapa suara yang berlarian menuju ke arah keributan berkata jika di ujung sana ada Zoe dan Alvin.


Freya mengerutkan kan keningnya, dia fikir apakah itu Zoe keluarga mereka?!.


secepat kilat gadis itu berlarian menuju ke arah tempat keramaian juga keributan disusul oleh sila.


Freya masih terus berpikir apa mungkin itu Zoe dan Alvin nya, tapi dia mencoba membuang kemungkinan-kemungkinan yang ada difikiran nya.


Tapi begitu dia menyeruak masuk diantara keramaian bola matanya jelas terbelalak kaget bisa dilihat Alvin tergeletak tidak berdaya di atas lantai gimana tubuhnya tengah ditindih oleh Zoe dan dia bisa melihat Zoe memukul laki-laki itu tanpa berfikir panjang hingga babak belur.


Satu kali.


Dua kali.


Tiga kali.


Gila.


"Akhhhhh"


Freya jelas panik, berteriak sambil menutup mulutnya dengan kedua belah tangannya.


Sekumpulan orang-orang hanya menonton saja, dia fikir tidak adakah yang berniat melerai mereka?.


"Zoe..."


Freya berteriak histeris seketika begitu sadar dari kepanikan nya, dia langsung menarik laki-laki itu agar berhenti memukul Alvin.


"Zoe...lepaskan...kamu ini kenapa? apa kamu sudah gila?"

__ADS_1


Pekik Freya histeris.


Begitu menyadari siapa yang datang jelas membuat Zoe terkejut, laki-laki itu langsung menghentikan aksinya.


Aishhhh


Zoe tampak masih kesal, alih-alih peduli dengan reaksi Freya, laki-laki itu kembali memukul Alvin.


"Zoe... hentikan"


Frey jelas berteriak kaget saat tahu-tahu Zoe kembali memukul laki-laki itu, bibir Alvin sobek Seketika juga mengeluarkan darah segar nya.


"Zoe kau ini kenapa?"


Freya kali ini menarik paksa tubuh Zoe.


"Jika kau terus melakukan nya, aku akan bilang pada Kak Ahem dan Gao"


"Kau mengancam ku?"


Zoe mengerutkan keningnya, menatap dalam bola mata Freya, tatapannya terlihat begitu datar dan dingin.


Freya fikir laki-laki itu kembali menjadi sosok dingin sebagai laki-laki minim ekspresi.


"Kau sudah gila, apa yang kamu lakukan? dia kekasih ku, apa salah nya hingga tega-teganya kamu melakukan semua ini?"


Freya jelas marah dengan kelakuan Zoe, bagi nya itu sudah melampaui batasan nya.


"Kau fikir aku akan menjadi gila? memukul seseorang tanpa alasan yang jelas?"

__ADS_1


Tanya Zoe lagi.


"Kau tanyakan langsung dengan kekasih mu itu"


Setelah zoe bicara begitu dengan nada begitu dingin ke arah nya seketika Zoe langsung beranjak pergi dari hadapan gadis itu,


"Zoe...."


Pekik Freya kesal.


Melihat laki-laki itu tidak mempedulikan dirinya malah langsung menyeruak pergi dari hadapan semua orang, pada akhirnya Freya langsung menoleh kearah Alvin dengan tatapan iba dan sedih, seketika itu rasa bersalah menghantam dirinya.


Dia langsung mengangkat tubuh laki-laki itu.


Tapi seketika Freya mengerutkan keningnya.


Dimana Sila?.


Bukan kah perempuan itu tadi ada di dekatnya?!.


Alih-alih memperpanjang pertanyaan nya, Freya secepat kilat membawa Alvin agar mereka segera menjauh dari sana.


Otak nya saat ini tidak berfungsi dengan baik, berbagai macam spekulasi ada di dalam fikiran nya.


Soal Sila, soal Zoe Dan bahkan soal Alvin sendiri.


Ke tiga orang itu seolah-olah saling menyembunyikan sesuatu, dia seolah-olah paling bodoh saat ini di antara Semua orang.


Karena itu begitu selesai mengobati lupa Alvin, Freya seketika mencoba menghubungi seseorang.

__ADS_1


"Aku butuh bantuan kamu"


__ADS_2